The Enemy

The Enemy
Chapter 87


__ADS_3

~HAPPY READING ~


Rin benar-benar tidak mengerti dengan situasi hari ini, Helena yang tiba-tiba di bully, Rizki yang menjadi ketua kelas, Rendi yang semakin dekat dengan Citra.


Apa yang telah terjadi dalam waktu seminggu ini. Daripada menunggu Rizki yang entah kapan selesainya dengan urusan OSIS, Rin lebih baik ke kantin untuk makan siang.


Rin seperti biasa ia hanya membeli teh gelas, karena Rin sudah membawa roti dari rumahnya. Menikmati makanan siangnya sembari memainkan MacBook.


Sesudah rotinya habis dan minuman es teh nya juga sudah habis dan sebentar lagi masuk kelas.


Rin beranjak dari duduk nya tak lupa untuk membawa MacBook nya, saat akan melangkahkan keluar ada seseorang yang tidak sengaja menabrak Rin, karena orang itu membawa jus dan jus itu mengenai baju seragam Rin.


"Sorry gue nggak seng...


"Rin?"lanjutnya.


Rin hanya menatap datar orang itu.


"Kenapa Rin, Lo mau marah? Hah, mau buli gue juga."ujar Helena, yang menabrak Rin Helena dan yang menumpahkan jus juga Helena.


"Silahkan, buka mulut lo Rin Leach keluarin kata-kata pedes lo Hah.."Helena malah marah-marah, dan hal ini membuat Rin semakin aneh, bukankah harusnya Rin yang marah.


Rin malah malas untuk menanggapi Helena, Rin memutar kan bola matanya bosan lalu menyenggol Helena dan melangkah keluar.


"RIN..... LO UDAH NGGAK BERANI IYAHHH SAMA GUE HUU... CUPU LO."teriak Helena, yang membuat Siswa yang berada di kantin menatap Helena aneh.


"Helena kayaknya udah gila,"

__ADS_1


"Iya, butuh ke psikiater tuh karena udah nggak punya temen."


"Kasihan sih, saat dia susah temennya nggak bantu."


"Apalagi Vita.."


"Iya..."


Begitulah sekiranya ghibahan Siswa perempuan yang ada di kantin.


**********


Sebelum masuk ke kelas, Rin mampir dulu ke toilet untuk membersihkan baju nya yang kotor, dan saat sedang membersihkan bajunya Rin mendengar seseorang sedang berbincang di balik bilik toilet.


"Lo udah keterlaluan Vit, Helena nggak salah apa-apa, keluarga nya cuman bangkrut kenapa harus buli dia."


"Tapi kan,"


"Dia udah nggak pantes temenan sama kita,"


"Tapikan sebelum Helena miskin, lo juga kan waktu itu sama kayak Helena sebelum Ayah lo sekarang dapet proyek yang gede."


"Beda lah, Ayah gue kan nggak miskin cuman yah dia emang bukan bos."


"Emang Ayah lo kerja di perusahaan apa?"


"Properti, namanya ***."

__ADS_1


Saat Vita menyebutkan nama perusahaan, Rin baru mengerti sekarang ucapan Vita tadi seperti semuanya terhubung dan ada maksud nya, dan tanpa sadar Vita telah memberitahu semuanya.


setelah membersihkan seragamnya Rin keluar dari toilet tapi dia tidak menuju ke kelas melainkan ke rooftop sekolah.


Saat membuka pintu rooftop yang ternyata suasana nya sudah berubah, ada kursi panjang di sana, Rin pun duduk. Bahkan di tengah rooftop ada sayuran daun hijau, seperti sawi, tomat dan cabai rawit. Siapa yang membuat rooftop seperti ini.


Sekarang Rin saatnya untuk fokus untuk mengerjakan sesuatu.


Sedangkan di kelasnya, mereka semua sedang mengerjakan tugas Matematika yang sangat sulit karena hanya diberikan waktu satu jam saja.


.


.


.


.................................TBC...................................


**SORYY KALO PART NYA DIKIT......


MAKASIH YAH YANG UDAH MAU MAMPIR**.



**Jangan lupa juga baca novel ku yang lainnya yang nggak kalah seru dari THE ENEMY.


Thankss see you🤗**

__ADS_1


__ADS_2