The Enemy

The Enemy
Chapter 49(Senyuman)


__ADS_3

_I dont know


Rizki X Rendi.


Selamat MembacašŸ¤—


________________________________________


Akhirnya pertandingan Basket putra selesai.Jadi besok mereka tinggal menyiapkan mental untuk pertandingan final.


Rin menunggu Rizki diluar gedung.Rin hanya memperhatikan orang-orang yang keluar dari gedung,mereka membicarakan pertandingan tadi.Bahkan ada juga yang menyebutkan nama Rendi di dalam topik pembicaraan para gadis.


"RIN.."panggil seseorang dari belakang sambil menepuk pundak Rin.bahkan Rin sampai menegakkan tubuhnya sangking kaget nya.


Rin menghela nafas sambil menutup mata nya.


"Gue kira tadi bukan lo,dan setelah gue pikir lagi anak SMA yang punya rambut kayak gini itu cuman lo."Ucap Sandra sembari memegang rambut Rin yang keriting bergelombang.Rin yang risih rambutnya di pegang melepaskan tangan Sandra dari kepalanya.Rin masih trauma rambutnya di tarik.


"Kapan-kapan gue juga mau bikin rambut kayak gini,"kata Sandra.Tapi Rin malah mengerutkan keningnya,bagaimana bisa rambut Sandra kan pendek.


"Uhh pasti nanti gue lucu bangett iyah nggak sih.."lanjut Sandra.dan Rin hanya bisa menghela nafasnya saja,dalam hati Rin kapan Rizki keluar.bagi Rin lebih baik ia sendiri dari pada bersama Sandra.bisa-bisa kepalanya sakit mendengar kan ocehan nya yang tidak bermanfaat.


Dan setelah itu Rizki keluar bersama anak-anak ekskul basket tapi Bara dan Rendi tidak ada.


"Maaf yah nunggu lama."Ujar Rizki.Rin hanya menggelengkan kepalanya saja,tanpa kata kaki nya melangkah pergi.


"Gue duluan yah."pamit Rizki


"Ehh tunggu Rin.."panggil Rendi,yang baru datang bersama Bara dan ia langsung berlari begitu saja melewati Rizki.


"Rin.."panggil Rendi sekali lagi.Rin pun berhenti ia melihat kebelakang.Rendi sudah sampai dihadapan Rin.


"Thanks lo udah dateng."ucap Rendi yang sudah berada dihadapan Rin.


"Iya,"balas Rin


"Gue anterin lo...


"Nggak bisa Rin sama gue.."Potong Rizki yang sudah ada di sebelah kiri Rin.


"Tapi gue..."


"Gue sedari tadi emang nunggu Rizki jadi pulangnya sama Rizki."ucap Rin terus terang."ya udah gue duluan yah"pamit Rin


"Lo keren."ujar Rin lagi.


Dan Rizki yang tadinya tersenyum setelah Rin menolak ajakan Rendi,sekarang senyum itu pudar setelah Rin mengucapkan kata terakhirnya.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


Kembali ke Sandra,Sandra yang memang sengaja tidak pulang dengan teman-teman nya yang lain karena menunggu Bara.dan sekarang ia sedang membujuk Bara supaya ia bisa di antarkan pulang kerumahnya.


"Kak Bara tadi hebat."puji Sandra


"Thank's"jawab Bara dengan senyuman nya.mereka sekarang sedang berada di area parkir.


Bara yang berjalan kearah motornya merasa aneh dengan Sandra yang terus membuntuti nya.


"Lo nggak pulang,"tanya Bara.Sandra dengan polosnya menggeleng.


"Yakin nggak pulang?"tanya Bara lagi,dan dengan bodohnya Sandra mengangguk.


"Ya udah gue anterin lo pulang kasihan orang tua lo kalo lo disini nginep."ujar Bara.dan tanpa banyak kata Sandra langsung naik ke motor Bara.


"Pake dulu Helm nya."ucap Bara sambil memberikan Sandra helm.


"Makasih kak."ujar Sandra sembari memakai Helm tersebut.


Motor Bara pun perlahan melaju.


"Helena nggak ikut,"tanya Bara


"Siapa Kak?"tanya Sandra


"Ohh nggak."jawab Sandra


"Kenapa?"


"Lomba silat.."jawab Sandra


"Ohhh..."


.


.


.


.


.


.


.


Kembali lagi ke Rin dan Rizki.

__ADS_1


Sejak tadi tidak ada yang memulai pembicaraan.Rizki yang biasanya berisik dan tak mau diam mulutnya sekarang malah diam seribu bahasa.


Sampai motor Rizki sudah sampai di rumah Rin,Rizki tetap diam.Rin turun dari motor Rizki ada perasaan ingin bertanya dan mengganjal di hati Rin.


Setelah Rin mengembalikan helm Rizki, Rizki hanya menerimanya dan lagi-lagi ia tidak bicara.Rin pun tidak bisa melihat ekspresi Rizki karena ia memakai helm.


Rizki yang hendak mengegas motornya,di hentikan oleh Rin.tangan Rin memegang tangan Rizki yang hendak mengegas motornya.


"Gue mau ngomong."akhirnya Rin berucap.


Rizki mencabut kunci motor nya dan setelah itu ia membuka helmnya.


"Apa?"ucap Rizki yang sekarang sudah turun dari motornya.


"Kenapa lo tadi nggak main."tanya Rin


"Nggak penting."jawab Rizki,yang kenapa pertanyaan Rin seakan akan merendahkan nya.


"Ya udah deh.."Ucap Rin,Rizki melototkan matanya apa-apan Rin


"Cuman gitu doang maksud lo apa Rin."


"Apa?"ujar Rin


Rizki menghela nafasnya kasar dan menaiki motornya lagi.


"Gue tahu kenapa lo ngga main mungkin karena lo terlalu hebat."ujar Rin.Rizki yang tadi hendak memakai helmnya tidak jadi.


"Gue tunggu lo main di turnamen Riz."ucap Rin sambil tersenyum.dan itu membuat jantung Rizki berdetak dua kali lebih cepat.


"Dan gue tau lo hebat."ujar Rin lagi setelah itu masuk kedalam gerbang dan melangkah masuk kedalam rumahnya.


Sedangkan Rizki mungkin saja malam ini ia tidak bisa tidur.


"Tadi Rin senyum.."ujar Rizki pada diri sendiri"Rin senyum,tadi seharusnya gue video Rin senyum."ujar Rizki lagi.ia bahkan melupakan apa yang tadi terjadi.yang membuat ia menghilangkan senyuman adalah Rin dan sekarang yang membuat ia tersenyum lagi adalah Rin.


**********


Helena Merebahkan tubuhnya di kasur, ia kira tadi hanya jadi cadangan tapi hal yang tidak di ingin kan malah terjadi. Sia yang tadinya baik baik saja di babak pertama,pas dia melawan sekolah High kaki nya malah terluka dan itu membuat Sia diganti oleh Helena.


Dan besok Helena juga harus tanding Basket dan lusa nya ia harus lomba matematika.


Helena yang ingat Matematika langsung terbangun dan setelah itu ia langsung berlajar.walaupun lelah tapi itu kan hanya fisik nya yang lelah otak nya jangan.


.


.


.


To Be Continue.


Maaf Up nya lama soalnya abis USP.

__ADS_1


Semoga nggak ngebosenin😊


__ADS_2