The Enemy

The Enemy
Chapter 28 (Revisi)


__ADS_3

~HAPPY READING ~


"Hel baru pulang,"tanya Hana yang melihat putri nya yang baru datang padahal sudah petang, dan sebentar lagi malam.


"Iya Ma."jawab Helena


"Makan dulu yah."


"Nggak Ma Hele langsung ke kamar aja,"


"Tapi Hel,"


"Nanti aja udah mandi pasti Helena makan."kata Helena setelah itu pergi.


Hana hanya menatap anak nya dengan rasa khawatir, akhir-akhir ini Helena jarang makan, bahkan selalu pulang terlambat.


~o0o~


Helena langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, rasanya benar-benar lelah, setelah ini mungkin ia akan langsung tidur.


Setelah selesai mandi dan sudah memakai baju tidurnya yang bergambar frozen. Helena langsung merebahkan dirinya di kasur, saat Helena ingin menutup matanya pintu kamar nya di ketuk oleh mama nya, yang menyuruhnya untuk makan.


Helena dengan langkah lelah nya menuju ruang makan, di sana sudah ada Mama nya.


"Makan dulu Hel, kamu dari kemarin nggak ikut makan malam."ujar Hana sambil menaruh lauk pauk kedalam piring Helena.


"Udah Ma cukup,"ucap Helena menghentikan tangan mama nya yang ingin memasukan sayur sup kedalam mangkuk nya lagi.


"Kamu seharusnya banyak makan sayur Hel."kata Hana, Helena hanya menyimak saja sembari memakan makanannya.


"Mama tahu kegiatan disekolah kamu akhir-akhir ini padat banget yah,"


"Nggak, aku cuman ikut tiga doang, sama lomba matematika."


"Iyah itu juga mampu menguras stamina kamu Hel,,apalagi karate sama Basket, kamu juga aneh ikut ekskul nya ekskul cowok semua."


"Huhuhkk,"Helena tersedak dan cepat-cepat minum.


"Ma itu nggak khusus untuk cowok kok, buat cewek juga ada."


"Yah sama aja."


"Nggak lah Ma."


"sam..


"Stop."Helena menghentikan ucapan Hana, karena ia tidak mau berdebat sekarang, Helena ingin cepat-cepat tidur.


~o0o~


Bu Lita📨


Hel jangan lupa hari ini kumpul di perpus.


Pagi-pagi Helena sudah menerima pesan seperti itu, Helena bangkit dan segera bersiap siap ke sekolah.


Setelah itu seperti biasa ia menyempatkan untuk sarapan terlebih dahulu setelah itu berangkat ke sekolah tidak lupa untuk berpamitan pada Mama nya.


~o0o~


Helena memasuki kelas dan ia sudah di sambut dengan senyuman kedua temannya.


"Lo berdua kenapa? aneh,"ujar Helena sembari duduk di tempat duduk nya.


"Hel, sekarang kan sudah semester genap dan ekskul drama akan ngadaian pentas."kata Sandra dengan semangat


"Terus?"


"Yah kita akan ikut untuk...


"Kalian kan tahu gue akhir-akhir ini sibuk, kayak nya gue mau absen dulu dari ekskul itu."ucap Helena yang memotong ucapan Vita.

__ADS_1


"Nggak Hel lo di tugasin buat bikin naskah drama nya, lo nggak akan meranin apapun kok."


"Tapi Vit," Naskah drama itu sulit apalagi ia tidak punya keahlian menulis cerita.


"Tenang Hel kita akan bantu kok."ujar Sandra melirik Vita, tapi lihat Vita malah menggelengkan kepalanya


"Aw..iya Hel."ucap Vita setuju setelah ia di cubit lengannya oleh Sandra.


Bell istirahat sudah berbunyi beberapa menit yang lalu dan seharusnya Helena saat ini. Helena istirahat di kantin bukan malah ada di pinggir lapangan.


"Sorry gue telat,"ujar seseorang


"Nggak papa kok Kak."Jawab Helena pada Bara, tidak ada angin atau hujan Bara meminta ketemuan di pinggir lapangan basket.


"Gini Hel nanti sore mm gimana yah.."ujar Bara sembari menggaruk kepalanya.


"Gimana apa Kak?"


"Gue mau minta bantuan lo buat nyari baju kaos basket yang baru, soalnya gue nggak bisa cari yang bagus waktu tahun lalu juga yang milihin serli."kata Bara


"Oh oke tapi Kak kalo sore saya nggak bisa,"


"Kenapa?"


"Sore ini saya harus kumpul di perpus buat ngomongin perlombaan."


"Perlombaan?"


"Iya lomba Matik,"


"Ohh lo ikut?"tanya Bara, Helena cuman mengangguk saja


"Jadi lo pintar dong, sama kayak si Rendi dia ikut juga lomba mata pelajaran Kimia."


"Hmm iya tapi masih pinteran Rendi,"


"Rendi pinter nya di kimia doang tapi Matematika B aja,"


"Hahahaha gu–e"Bara malah ketawa"Nggak bisa keduanya."jawab Bara.


Yang membuat Helena terdiam dan kikuk.


"Kak gimana kalo weekend aja?"saran Helena yang ingin cepat-cepat mengakhiri percakapan ini. Helena takut akan ada yang salah paham.


"Oke deh."jawab Bara sambil tersenyum manis kearah Helena.


**********


Sebenarnya Helena malas sekali menemani Bara untuk mencari kaos baru.


mentang-mentang mau lomba harus iyah kaos nya baru, batin Helena.


"Menurut lo yang bagus yang mana Hel?"tanya Bara, sembari menunjukan beberapa kaos Basket.


"Warna hijau bagus gak?"Ucap Bara meminta pendapat sedangkan Helena masih memikirkan warna apa yang bagus.


"Hmm.. kayaknya yang ungu bagus tuh Kak biar keliatan beda aja gitu,"


"Iya sih selama ini gue belum pernah beli kaos yang warna ungu, ya udah pesan yang ini."


"Tapi Kak kan harus minta persetujuan yang lai..


"Mbak saya pesan yang ini."teriak Bara yang tidak mendengarkan ucapan Helena tadi.


"Kenapa Hel?"


"Nggak-nggak papa kak."jawab Helena sambil tersenyum tapi terpaksa.


Setelah memesan itu mereka keluar dari tokoh itu, kata Bara nanti biar dia sendiri yang mengambil kaosnya.


"Lo pasti laper,"tanya Bara tapi Helena hanya terdiam.

__ADS_1


"Ya udah yuk kita cari ma...eh Ren Rendi.."ucapan Bara yang di akhiri dengan memanggil seseorang.


Rendi yang merasa disebut nama nya pun menoleh, bukuan hanya Rendi saja yang menoleh tapi juga gadis yang di samping nya.


"Yuk Hel kita ke mereka,"ajak Bara menyeret tangan Helena begitu saja. Setelah ini Helena akan memblacklist nama Bara dari kehidupannya, karena sudah menyeret Helena kepada dua orang yang tidak ingin ia temui.


"Kalian mau kemana?"tanya Bara, Helena yang berada di samping nya hanya bisa menghela nafas lelah.


"Kita mau makan."jawab Rendi


"Ya udah kita bareng aja,"ujar Bara dan saat itulah Helena ingin menghilang dari muka bumi.


~o0o~


"Huftttt....."


"Hel lo udah menghela nafas lebih dari sepuluh kali loh saat kita ketemu mereka,"ucap Bara santai dan detik ini juga Helena benar-benar memblacklist Bara dari hidup nya.


"Nggak kok."elak Helena, Bara hanya menggeleng kepala saja sekarang perhatian Bara tertuju pada dua orang di hadapan nya.


"Kalian kesini mau apa?"


"Kak Rivano suruh gue ajak Rin jalan-jalan."


"Ohhh."


"Kalo lo?"tanya Rendi kepada Bara, tepat makanan yang mereka pesan datang.


"Oh gue tadi habis pesan kaos basket buat nanti kita lomba,"jawab Bara setelah melihat pesanannya sudah lengkap di atas meja dan pelayan itu sudah pergi.


"Sama Helena."


"Iyah gue mau minta saran dia lo tau kan gue nggak bisa milih warna."


"Kakak minta saran sama dia?"pertanyaan Rin pada Bara membuat Helena yang tadi nya ingin menyuap makanannya ke mulut terhenti.


"Rinn.."panggil Rendi


"Makan."ucap Rin, setelah itu Rin melanjutkan makanannya seperti tidak akan ada yang ia ucapkan lagi.


Yang tadi nya Helena ingin marah menjadi tidak jadi. Rin diam saat ditegur oleh Rendi, mereka pasti ada sesuatu pikir Helena.


~o0o~


"Hufttt... makasih Kak,"ucap Helena sembari menghela nafas, saat sudah turun dari motor Bara.


"Lima belas kali sejak di Mall tadi oleh menghela nafas lo."


"Apaan sih Kak,"


"Ya udah gue pulang,"pamit Bara


"Hati-hati,"ujar Helena, setelah itu Bara melaju kan motor nya dan menghilang dari pandangan Helena, sekali lagi Helena menghela nafas tapi ini helaan nafas kebebasan.


Helena memasuki rumahnya, saat masuk ke dalam tidak ada seorang pun Mama nya juga tidak ada, Helena langsung naik ke atas menuju kamar nya.


Saat di dalam kamar ternyata ada seseorang dan itu Sandra.


"San, lo ngapain disini?"tanya Helena terkejut atas keberadaan Sandra.


"Gue mau bantu lo buat naskah,"jawab Sandra


"San gue tadi abis jalan sama Kak Bara tapi bukan jalan yang kayak gimana yah gue abis pesan kaos unt..


"Udah lah Hel gue percaya kok sama lo, lagian Kak Bara juga sering Chat gue kok,"potong Sandra, karena Sandra menganggap Helena sebagai sahabat nya.


"Gue takut lo salah paham,"


"Nggak akan, gue percaya karena oleh temen gue,"ucap Sandra sambil tersenyum ceria kearah Helena.


TBC.

__ADS_1


.


__ADS_2