The Enemy

The Enemy
Chapter 33 (Revisi)


__ADS_3

~HAPPY READING ~


Chapter 53


"Huffttt..."Helaan nafas Helena sebelum masuk ke ruang guru.


Di rumah, Helena sudah menghela nafas beberapa kali bahkan saat ia makan pun Helena sempat-sempat nya menghela nafas.


"Hel.. Hel.. Helena..."Panggil Bu Jokk


"Iyah Bu kenapa."jawab Helena gugup.


"Kamu nanti akan ke acara lomba nya bareng Rendi."


"Iyah."


Bu Joko melirik jam tangan yang ada di pergelangan tangannya.


"Beberapa menit lagi kita berangkat.."


"Iya Bu."


Setelah itu Helena keluar dari ruang guru, sebenarnya sedari tadi Helena gugup, bahkan ia tidak bisa tidur tadi malam karena otak nya terus berpikir Helena takut kalo ia akan kalah.


"Fokus fokus Hel.."Ucap Helena pada dirinya sendiri, ini adalah lomba Matematika pertama dalam hidupnya, karena yang selalu mengikuti perlombaan matematika itu Rin.


~o0o~


Rendi, bukannya ke ruang guru ia malah mampir dulu ke kelas XMIA 1 mungkin sebelum perlombaan ia ingin melihat seseorang.


Tanpa rasa malu Rendi langsung masuk ke kelas itu, mata Rendi langsung melihat ke arah belakang. Tetapi orang yang ia cari tidak ada.


Rizki yang melihat Rendi seenaknya masuk ke kelas nya, apalagi sekarang sedang jam pelajaran dan untung nya saja tidak ada guru.


Rizki langsung menyeret Rendi keluar dari kelas.


"Apaan sih lo.."ketus Rendi


"Lo yang apaan masuk ke kelas orang sembarangan.."


Rendi tidak menyahuti perkataan Rizki, sekali lagi Rendi berniat masuk kedalam kelas.


Rizki yang geram dengan tingkah Rendi, ia langsung menarik kerah Rendi kuat.


"Gue tahu apa yang lo cari Rin kan.."ucap Rizki dengan nada tinggi dan setelah itu ia melepaskan tangan nya dari kerah Rendi.


"Hn."Rendi hanya bergumam saja dan itu tanda nya ia membenarkan perkataan Rizki.


"Rin nggak masuk, dia ijin.."Ucap Rizki terpaksa.

__ADS_1


"Ijin kenapa?"tanya Rendi


Belum sempat terjawab, Helena datang dan meminta Rendi untuk berkumpul di perpustakaan.


~o0o~


Sekarang waktunya telah tiba, perlombaan akan segera dimulai. Mereka yang mengikuti lomba pergi ke ruang mata pelajaran yang mereka ikuti.


Begitu juga dengan Helena, pertama kali ia melihat orang-orang seangkatan nya yang mengikuti perlombaan.


Helena duduk di kursi yang sudah disediakan dan tak lama kemudian datang pengawas dan juga guru yang akan membagikan soal perlombaan itu.


Dan ini saat nya Helena mengisi soal yang telah diberikan.


"Gue pasti bisa.."Ucap Helena dalam hati, lalu mengambil kertas soal tersebut."Soal nya banyak banget.. gila isinya rumus semua ini."


"Nomor 1 kayak nya gue udah belajar tapi cara nya gimana yah.. gimana nih..."


"Astaga Hel Fokus fokus... oke tenang.. hutffff."ujar Helena sambil menenangkan dirinya agar otaknya tenang menghadapi rumus-rumus didepan mata nya.


Sedangkan di tempat lain pun sama, Rendi seperti malas mengikuti lomba kali ini, sudah beberapa menit berlalu tapi kertasnya masih kosong, padahal mereka yang mengikuti lomba itu sudah mengerjakan hampir setengahnya.


"Huftt..."Rendi menghela nafas sejenak lalu mulai mengerjakan soal tersebut.


Dan Akhirnya perlombaan itu selesai, pengumuman pemenang akan di umumkan besok lusa.


jadi kalo mereka menang, mereka akan di lomba kan lagi ketingkat kabupaten.


Waktu yang diberikan sudah selesai. Beberapa pengawas langsung mengambil kertas jawaban.


"Hufttt Akhirnya.."Helena menghela nafas lega, setelah itu para siswa di persilahkan untuk keluar ruangan.


Helena langsung melangkah keluar ruangan, mungkin ia akan menunggu Rendi di kursi koridor tapi saat Helena sudah sampai di sana, ternyata yang ada hanya Citra.


"Hel.."panggil Citra, Helena memutar bola mata nya malas tetapi ia tetap melangkah kearah Citra.


"Hel, Kak Bara udah nunggu lo di luar,"kata Citra, perkataan Citra membuat Helena kaget.


"Bara.."ucap Helena


"Iya."jawab Citra sambil menganggukkan kepalanya.


"Ngapain dia kesini?"


"Gue nggak tahu, tapi kata Kak Bara dia nunggu lo, jadi gue yang sama Rendi."ujar Citra sambil tersenyum. Rasanya Helena ingin mencekik nya.


"Ngapain si tuh orang.."gerutu Helena sambil melangkah keluar untuk bertemu Bara.


Pada akhirnya Helena pulang bersama Bara.

__ADS_1


~o0o~


Satu hari telah di lewati dan tepat hari ini pengumuman pemenang lomba akan di umum kan


Kebetulan juga Hari ini Rin sudah mulai bersekolah.


Disini lah Helena bersama Siswa lain yang mengikuti lomba di mata pelajaran utama.


Bu Joko mengumumkan siapa saja yang menang dan masuk ke olimpiade berikutnya.


Sudah ada dua Siswa yang masuk dan itu semua kelas 2 dengan mata pelajaran Biologi dan ekonomi.


Selanjutnya Fisika, tentu saja Rendi masuk dan menang bahkan dia juara 1. Helena menghela nafasnya keringat dingin membasahi tangannya, hatinya benar-benar tidak tenang, hatinya tambah tidak tenang lagi saat ia melihat raut wajah Bu Joko yang tidak bersahabat pas bagian mata pelajaran Matematika.


"Dan untuk mata pelajaran Matematika tidak ada yang lolos atau menang, Ibu memaklumi itu tapi ibu bangga pada kalian yang telah mengikuti perlombaan ini dengan baik, terimakasih atas kerja keras kalian."


Dug.....


Seketika dada Helena tidak berdetak lagi, matanya berkaca-kaca dia sangat ingin menangis tapi Helena sebisa mungkin harus menahannya sampai ini semua selesai.


Setelah selesai semua orang yang berada di ruangan itu keluar satu persatu, tapi Helena tidak sedikit pun beranjak dari sana, bahkan saat Bu Joko menyuruh Helena keluar dan berucap kalo Bu Joko tidak kecewa sama sekali tapi Helena benar-benar tidak bergeming di tempat nya.


Sampai ruangan itu sepi, Helena langsung mengeluarkan air matanya luruh."hu hiks hiks...."ia benar-benar kecewa pada dirinya sendiri, sekarang Helena akui ia tidak bisa mengalahkan Rin dengan semudah itu.


Helena mengusap air matanya dan setelah ia merasa lebih baik Helena memutuskan keluar dari sana.


Saat teman-teman nya menanyakan hal itu Helena seketika bungkam, tidak memperdulikan ocehan mereka dan seketika ia menjadi sosok yang pendiam.


Helena memilih untuk langsung duduk di kuris nya dan menaruh kepalanya di atas meja, tidak lupa tangannya yang menutupinya.


Walaupun seperti itu Helena masih mendengar suara-suara dari teman kelas nya.


"Rin gue mau lihat foto yang kemarin."tanya Rizki


"Nanti."jawab Rin


"Foto."gumam Helena, tapi Helena tidak peduli untuk sekarang ia benar benar sedang kecewa pafa dirinya sendiri.


~o0o~


Saat Helena akan menenangkan diri malah ada aja orang yang menganggu nya, siapa lagi kalo bukan Bara, Bara mengajak Helena keatas rooftop tapi lihat apa yang Bara lakukan, dia malah asik dengan bola basket di tangan nya.


Helena menghela nafas bosan, lalu ia beranjak dari sana. Bara malah menambah mood nya jadi buruk, tanpa banyak kata Helena akhirnya melangkah keluar dan meninggalkan Bara disana.


Bara yang menyadari Helena tidak ada, ia hanya bisa menghela nafas panjang dan sudah menduga hal ini akan terjadi.


"Bodoh banget sih gue.."Ujar Bara sambil memukul kepalanya.


"Cih dasar pengecut,"Bara malah menghina dirinya sendiri karena terlalu lemah jadi Cowok.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2