The Enemy

The Enemy
Chapter 19 (Revisi)


__ADS_3

~HAPPY READING ~


Hari sudah pagi. Tapi pagi ini mereka yang mengikuti Camping, di harus kan untuk berangkat pagi sekali sekitaran jam 7.


Tapi beda hal nya dengan Rin. dia memilih untuk tidur dan tidak peduli dengan gedoran di pintunya.


tapi hal itu malah mengganggu pendengaran nya, Rin dengan malas bangun dan membukakan pintu.


"Non bukannya pagi ini Non Rin harus pergi Camping,"teriak dari luar.


"Saya tidak ikut."


"Tapi No...


Brukk


Rin masuk lagi ke dalam kamar nya tidak memperdulikan Asisten rumah tangga keluarga Leach.


Akhirnya ART itu lapor pada tuan nya, jika Nona Rin tidak ikut Camping.


"Beritahu tahu dia jika dia ikut Camping, saya akan belikan nya satu set komputer."Kata Herlano.


Dan ART tersebut kembali lagi ke depan kamar Rin.


Tok Tok Tok....


setelah tiga kali ketukan Rin pun muncul.


"Non harus ikut Camping..."


"Apa untungnya bagiku?"


"Non akan di belikan satu set komputer kalo Non Rin ikut."


"Oke."tanpa di sangka Rin menyetujuinya.


ART itu melapor lagi pada tuan nya kalo rencananya berhasil.


Herlano menelepon pihak sekolahan agar menunggu anaknya terlebih dahulu.


Dan permintaan Herlano jelas saja membuat Siswa lain kesal, karena mereka harus menunggu satu jam lagi.


Rin keluar dengan jaket hoodie biru laut dan celana jeans tak lupa ia membawa tas kecil digendong nya.


"Antar kan Rin ke sekolah nya,"titah Herlano pada supir.


"Baik tuan."


Herlano hanya bisa menghela nafas lega, mengurus Rin memang sulit, anak yang paling keras kepala, bagaimana Rivano mengurus Rin dengan begitu sabar, pikir Herlano.


Oh iyah Rivano sedang ada diluar negeri sekarang.


~o0o~


Sekarang keadaan didalam Bus sudah mulai di penuhi dengan sumpah serapah.

__ADS_1


"Ishhh lama banget sih keluar aja yuk Vit?"ajak Helena pada Vita yang duduk di samping nya, Vita pun mengangguk setuju.


"Astaga gue jadi gerah banget,"keluh Helena lalu keluar dari bus begitu pun dengan Vita.


"Iyah Hel, kita nungguin siapa sih?"


"Gue juga nggak tahu Vit, emang sebegitu penting nya tuh orang, sampe harus di tungguin segala.."


"Hel liat si Rin, katanya nggak mau ikut."tunjuk Vita yang melihat Rin turun dari mobil dan berjalan kearah nya.


Helena langsung melotot, Rin melewati Helena begitu saja dan langsung masuk Bus tersebut.


"Ayo cepat para Siswa yang masih di luar diharapkan masuk, sebentar lagi Bus akan berangkat."interupsi dari seorang guru


"Jadi dari tadi kita tungguin si Batu..."Ujar Helena kesal dan langsung masuk. Vita langsung mengikuti Helena masuk kedalam Bus.


Helena melihat Rin yang sudah duduk di kursi penumpang.


"Cihh...dasar Batu."gerutu Helena lalu duduk di kursi penumpang.


Keadaan Bus yang tadi nya senyap. tapi di tengah-tengah jalan mulai gaduh karena keributan yang berasal dari si Gio.


tadi nya hanya Gio saja yang menyanyi tidak jelas, tapi lama-kelamaan seluruh Siswa laki-laki pun jadi ikutan, bukan hanya Siswa laki-laki, ada juga Siswa perempuan yang tidak mau diam di tempat dan ikut bernyanyi seperti hal nya Sandra. Walaupun tidak tahu lirik tapi ikut menyumbangkan suaranya.


"Berisik deh San, kalo lo nggak bisa nyanyi diem ajah,"tegur Helena dengan wajah kesalnya, mungkin kekesalan tadi masih ada di hati Helena.


Sandra yang hatinya sensitif pun, matanya mulai berkaca-kaca dan menutup mulut nya, bukan hanya mulut Sandra bahkan menutup telinganya juga dengan Earphone


"Baperan."cibir Vita.


~o0o~


"Kita bikin tendanya di sini."Ucap Helena pada rekan-rekan nya.


Mereka berempat pun mulai membuat tenda itu tapi tiba tiba Bu Lita menghampiri.


"Disini ada berapa orang yang akan tidur di tenda ini?"


"Ada 4 Bu."Jawab Vita


"Oh masih muat untuk satu orang lagi nih,"


Helena yang lagi sibuk memasang rangkaian besi itu seketika terdiam.


"Perasaan gue nggak enak nih."Batin Helena


"Rin..."Panggil Bu Lita, Rin pun datang dengan wajah yang seperti biasa nya.


"Tuh kan."gumam Helena


"Kamu akan tidur di tenda ini sama mereka,"


"Tapi Bu..."Helena hendak membantah tapi.


"Udah yah nggak usah ribut."potong Bu Lita

__ADS_1


"Kamu bantu mereka,"Suruh Bu Lita kepada Rin, setelah itu Bu Lita pergi.


Rin bukannya membantu teman nya ia hanya melihat nya saja, bahkan sedari tadi ia tidak bergerak sedikit pun di tempat nya.


Untuk beberapa menit mungkin Helena sabar tapi saat tenda nya akan sedikit lagi jadi, Helena muali kesal dengan sikap Rin.


"Belum juga satu hari disini, udah bikin darah tinggi."kesal Helena.


"Rin kalo lo nggak bantuin kita jangan harap lo bisa tidur disini."tukas Helena dengan kesal, belum juga satu hari tapi sikap Rin sudah membuat darahnya mendidih. Dan setelah itu Rin meninggalkan temannya yang masih ke susahan membuat tenda.


"RINNN...."teriak Helena kesal


"Biar gue aja yang bantu.."Ucap seseorang dari arah kejauhan ternyata Rendi.


"Ini tinggal di didirikan doang..."ujar Rendi yang mulai mendirikan tendanya.


"Udah jadi."Ucap Rendi


"Makasih yah Ren."Ucap Helena dengan senyuman di bibir nya.


Rendi hanya mengangguk dan pergi dari sana.


"Yuk kita ambil tas sama barang-barang,"Kata Helena ke teman-teman nya.


Mereka pun mengambil barang-barang dan tas mereka.


"Pokoknya si Rin nggak boleh tidur di tenda kita."Helena benar-benar sudah muak dengan keberadaan Rin di sekitarnya.


"Tapi Hel nanti Bu Lita marah,"sahut Vita


"Bodo amat, nanti gue yang bilang sama Bu Lita supaya si Batu di pindahin! awas aja kalo sampe dia nginjakin kaki nya kedalam tenda."


"Hel kayak nya si Rin udah ada didalam tenda deh,"tebak Sandra karena resleting tendanya tidak terkunci.


Helena melihat ke dalam tenda dan benar saja Rin sudah ada di dalam sana dengan keadaan sudah tertidur pulas. Helena meremas ujung kain tenda nya dengan nafas naik turun, sekarang ia benar-benar sudah kesal.


"RINN...."teriak Helena menggelegar.


~o0o~


Mungkin Camping kali ini akan jadi Camping terburuk yang pernah Helena alami, karena ia satu tenda dengan musuh nya yang seenaknya saja.


Bahkan liat saja sekarang musuh nya bisa makan dengan tenang di tenda yang sudah ia buat bersama teman-temannya. Rin makan dengan lahap tanpa ada rasa bersalah pun.


"Gue bawa Coklat buat cuci mulut, kalian mau nggak?"Tanya Sandra dan mengambil kotak Coklatnya di dalam tas kecilnya.


"Gue mau.."Sahut Vita dan langsung mengambil Coklat di kotak Sandra


"Gue juga mau yah San,"ujar Cindy.


"Nih Rinn.."Sandra memberikan Coklatnya ke kotak makan Rin dengan gemetar


"Thanks,"Ucap Rin yang membuat Sandra tersenyum.


Tapi tidak dengan Helena, ia menyunggingkan bibir nya, setelah itu ia pergi keluar tenda

__ADS_1


"Hel, lo mau kemana?"Teriak Vita lalu mengejar Helena.


TBC.


__ADS_2