
~Happy Reading ~
"Siapa yang tidak hadir Riz?"tanya Pak Anton selaku guru BK di sekolah itu.
"Ri–n Pak."jawab Rizki gugup, Pak Anton menganggukkan kepalanya.
"Bukankah Rin itu adik dari Pak Rivano, kepala sekolah ini."ujar Anton sembari membenarkan kacamata nya, membuat suasana menjadi lebih serius.
"Iya Pak."
"Apa Rin punya masalah dengan Sindy,"
"Setahu saya tidak punya, dan Rin saat ini sudah menjadi wakil Siswa jadi seharusnya dia tidak punya masalah pada siapapun."
Anton menganggukkan kepalanya atas jawaban Rizki.
"Tapi Pak, waktu itu Sindy sesekali menyindir Rin dan berkomentar pedas pada Rin."
"Oke sekarang silahkan kamu kembali ke perpus, saya akan selidiki lebih jauh tentang Rin."
"Baik Pak,"Rizki pun keluar dari ruangan Pak Anton
*******
Rendi sengaja mengunjungi perpustakaan hanya untuk melihat Rin. Mata Rendi terus menelusuri segala sudut perpustakaan tapi orang yang dia cari tidak ada.
"Kemana Rin?"tanya Rendi pada dirinya sendiri. Setelah itu Rendi memutuskan untuk kembali ke kelas nya.
Tadinya dia ingin menanyakan keberadaan Rin, tapi ketika melihat situasi yang sekarang Rendi rasa tidak bisa.
Saat kembali dari kelasnya, ternyata sudah ada yang menunggunya Rendi tersenyum kearahnya lalu mendekat.
*******
Setelah banyak pertimbangan, akhirnya Helena memutuskan untuk pulang ke rumah nya.
__ADS_1
Saat Hana melihat Helena pulang lebih awal dan di antar kan oleh temannya, hati Hana langsung tidak enak, saat bertanya langsung pada Helena. Helena hanya diam lalu memeluk Hana dengan erat.
Sekarang Helena sedang tidur, Mungkin dia lelah karena terlalu banyak menangis. Hana memutuskan untuk keluar kamar Helena.
Saat Hana keluar beberapa menit yang lalu, Helena yang tidur sekarang sudah terbangun lagi.
Helena mendudukkan dirinya di ranjang, otaknya kembali memikirkan kejadian pagi tadi, Helena takut terjadi apa-apa pada Sindy.
Matanya tidak sengaja melihat ponselnya yang berada di atas naskah, Helena akan bertanya pada Rizki, bagaimana keadaan Sindy sekarang.
"Halo.."Suara di sebrang sana
"Halo, Ki,"
"Ada apa Hel?."
"Sind–y gimana keadaan nya,"
"Kata Bu Lita, keadaan Sindy udah mulai membaik walaupun sempet kritis karena ke kekurangan darah."
"Oke thanks yah Ki,".
"Hel, tunggu jangan di tutup dulu,"
"Kenapa?"
"Gue mau kasih tahu lo, nanti besok lo sama gue di suruh ke ruangan Pak Anton."
"Apa lagi ini,"gumam Helena sembari mengusap wajahnya.
"Hel.."panggil Rizki di sebrang sana
"Iya, udah gue tutup."
Setelah itu Helena menutup telepon nya. Saat akan meletakan ponselnya keatas naskah, ponselnya kembali berdering.
__ADS_1
Yang tertera di sana nama Vita, Helena mengabaikan saja panggilan itu dan kembali tertidur. Vita pasti akan bertanya hal yang sama Helena tahu itu.
*********
Besok nya, Rin tidak datang lagi ke sekolah dan hal itu membuat Siswa di sekolah Victoria semakin yakin jika Rin yang mencoba membunuh Sindy.
Helena dan Rizki kembali di interogasi oleh Pak Anton.
"Menurut kalian siapa di antara teman kelas kalian yang melakukan hal itu pada Sindy?"
"Rin."jawab Rizki tanpa keraguan, yang membuat Helena terkejut sembari melirik Rizki.
"Bukan Rin Pak,"kali ini jawaban Helena juga membuat Rizki terkejut, dan menatap Helena lalu berucap
"Hel, semua kecurigaan mengarah ke Rin,"
"Itu kecurigaan kan bukan bukti."
"Rin nggak masuk sekolah dua hari dan itu tanpa keterangan, coba lo pikir Rin tiba-tiba mencalonkan dirinya jadi ketua OSIS bukan kah selama ini Rin tidak tertarik dengan hal seperti itu."sahut Rizki, Helena yang mendengar hal itu juga menatap Rizki. Dan sekarang mereka seperti mengabaikan keberadaan Pak Anton yang berada di depan.
"Rin mencalonkan ketua OSIS itu tidak ada kaitannya di sini, kenapa sekarang lo jadi nuduh Rin yang engga-engga, hanya karena Rin nggak milih lo jadi wakilnya."balas Helena
"Lo juga kenapa sekarang jadi bela dia."
"Gue bukan ngebela, karena gue tahu Rin dia orang bukan seperti itu."
"Sejahat-jahatnya Rin, dia nggak akan pernah main fisik, apalagi dengan tangannya sendiri, Rin bukan seperti itu."
Rizki bungkam atas ucapan Helena yang penuh emosi itu.
"Yasudah, menurut kamu siapa Hel?"
"Sera."jawab Helena cepat.
TBC......
__ADS_1