The Enemy

The Enemy
Chapter 94


__ADS_3

~Happy Reading~


Rin menghela nafas panjang sejak pulang dari sekolah, bisa-bisanya Helena menuduh dirinya di depan umum. Helena belum sepenuhnya pintar, Helena masih gampang untuk di hasut.


Rin memasuki Rumahnya dan bertepatan dengan keluarnya Rivano.


"Rin..."panggil Rivano, yang membuat Rin menghentikan langkahnya dan memutarkan bola matanya malas sembari membalikan badannya.


Kenapa juga Kakaknya masih di rumah, kata nya dia akan keluar kota batin Rin.


"Kemarin ada urusan apa, kenapa teman mu meminta tolong."tanya Rivano.


"Nggak jadi."ujar Rin lalu berlalu pergi ke kamarnya.


"Yahhh Rin Leach, nggak sopan kamu, Kakak belum selesai bicara."teriak Rivano kesal.


Rin masuk ke kamarnya menghiraukan teriakan Kakaknya. Rin melemparkan MacBook nya ke atas ranjang, setelah itu melangkah kan kakinya ke kamar mandi.


Hanya membutuhkan waktu lima menit Rin sekarang sudah mengganti pakaian menjadi pakaian rumahan. Rin hanya memakai kaos oblong hitam di padukan dengan celana pendek. Setelah itu Rin mengambil MacBooknya kembali lalu masuk ke dalam ruangan komputer nya yang berada di balik rak buku.

__ADS_1


Rin mencabut flashdisk nya lalu memasang kan itu ke komputer, setelah itu Rin fokus dengan melacak akun seseorang.


******


"Helena bodoh, dia nggak akan lagi minta perusahaan Ayahnya sama lo."ucap Citra pada Vita. Vita yang mendengar itu terkejut.


"Kok bisa?"tanya Vita sembari beranjak dari duduk nya.


Citra memutarkan bola matanya bosan, menurut Citra yang pernah menjadi temannya Helena mereka tidak punya otak cerdas.


"Kok Bisa Cit?"tanya Vita lagi, Citra membuka ponselnya lalu memperlihatkan video yang di mana di video itu memperlihatkan Helena yang sedang memarahi Rin, seperti sebelum-belum nya.


"Udah kan,"ujar Citra lalu memasukan ponselnya ke saku bajunya.


"Udah yah Vit, gue pamit soalnya ada janji sama Rendi."ucap Citra lalu berlalu keluar.


"Belum, ini masih belum selesai."ucap Vita pada diri nya sendiri


"Ahhhhn Rin......."teriak Vita sembari menjambak rambutnya frustasi.

__ADS_1


Kalo soal kasus yang belum selesai Rin tidak akan berhenti, dia akan terus mencari tahu sampai kebenaran itu terungkap, apalagi setelah Helena menuduhnya begitu saja.


******


Iyah benar Rin tidak mungkin berhenti begitu saja, bahkan sekarang jam sudah menunjukan dua belas malam tapi tangannya dan otaknya terus bekerja, bahkan Rin melupakan jam makannya, Matanya mulai perih walau sudah memakai kacamata. Rin membuka kacamata mengucek matanya, lalu memakai lagi karena tanggung jadi Rin lanjutkan sebentar lagi.


Tampaknya sudah selesai, Rin melepaskan kacamata nya lalu beranjak dari duduknya dan keluar kamar.


Setelah beberapa menit, Rin kembali lagi dengan secangkir susu tak lupa juga ia membawa roti tawar.


Rin duduk kembali ke tempatnya semula, lalu memakai kacamatanya. Sembari berkeliaran di layar kaca komputer nya sesekali Rin melahap rotinya.


Rin selesai dengan pekerjaan nya tepat di pukul dua malam, setelah itu Rin beranjak untuk tidur. Mungkin ia akan bangun siang besok pagi tak masalah karena besok weekend.


**To Be Continue.


Sorry Typo๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


Maaf juga kalo katanya masih sedikit, belum terbiasa buat bikin 1000 kata๐Ÿ˜†

__ADS_1


Maaf kalo Up nya lama๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™ Makasih buat yang komen and like... see youuu๐Ÿค—**


__ADS_2