The Enemy

The Enemy
Chapter 88


__ADS_3

~HAPPY READING ~


Setelah pulang sekolah Rin langsung masuk ke kamarnya, ternyata tugas kali ini benar-benar rumit.


Rin membuka komputernya dan memulai mencari nama perusahaan yang dulu Ayah Helena kerja.


"Ini harus minta bantuan Kak Rivano."ujar Rin, tangannya sembari terus menari di keyboard komputer itu. Rin sangat fokus sampai-sampai jam sudah menunjukan jam 12 malam.


Terasa sudah cukup Rin pun mematikan komputernya lalu beranjak dan tidur.


********


Sekolah Hari ini sedikit senggang karena ada beberapa guru mata pelajaran yang ijin.


Rin sekarang sedang berada di kantin menikmati sebotol susu kotak dan roti yang ia sengaja bawa dari rumah.


Saat sedang menikmati ketenangan, ada beberapa orang yang membuat ketenangan nya hancur.


"Lo ngapain beliin gue batagor pedas.."teriak Vita sembari terus memaki Helena yang sedang makan. Vita marah pada Helena karena Helena membeli batagor yang pedas padahal kan Vita tidak suka pedas.


"LO BUDEK APA TOLOL."ujar Vita sembari menjentulkan kepala Helena.


"Lo kalo benci sama gue bilang.."


"Hah...Lo banci sama gue..."Vita terus mencecar Helena dengan pertanyaan yang sama. Helena menutup kedua mata nya, genggaman tangannya saat menggenggam sendok menguat itu tandanya Helena sedang kesal tapi mencoba ditahan.


"Kalo lo benci bilang..."sekarang Vita menyiramkan minuman Helena, ke kepala Helena.

__ADS_1


Prang.......


"Iya gue benci sama lo."jawab Helena lantang, nafasnya naik turun.


Vita yang mendengar itu tertawa miring, lalu mendorong Helena sampai Helena tersungkur ke lantai.


"Benci, semua orang yang ada di sini juga benci sama lo."


"Udah Vit."Sandra mencoba memenangkan Vita.


Rin yang melihat kejadian itu tersenyum miring, dan lagi-lagi Rin merekam kejadian itu.


"Lo kalo benci sama gue bilang.."suara Vita bergema di kantin, dan suara itu berasal dari MacBook nya Rin.


Vita mengalihkan pandangannya dimana suara itu ada. Saat Vita akan menghampiri Rin, Rin lebih dulu menghampiri Vita.


"Maksud lo apa Rin, Hapus?"suruh Vita.


"Bagus Rin, karena emang itu sampah."ucap Vita sembari tersenyum dan melirik Helena.


"Emang sampah kayak kelakuan lo."ujar Rin santai sembari menutup MacBook nya.


Vita yang tadinya tersenyum jadi tidak jadi.


"Maksud lo apa?"tanya Vita sambil mendorong Rin,


"Gue tahu keluarga lo,"Rin melangkah ke arah Vita."Perusahaan bokap lo itu."

__ADS_1


"Sandra kita masuk ke kelas."suruh Vita, dan ucapan Vita berhasil memotong ucapan Rin. Vita dan Sandra pergi keluar kantin.


Saat Rin hendak melangkah keluar kantin, tangannya di tahan.


"Bantuin gue."pinta Helena


**********


"Kok bisa sih Rin tahu, pokoknya gue nggak mau tahu iyah lo jangan sebut nama gue di depan Rin mau pun Helena."


"Terus nanti cuman gue doang yang di salah in gitu."


"Selama lo kayak sekarang gue nggak pernah minta imbalan apapun, lo bahkan lupa sama janji lo sendiri, pokoknya lo nggak boleh sebut nama gue udah itu aja."


"Nggak gue nggak mau nurutin kemauan lo."


"Lo tahu kan gue juga bisa ngehack sama ngeretas kayak Rin, bisa aja gue sebarin aib lo, inget itu."setelah mengucapkan itu perempuan itu pergi meninggalkan Vita.


"Gimana ini gue nggak mau miskin lagi."ujar Vita frustasi.


"Nggak mungkin gue minta bantuan sama si Sandra cupu,"


"Sindy."setelah mengingat nama Sindy, lalu Vita pergi menemui Sindy.


.................................**TBC...............................


Makasih yang udah mampir😊

__ADS_1


makasih juga buat yang udah Komen sama dan like😘


Sorry kalo ada TYPO**


__ADS_2