
~Happy Reading~
Pagi hari nya, SMA Victoria di kejutkan dengan beberapa pisau kecil di setiap lokernya. Dan hal ini membuat para Siswa menjadi resah.
"Gue takut Hel,"ucap Sandra
"Gimana ini Hel, kata lo Rin udah di tangkap."ujar Vita
"Gue kan udah bilang ini bukan Rin.."kata Helena, sembari membuka lokernya, bukan lah pisau kecil yang di dapat Helena melainkan seperti flashdisk.
Helena memandangi flashdisk itu, setelah Helena mengingat sesuatu Helena langsung lari dari sana.
"Hel, lo mau kemana?"
Helena lari menuju ruang komputer, tapi saat akan masuk ruang itu di kunci.
"Helena,"ada suara cowok yang memanggil Helena dari arah belakang, Helena membalikan tubuh nya dan ternyata orang itu.
"Rendi."
"Lo ngapain di sini?"
"Gue..
"Ini."Rendi menunjukkan flashdisk yang sama persis dengan Helena pegang.
Setelah itu Rendi dan Helena masuk ke dalam ruangan komputer, Helena mencari laptop yang berada di ruangan tersebut. Tapi Rendi ternyata sudah memasukan flashdisk itu kedalam komputer.
Flashdisk itu berisikan rekaman CCTV, tentang kejadian tempo hari, yang menyebabkan Sindy terluka.
Yang menjadi pertanyaan nya kenapa Rin tidak langsung memberikan bukti ini pada Polisi agar dia di bebaskan, tapi malah menaruhnya di loker nya dan Rendi.
__ADS_1
Rendi beranjak dari duduknya,
"Ayo,"Rendi mengajak Helena, tapi Helena terlihat melamun.
"Hel?"
"Iya."jawab Helena
"Ayo."ajak Rendi sekali lagi
"Kemana?"Helena malah bertanya, membuat Rendi menghela nafas lelah.
"Ke kantor polisi."Jawab Rendi, tanpa banyak tanya lagi Helena langsung beranjak dan melangkah keluar meninggalkan Rendi sendiri.
Rendi menggelengkan kepalanya lalu menyusul Helena yang sudah lebih dulu.
Mereka berdua sekarang berada di dalam taksi.
"Kenapa Rin ngasih ini ke loker gue."
"Itu artinya Rin percaya sama lo."jawab Rendi.
*******
Rendi dan Helena sudah memberikan Flashdisk itu pada Polisi, mereka di suruh menunggu di ruang tunggu.
Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya Rin bisa di bebaskan hari ini juga. Helena meminta Rendi untuk menemani Rin, setelah itu Helena langsung pergi.
Helena tidak ingin melihat Rin untuk saat ini.
"Rin!"ucap Rendi yang baru saja melihat Rin keluar dari tahanan. Raut muka Rin sangat kusut, tidak ada raut wajah senang, tatapannya juga kosong.
__ADS_1
Karena Rendi tidak membawa kendaraan ke kantor polisi, jadi ia memesan taksi online. Saat akan masuk kedalam taksi, Rendi membuka kan pintu untuk Rin terlebih dahulu.
"You oke?"tanya Rendi sembari membukakan pintu taksi, tapi Rin tidak menjawab.
Setelah Rin masuk kedalam taksi kini giliran Rendi. Saat di dalam perjalanan tidak ada yang membuka percakapan, mungkin Rin terlalu malas dan Rendi tidak enak untuk bertanya, padahal banyak sekali pertanyaan di dalam pikirannya.
"Mas ini pas lampu merah lurus aja?"tanya Pak supir
"Iya."
"Jangan."Rin menolak untuk pulang ke rumah nya, dan Rendi dapat melihat itu.
"Pak, nanti putar balik terus pas ada pertigaan belok kiri."ujar Rendi yang memberitahukan alamat rumahnya.
Akhirnya Rendi membawa kerumahnya, dan sepertinya hal itu tidak tepat karena Papa dan Mama nya sedang bertengkar.
.
.
.
.
.
**TBC.....
Sorry ceritanya terlalu singkat🙏 karena lagi mau UAS. Makasih yang udah mau mampir😊.
nanti insyaallah aku Up nya lebih panjang lagi, nggak nyicil-nyicil kayak bayar utang😂**
__ADS_1