The Enemy

The Enemy
Chapter 56(Insiden)


__ADS_3

Selamat Membaca🤗


______________________________________________


Helena lagi-lagi dihadapi dengan masalah.dan ia hanya bisa menghela nafas lelah.


Gara-gara foto itu Helena harus menyewa seorang hackers dan menyuruh nya untuk menghapus foto aib nya yang bertebaran di sosial media.


"Awas aja besok gue harus kasih perhitungan sama si batu cihh bisa bisa nya dia kayak gitu,"Oceh Helena sambil memakan keripik kentang nya dengan emosi,tangan kanan nya bertugas untuk menscrol akun ig nya sedangkan tangan kirinya bertugas untuk memasukan keripik kentang kedalam mulutnya.


"Sebentar lagi turnamen basket dan si batu bikin gue nggak konsen untuk latihan atau jangan-jangan dia sengaja nyebarin aib gue biar gue nggak menang,dan tanpa nggak langsung dia udah beritahu semua Siswa kalo gue nggak punya bakat apa-apa."lanjut nya. Dan lagi-lagi Helena berbicara sendiri ia mulai berpikir kalo Rin memang tidak memberinya kesempatan untuk menjadi populer di sekolah famous ini.atau Rin tidak ingin ia mempunyai kenangan terindah disekolah ini.


"Kalo emang itu caranya buat bales dendam oke gue turuti,"ucap Helena sambil tersenyum miring.


"Hel kamu kenapa sehat?"tanya Hana yang tiba-tiba sudah ada didalam kamar Helena.


"Apa sih Ma."


"Kamu bicara sendiri kirain Mama lagi telepon an "


Helena tidak menyahut perkataan Mama nya atau meladeni,karena memang mood sedang tidak baik.


"Kayak nya kamu kurang makan deh,cepet turun ke bawah makan kita makan malam sama-sama."suruh Hana.


Dengan perasaan terpaksa Helena turun kebawah.


Ingatkan Helena kalau besok ia harus membuat keributan lagi.

__ADS_1


***********


Pagi ini Helena berangkat paling awal,bahkan terkesan terlalu pagi karena gerbang sekolah pun belum di buka dan baru di buka saat beberapa menit kemudian. Dan itu membuat Helena menunggu.


Helena datang pagi karena ia tidak mau ada siswa yang menatapnya rendahan atau ada siswa yang berani mengejeknya langsung.karena itu akan membuat beban pikiran nya bertambah.


Saat berjalan menyusuri koridor bulu kuduk nya berdiri,Helena merapatkan jaketnya ke tubuh nya bahkan ada beberapa lampu yang padam.ternyata sekolah kalo tidak ada siapa siapa dan suasana yang dingin dan gelap akan terlihat lebih menyeramkan.


Saat sudah ada didepan kelas Helena sedikit menghela nafasnya, ia mendorong pintu itu sedikit demi sedikit.


"Ah akhirnya..."Helena menghela nafas lega dan melangkah ke arah kursinya saat sudah sampai ia langsung duduk.


"Berapa menit lagi.."Helena melihat jam di pergelangan tangannya."ii mah bukan menit tapi jam gue haru nunggu satu jam ahh Mama...."teriak Helena


"Tidur aja lah daripada takut."dan akhirnya Helena memilih untuk tidur.


"Hel Hel bangun...."_


"Hel Helena bangun.."_Sandra dan Vita yang mencoba membangunkan Helena.


"Apa?sekarang jam berapa.."tanya Helena"gue ketiduran yah..."


"Lo sih pagi banget datang nya nggak takut Hel.."tanya Vita


"Lagian sekarang udah jam istirahat kali.."ucap Sandra,yang membuat Helena langsung menegangkan tubuh nya.


Apa iya ia selama itu tertidur.

__ADS_1


"Kok gue nggak di bangunin sih.terus Bu Sinta masuk?"


"Kita sengaja kali nggak bangunin lo lagian Bu Sinta juga nggak masuk."


Seketika kakinya lemas lagi dan matanya ingin kembali tidur tetapi otaknya tidak menginginkan itu.


"Astaga gue lupa.."_Dan saat itu juga Helena berlari keluar kelas.


Sandra dan Vita yang penasaran apa yang membuat Helena lupa langsung mengejar Helena.


Mereka berdua mengikuti Helena sampai ke atas tangga pertama,tapi Sandra dan Vita hanya melihat dari bawah Helena dan Rin sedang bertengkar. Karena penasaran akhirnya mereka mendekat.


"Selalu Gue gue gue...kenapa?"tanya Rin yang kesal karena selalu dituduh oleh Helena


"Yah cuman lo Rin yang benci sama gue,dan gue udah tahu siapa lo dan lo juga tahu gue.bahkan yang tahu wajah gue dulu hanya lo karena disini yang satu SMP sama gue lo dan Gio doang."


"Lo lupa satu orang lagi Hel,CITRA HAH gue emang benci sama lo tapi cara gue nggak kayak gitu yah.lagian cumab foto nggak usah di besar besarin seminggu lagi gue pastiin anak-anak akan lupa sama foto lo."kata Rin,dan Helena tidak bisa menjawab lagi.


Rin melangkah turun dari tangga"kalo jelek jelek aja,"ledek Rin.


Dan itu kembali membuat Helena kesal.Helena reflek mendorong Rin sampai Rin jatuh dari tangga itu.


Sandra dan Vita yang melihat kejadian itu hanya bisa menutup mulutnya.


Sedangkan keadaan koridor disini sepi.Helena dengan perasaan was-was memberanikan diri untuk turun dan mengecek keadaan Rin dia mati atau masih hidup.


Helena menyingkirkan helaian rambut Rin setelah itu tangannya memegang kepala Rin.

__ADS_1


"Darah_"


To Be Continued


__ADS_2