The Enemy

The Enemy
Chapter 76


__ADS_3

~Happy Reading ~


Pemilihan OSIS telah usai, sekarang yang jadi ketua OSIS adalah Rin Leach. Cukup mengejutkan memang, karena seorang Rin Leach yang hidupnya tidak penuh semangat dan kurang berpartisipasi dalam kegiatan sekolah bisa menjabat sebagai ketua OSIS. Yah ini semua berkat Laptop yang Rin berikan pada seluruh Siswa Victoria.


Dan hal ini mengingatkan author pada penggalan lirik money milik lisa blackpink😂,,, Everyone silent, listen to my money talk


Rin sekarang bisa dengan leluasa masuk ke ruang OSIS lalu duduk di kursi yang di sediakan untuk ketua OSIS, bukan hanya itu saja, Jas yang Rin pakai sekarang bukan lagi seragam sekolah. Tapi seragam yang menjadi ciri khas ketua OSIS. Rin melirik jam tangan nya ini waktunya untuk masuk kelas, lalu Rin beranjak dan melangkah keluar untuk menuju kelasnya. Ada beberapa Siswa yang menyapa Rin tapi Rin tidak menyapa balik. Walaupun sudah menjadi ketua OSIS Rin tetaplah Rin, berjalan dengan wajah datarnya.


Saat masuk kelas, ternyata sudah ada guru yang mengajar. Rin tidak meminta maaf karena terlambat atau apa pun, Rin berjalan ke kursinya dengan tenang, mengabaikan tatapan tajam dari guru yang mengajar dan juga tatapan julid dari teman kelasnya.


"Aneh banget orang kayak gitu bisa jadi ketua OSIS."cibir Sindy.


Helena yang duduk di depan tetap menatap ke papan bor, bahkan saat Rin masuk Helena tidak melirik sekalipun. Helena tidak lagi mau berurusan dengan Rin, Helena juga tidak ingin menganggap Rin sebagai musuhnya bahkan teman.


Setelah pelajaran usai, satu-persatu Siswa keluar kelas untuk pulang, yah memang ini adalah pelajaran terakhir di hari ini.

__ADS_1


Rizki yang sudah bersiap-siap pulang, terhenti sesaat melirik ke arah Rin. Ini saatnya Rizki mempromosikan dirinya, agar bisa menjadi wakil ketua OSIS.


"Rin, lo belum pulang,"Pertanyaan Rizki tidak di jawab oleh Rin. Rizki pun duduk di kursi dan mendekatkan kursi itu ke samping Rin.


"Rin, lo belum ada wakil OSIS kan? Pasti lo pusing cari wakilnya, biar lo nggak pusing biar.."Rizki berdiri dari duduknya lalu menepuk dadanya dengan semangat dan berucap.


"Biar Gue yang jadi wakilnya."ujar Rizki, Rin menghela nafas lelah lalu melipat MacBook nya, dan berdiri.


"Gue udah ada wakil nya."jawaban Rin secara halus menolak permintaan Rizki.


"Siapa? Rendi,"


"Sera ikut gue sekarang ke ruang OSIS."Suruh Rin pada Sera, Rin melangkah terlebih dahulu.


Sera pun mengikuti Rin dari belakang, ada perasaan takut di hati nya. Sera sesekali membenarkan letak kacamata nya karena merasa tidak nyaman oleh tatapan siswa yang berada di koridor.

__ADS_1


Saat telah sampai di ruangan OSIS ternyata mereka sudah di tunggu oleh Rivano.


"Rin, Kakak ingin berbicara dengan mu."ujar Rivano.


Sera yang mengerti pun memilih untuk keluar ruangan.


Sedangkan Rin tampak bingung dengan kehadiran Rivano, sejak kapan dia di sini dan kapan pulangnya dari Singapura.


Rin dengan malas duduk di kursi, ia sudah menyiapkan kuping untuk mendengar segala ocehan dari Kakak nya.


"Rin kamu bisa-bisanya menyalonkan diri jadi ketua OSIS, Kakak rasa kamu tidak pantas untuk itu."


"Waktu itu Kakak bilang aku harus berpartisipasi dalam sekolah ini dan jangan males-malesan, menurtku saat aku jadi ketua OSIS aku sudah berpartisipasi dalam sekolah ini."sahut Rin tegas


"Tapi tidak harus jadi ketua OSIS segala, setelah ini kamu harus mengundurkan diri jadi ketua OSIS."suruh Rivano. Rin mengepalkan tangannya yang ada di atas meja setelah itu tanpa pikir panjang Rin beranjak dari sana dan pergi keluar. Rin menutup pintu itu dengan keras, yang membuat Rivano refleks menutupkan matanya.

__ADS_1


**TBC........


maaf untuk updatenya lama soalnya aku sekarang lagi UTS**.


__ADS_2