
~HAPPY READING~
"OH MY GOD!! gue kesiangan."teriak Sandra yang baru terbangun dari tidurnya, dan berniat untuk ke kamar mandi.
"Emang lo mau kemana San?"tanya Helena yang belum sadar sepenuhnya.
"Sekolah emang kalian lupa,"jawab Sandra polos
"Dasar dodol ini weekend, sekolah libur."ucap Vita yang kesal tidurnya diganggu dan langsung tertidur lagi.
"Astaga gue kan ada janji sama Rendi,"ujar Helena yang baru sadar sesat setelah melihat ponselnya. Setelah itu Helena buru-buru masuk kedalam kamar mandi.
Bahkan Sandra yang tadi sudah diambang Kamar kecil, harus mengalah dan mempersilakan Helena masuk terlebih dahulu
Sandra kembali lagu ke kasur Helena dan mulai merebahkan diri disebelah Vita yang sudah tertidur lagi.
"APA? tadi Helena bilang jalan sama Rendi,"tiba-tiba Sandra bersuara yang membuat Vita terbangun.
"Apansih San berisik."
"Vit ini gawat, gue nggak mau Rendi jalan berdua sama Helena,"
"Terus lo mau Apa huaap?"Tanya Vita sambil menguap.
"Kita harua ikuti mereka Vit."
"Gue nggka mau, kurang kerjaan ngikuti orang yang lagi PDKT.."
"Ya udah kalo lo nggak mau.Padahal tadinya kalo lo mau gue mau kasih lo Sepatu terbaru sama Cosmetics yang lo mau"
Vita yang mendengar itu langsung menegakkan tubuhnya,wajahnya yang tadi muram karena baru habis bangun tidur mendadak jadi Cerah untuk sesaat.
"Yaudah sekarang kita pamit dulu San,"
"Yah kalo kita pamit nanti ketinggalan dong..."
"Nggak bakal, nanti gue tanya si Rendi dia mau kemana sama si Helena."
"Lo emang Sahabat terbaik gue.."ujar Sandra dan memeluk Vita,Vita pun membalas nya.
yah karena lo kaya
~o0o~
Rin sekarang sedang ada di teras Panti, begitu menyenangkan nya ia melihat seorang anak berlarian ke sana kemari. Fokusnya sekarang dengan dua anak kecil perempuan begitu serunya mereka bermain, seakan-akan mereka tidak akan terpisah kan. Dan mengingatkan Rin saat dirinya masih kecil.
"Seharusnya kamu menguncir rambutmu, Rin"Ucap gadis itu sambil membantu Rin menguncir rambutnya.
"Aku punya ide bagaimana kita memotong rambut kita?"
"Apa potong rambut."
"iya! biar tidak menganggu kita bermain."
"Apa kita harus memberitahu Rey,"
"Ishh tidak usah dia kan laki-laki."
"Oke,"dan selepas itu mereka berdua pergi entah kemana. Ingatan Rin buyar saat Hera datang.
"Rin Bunda mau ke pasar swalayan dulu,"ucap Bunda Hera dari belakang yang bersiap-siap untuk ke pasar.
"Bunda Rin ikut."
Bunda Hera berhenti untuk sejenak dan menatap Rin"Pakai celana panjang, Bunda tunggu di depan."
__ADS_1
Memang Rin kalo sedang di rumah ia hanya memakai celana pendek tapi baju nya panjang.
"Iyah Bunda."ujar Rin dan langsung berlari ke dalam.
~o0o~
"Apa masih tidak ada kabar tentang Rin,"tanya Rivano ke anak buah nya
"Belum ada Tuan."
"Kalian harus tanya pada anak yang bernama Rendi,"
"Baik tuan."
setelah mereka pergi, Rivano bersiap untuk pergi ke rumah sakit. kalo Ayah nya sadar dan mengetahui Rin tidak ada bisa dipastikan penyakit jantung nya akan kambuh lagi.
~o0o~
Helena menekuk wajahnya kecewa. ia pikir akan jalan berdua dengan Rendi tapi apa yang di depannya, ada Serli dan Bara. Helena risih mereka tidak tahu tempat untuk bermesraan apalagi si Serli centil banget.
"Soryy yah gue nggak tahu kalo tadi ada mereka,"bisik Rendi di samping nya, Helena hanya bisa tersenyum pasrah.
sekarang mereka berempat akan menuju ke bioskop.
"Yang beli Popcorn dulu dong,"
"iya–iyah"Bara yang menuruti keinginan Serli, Bara membeli Popcorn dengan Rendi sedangkan mereka berdua menunggu diluar.
"Tahan Helena lo harus bisa bersikap biasa aja."Helena sesekali melihat kesamping nya mencuri pandang kearah Serli yang sibuk dengan ponselnya. setelah itu Serli menjauh untuk mengangkat panggilan di ponsel nya, Helena yang diam diam penasaran mengikuti Serli.
"Kenapa harus menjauh."batin Helena
"Ser gawat si Citra mau ngadu ke pacar lo."
"kurang ngajar emang tuh orang. lo awasi dia jangan sampai besok dia ketemu sama Bara, awas aja."
"Tetep kita Bully, dan gue inget kalo si Bara lagi ada latihan basket jadi luasa kita.."
Helena mendengar samar samar nama Citra, Bara dan Bully.
"Bukannya Kak Bara nggak jadi latihan yah."gumam Helena saat ia berbalik
"Ngapain disini?"
"Gue–kita masuk."
untung Rendi bukan si Serli,tapi kemana tuh orang.
~o0o~
"Ayo cepat Sand kita ke bioskop sekarang,"Ucap Vita yang sudah siap dengan memata-matai Teman dan Saudaranya.
"Lo bener kan Vit?"
"Bener lah orang Rendi sendiri yang ngasih tahu."
Vita dan Sandra berjalan menuju bioskop, semua orang melirik mereka dengan aneh. bagaimana tidak pakaian yang mereka pakai seperti Detektif Sherlock memakai jubah dan topi.
"Vit gue malu.."Sandra yang masih mempunyai rasa malu
"Iyah San. kalo lo malu lo akan gagal, tahu nggak ngapain juga harus malu kita nggak nyuri."
Vita membeli tiket yang akan ditonton ternyata film nya sudah mulai"nih tiket lo cepet kita masuk."Vita memberi tiket ke Sandra
meraka duduk dibelakang Perempuan dan laki-laki yang lagi kasmaran.
__ADS_1
"Apa itu Rendi dan Helena yah, mesra banget,"ujar Vita
Sandra yang melihat mereka seketika dadanya sakit, tapi ia harus kuat.
kepala si Cewek berada dipundak si cowok, kadang si Cowok memasukan popcorn ke mulut si cewek, sampai tiba saat Second romantis, tiba-tiba reflex si cewek dan Cowok itu saling pandang dan.
Sandra tidak kuat lagi..
"Ahhh.."teriak Sandra dan lari keluar Bioskop, Vita pun langsung pergi mengejar Sandra.
"Kayak suara Sandra,"gumam Helena dan melihat kearah belakang yang mana ia malah melihat dua sejoli sedang, berciuman.
Helena langsung mengalihkan kan pandangannya kearah film sembari memegangi dadanya.
"Si serli sama Kak Bara nggak tahu tempat,"gumam Helena, tapi masih bisa di dengar oleh Rendi.
"Udah biasa,"komentar Rendi
"Lo sering liat?"
Rendi hanya mengangguk beberapa kali ia memergoki Bara dan Serli sedang berciuman mau itu dibelakang atau di tempat baju ganti, yang paling parah ia melihat di lapangan.
Film pun selesai. satu persatu orang keluar dari bioskop. begitupun mereka berempat.
"Ren gue duluan yah pulang,"kata Bara yang merangkul Serli, Rendi hanya mengangguk saja setelah itu Bara dan Serli pergi.
"lo mau makan dulu atau pulang?"tanya Rendi
"Makan kayak nya."jawab Helena
"Oke."
tanpa mereka sadari sedari tadi ada yang mengikuti mereka, bahkan orang itu sesekali mengambil gambar mereka.
sedang kan ditempat lain seorang cewek berambut pendek sedang menangisi nasib nya.
"lo ngg–ak.. nge–rasain si Vit hiks hiks,"ucap Sandra sesegukan.
"Gue yakin itu bukan mereka."
"Tapi kalo itu mereka gimana?"
"Yah berarti mereka jadian."ucapan Vita malah membuat Sandra semakin menangis.
"Udah dong San, rencana kita jadi gagal kan."Vita yang mulai membuka jubah nya karena kegerahan.
Saat tadi Sandra menangis ia langsung pulang ke rumah Sandra, karena Vita tidak ingin menanggung Malu.
~o0o~
Hari sudah mulai gelap tapi Rivano belum juga menemukan adik nya. pekerjaan nya semakin menumpuk dimeja kerja, semua rapat penting terpaksa ia batalkan hanya untuk mencari adiknya.
"Tuan. Nona Rin sudah datang,"
"Suruh dia keruangan saya."pinta Rivano kepada suruhannya setelah itu bodyguard berlalu pergi. Tak lama kemudian bodyguard datang bersama Rin, setelah mengantarkan Rin suruhan Rivano lalu keluar.
Tanpa di suruh Rivano, Rin sudah duduk di kursi yang berhadapan dengan Rivano.
Rivano melemparkan sebuah benda persegi panjang yang tak lain adalah ponsel.
"Bawa ini saat kau berpergian,"
"Ribet."Rivano melotot karena jawaban Rin, dengan entengnya Rin menjawab ribet. apa tidak terbalik, selama ini ia selalu membawa MacBook kemana-mana tapi saat disuruh membawa sebuah Benda yang puluhan kali lipat lebih kecil, katanya Ribet.
"Ribet mana dengan MacBook mu itu, benda ini bahakan muat dikantong saku mu Rin. Jangan lagi membuat Kakak marah Rin Leach, Kakak tidak akan menanyakan kau darimana, atau apa, tapi bawa Ponsel ini."
__ADS_1
Tanpa banyak bicara Rin mengambil Barang Persegi itu, setelah itu ia pergi begitu saja.
TBC.