
HAI SEMOGA MASIH INGET YAH SAMA NOVEL AKU YANG INI😉😁
~HAPPY READING ~
Rendi terlihat termenung di depan ruang BK, menunggu Citra dan tiba-tiba ponselnya berdering tertera nama Rin di ponselnya, tidak banyak berpikir lagi Rendi langsung mengangkat panggilan tersebut.
Rin menyuruh menemuinya, Rendi bingung. Menemui Rin apa tetap di sini untuk menunggu Citra. Akhirnya Rendi memutuskan untuk pergi menemui Rin. Mungkin saja Rin bisa menolong Citra.
Akhirnya Rendi memutuskan untuk menemui Rin, tapi ada yang beda kali ini, Rin meminta Rendi untuk datang ke halaman belakang sekolah bukan ke rooftop seperti biasanya.
"Rin."panggil Rendi setelah sampai di sana, Rin pun membalikan badannya dengan ekspresi yang seperti biasanya.
"Ada apa?"tanya Rendi,
"Ikut gue."ujar Rin berjalan ke arah tembok pembatas, dengan perasaan yang tidak nyaman Rendi menurut dan mengikuti Rin dari arah belakang.
"Naik."suruh Rin.
"HA."Rendi tidak mengerti, lalu melihat ke arah Rin, dan kepala Rin mengisyaratkan Rendi untuk naik ke atas tembok pembatas.
"Nanti, maksud lo gue naik ke tembok,"tanya Rendi, Rin menganggukkan kepalanya.
Rendi mengusap rambutnya dengan frustasi. "Lo mau kita bolos."
"Iya."jawab Rin datar, Rendi menggelengkan kepalanya. Bener kata Helena kalo Rin gila, batin Rendi.
"Nggak gue nggak mau bolos, Rin walaupun gue cowok tapi untuk urusan menentang peraturan sekolah gue nggak mau."tolak Rendi.
"Oke, lo nggak jadi?"
Rendi menggeleng, yang berarti tidak.
__ADS_1
"Yaudah kembali ke kelas."ucap Rin, Rendi mengangguk lalu mulai melangkah, tapi Rendi merasa Rin tidak mengikuti langkahnya.
Rendi membalikan tubuhnya, lalu ia membulatkan matanya, Rendi kaget Rin senekat itu untuk bolos.
Ketika kursi dan meja yang Rin naikin sedikit bergoyang, Rendi langsung berlari lalu memegangi meja dan kursi yang menjadi alat untuk Rin membolos. Dan Rin kaget Rendi berada dibawahnya.
"TUTUP MATA LO."teriak Rin keras. Rendi kaget dan langsung menutup mata nya. Rin berusaha meloncat dari tembok yang tingginya lebih dari 2 meter itu.
Lalu setelah Rin meloncat, giliran Rendi yang naik dan terpaksa Rendi juga ikut membolos bersama Rin.
Setelah berada di luar lingkungan sekolah, Rendi melihat wajah Rin yang merah. Refleks tangan Rendi menghalangi wajah Rin.
"Panas yah Rin, muka lo merah."ujar Rendi polos, Rin langsung menyingkirkan tangan Rendi yang menghalangi pandangannya. Lalu Rin memegangi wajahnya.
Baru kali ini Rin ingin menampar wajah Rendi, dan Rin tidak menyangka Rendi jadi se bego itu. Lalu Rin melangkah lebih dulu, lalu di ikuti Rendi dari arah belakang.
"Rin kita mau kemana,"
"Rin...kita mau kemana.
"Rin...
"Kita mau kemana?"tanya Rendi lagi,
'kenapa dia jadi bawel.'batin Rin.
"Ke Mall."jawab Rin lalu berjalan.
"Hah. Mau apa?"
~o0o~
__ADS_1
Disisi lain Citra telah keluar dari ruangan Bk, tapi tidak melihat keberadaan Rendi.
Citra berpikir kalo Rendi sudah ada di dalam kelas, tapi saat Citra masuk kedalam kelas, Rendi juga tidak ada di situ, tapi tasnya Rendi ada.
"Mungkin Rendi ke toilet."ucap Citra. Tak lama guru pun masuk dan pelajaran di mulai.
Sampai pelajaran selesai Rendi masih tidak datang ke kelas.
"Rendi kemana sih, coba gue cari di kantin."lalu Citra pun beranjak dan keluar dari kelas.
Saat Citra berjalan di koridor tanpa sengaja Citra melihat Helena yang berjalan berlawanan, Citra yang tak mau bertemu Helena memutuskan untuk sembunyi.
"Hel, si Rin kayaknya beneran bolos deh,"ujar Sandra.
"Palingan di rooftop."kata Helena,
"Tapi laptop sama tasnya masih ada di meja."
"Bodoh amat lah San, urusan gue bukan lagi si Rin tapi si Citra, gue lagi mikirin supaya perusahaan bokap gue kembali lagi."
"Mungkin Rin udah punya caranya Hel."suara Helena dan Sandra sudah tidak terdengar lagi karena mereka sudah menghilang dari koridor.
Citra keluar dari persembunyian nya.
"Jadi Rin juga nggak ada di kelas."
**To Be Continue.
Bagaimana yah nasih Citra selanjutnya, apakah Rin nanti akan menolong Citra karena permintaan Rendi atau berpihak pada Helena**.
__ADS_1
Pict, Rin dan Helena👆
Thanks udah mampir ke novelku🤗