
~HAPPY READING ~
Sera yang berada di luar tampak bingung, sesaat melihat Rin keluar dengan wajah kesal. Langkah Rin sangat cepat membuat Sera kewalahan mengejar Rin.
Rin berjalan cepat ke atas rooftop dia ingin sendiri, tetapi saat sudah sampai rooftop Rin malah bertemu dengan Rendi.
Rendi yang melihat Rin dan hendak kembali turun, memanggilnya.
"Rin....tunggu,"Rendi mencegah Rin dengan menahan pergelangan tangannya.
"Ada yang ingin gue bicarain sama lo,"
"Jangan sekarang."tolak Rin
"Harus sekarang."pungkas Rendi.
Rin langsung mendongak kepala dan melihat mata Rendi yang tersirat akan sesuatu, setelah itu Rin menghela nafas panjang terlebih dahulu sebelum mengiyakan permintaan Rendi.
__ADS_1
Sera yang berhasil sampai ke rooftop dan melihat seorang Rin yang menangis di pelukan Rendi. Mungkin saja tadi kakak nya yang membuat hati Rin sakit pikir Sera.
Setelah itu Sera pun turun tangga dan meninggalkan rooftop. Setelah turun dari tangga dan berjalan di koridor langkahnya terhenti oleh seseorang.
"Misi gue mau lewat."pinta Sera,
"Misi mau lewat... "Ledek Sindy meniru kalimat Sera.
"Sekarang lo tambah sombong yah Ser,"
"Gara-gara lo nilai gue merah, padahal pas ujian kemarin gue manggil-manggil lo tapi kuping lo pura-pura budeg."Sindy menarik rambut Sera kasar.
"AAkkkhhh....sakit Sin."rintih Sera saat Sindy menjambak rambutnya.
"Sakit kan, itu yang gue rasain pas Mama gue tahu nilai gue merah kemarin, untung aja gue naik kelas."Sindy menarik kacamata yang sedang Sera pakai, lalu menjatuhkannya di lantai tidak sampai situ Sindy pun menginjak-nginjak kacamata itu.
Sera yang melihat itu berusaha menghentikan Sindy, dengan memegangi kaki Sindy. Dan kebetulan saja Rin datang.
__ADS_1
"Ri..n tolong gue,"teriak Sera meminta pertolongan.
Dengan tatapan kosong Rin hanya melewati Sera dan Sindy, bahkan Rin hanya berhenti sesaat, saat Sera memanggilnya.
Hal itu membuat Sindy tertawa.
"Rasain lo di cuekin."Sindy mendorong kepala Sera yang berada di kakinya setelah itu Sindy berjalan dan meninggalkan Sera, yang sedang menatap sedih kacamata nya yang hancur karena ulah Sindy.
Sera memungut kacamata itu, sesekali dia mengusap air mata nya yang mengalir di pipinya. Sera benar-benar sudah tertekan dengan perilaku Sindy, yang semakin tidak di turuti Sindy pasti akan berbuat kasar.
Sera, masih bersaudara dengan Sindy. Mamanya Sindy memang sangat keras pada Sindy karena Mamanya ingin Sindy menjadi dokter. Setiap kali ada ulangan atau tugas Sindy pasti menyuruh Sera yang mengerjakan, kalo Sera menolak Sindy akan menyuruh Papanya untuk menarik saham Ayahnya Sera, dan Sera tidak ingin hal itu terjadi. Karena
Tetapi pas ujian kemarin Sera berani untuk tidak selalu menurut pada Sindy, karena Ayahnya sudah mempunyai usaha sendiri dan tidak bergantung pada keluarga Sindy. Sera tidak menyangka hal itu akan membuat Mama Sindy marah besar, dan Sera tahu kalo Sindy sempat di tampar oleh Mamanya. Tapi saat Sera melihat sosok Sindy yang terluka, hatinya tidak merasa kasihan melainkan ada hal lain, perasaan puas.
**TBC.......
Sorry kalo pendek🙏**
__ADS_1