The Enemy

The Enemy
Chapter 98


__ADS_3

~HAPPY READING ~


99


Ternyata Rin mengajak Rendi ke Mall, sedari tadi mereka hanya berjalan memutari kawasan itu, banyak pasang mata yang menatap mereka dengan heran. Rendi tahu apa maksud dari tatapan mereka, karena Rendi dan Rin masih memakai seragam sekolah di waktu sekolah.


Langkah Rin terhenti di depan salon yang dulu Rin pernah membuat rambutnya jadi keriting seperti sekarang, lalu setelah itu Rin masuk ke dalam.


"Rin..."panggil Rendi, dengan terpaksa ikut masuk kedalam salon tersebut.


Ketika Rin sibuk berbincang dengan pekerja salon tersebut, Rendi hanya bisa terdiam tapi matanya melirik sekitar nya, sampai ada seorang yang menepuk pundaknya.


"Maaf mas kalo mau menunggu silahkan duduk di sana."suruh pegawai di sana, mungkin Rendi menghalangi jalan orang lain.


Rendi pun menurut dan berjalan ke sofa tunggu.


********


Sedangkan di tempat lain Citra dan Helena masih saja bersitegang. Contohnya sekarang mereka sedang adu mulut di halaman sekolah.


"Diem lo Hel,"pukas Citra pada Helena, Helena yang mendengar itu malah semakin marah, lalu berjalan mendekat kearah Citra dan menjambak rambut Citra.


"Apa yang lo bilang Ha?"


"Aw....Hel lepas,"lalu Citra pun tak tinggal diam ia pun membalas dan menjambak rambut Helena.


"Mulai berani yah lo Cit."ujar Helena dengan menarik rambut Citra kuat, membuat Citra meringis.

__ADS_1


Kebetulan ada Rizki yang belum pulang dan melihat kejadian itu, Rizki dengan susah payah memisahkan mereka.


"Awas lo Cit."ancam Helena yang sudah tidak lagi menjambak Citra.


"Awas apa, lo kalo tanpa bantuan Rin nggak akan pernah bisa rebut kekayaan lo lagi jadi jangan sombong lo Hel."Citra sepertinya ingin terus berdebat dengan dirinya.


Ketika Helena ingin melangkah, mobil yang menjemputnya sudah datang. Helena tidak membalas ucapan Citra itu lalu masuk ke dalam mobil. Rizki hanya bisa melirik Citra dengan tatapan penuh tanya.


Citra yang di tatapan seperti itu memutarkan bola matanya malas, lalu berjalan keluar halaman sekolah.


"Kenapa sih cewek-cewek sekarang,"ujar Rizki sembari menggaruk rambutnya yang tidak gatal.


*****


Kembali ke Rin, Rin dan Rendi sudah keluar dari salon itu. Dan sejak saat itu Rendi terus memperhatikan Rin karena sekarang rambut Rin telah seperti dulu lagi yaitu lurus.


Mereka sekarang sedang makan di resto Mall. Saat Rendi dan Rin sedang makan, ponsel Rendi terus-terusan berdering.


Ada apa Mamanya menelepon, Rendi pun langsung mengangkat nya.


"Halo Ma,"


"Mama sekarang gimana?"


"Ya udah Rendi pulang sekarang."ujar Rendi di akhri obrolan mereka.


Ketika Rendi ingin meminta ijin untuk pulang, Rin beranjak dari duduknya.

__ADS_1


"Ayok."


"Hah, Rin gue.."Rendi pun ikut berdiri


"Gue mau ke


"Ke rumah lo ayo."potong Rin. Rendi sedikit terperanjat saat Rin pun ingin ikut ke rumah nya.


Saat mereka sedang berada di tengah perjalan ke rumah Rendi, Rin tiba-tiba menghentikan mobil yang akan membawa mereka ke rumah Rendi, setelah Rin membaca pesan di ponselnya.


"Ren."panggil Rin lirih


"Iya."


"Kita pacaran kan?"tanya Rin, dan Rendi pun langsung menjawabnya


"Iya, Kenapa?"Rendi bingung dengan sikap Rin.


"Walaupun kita pacaran, gue nggak akan mencampuri urusan lo, bahkan urusan keluarga lo sekali pun, dan gue nggak akan ngekang lo dalam hal apapun walaupun lo jalan sama cewek lain, gue nggak akan marah."kata Rin sebelum turun dari mobil,


"Ada apa Rin,"tanya Rendi lirih sembari memegang tangan Rin, Rendi seperti tidak ingin kehilangannya. Sungguh Rendi takut akan hal itu.


"Pak berhenti."


"Jangan Pak."ujar Rendi lalu melihat Rin


"Kenapa Rin?"

__ADS_1


"Gue mau turun di sini, LEPAS."lalu Rendi pun melepaskan genggaman nya dan membiarkan Rin turun dari mobil.


TBC.


__ADS_2