
~HAPPY READING ~
Lupakan tentang waktu kejadian di Camping. Seminggu lagi akan ulangan pertama di sekolah ini. Helena harus bisa mendapatkan nilai tertinggi dan mengalahkan Rin, Helena tau nilai akademik Rin tidak bisa di ragu kan lagi, bahkan nilai nya nyaris sempurna kalo Rin tidak bermain-main dengan nilai harian dan mengikuti kelas dengan baik tapi dia selalu saja bolos.
"Huffs...."Helena menghela nafasnya sejenak lalu fokus lagi kepada guru yang mengajar, sesudah pelajaran ini selesai ia berniat untuk pergi ke perpustakaan.
***Bell berbunyi**
"Ini waktunya."gumam Helena, langsung membereskan alat tulis nya dan beranjak.
"Hel kantin yuk."ajak Vita
"Sory Vit, hari ini gue nggak ke kantin dulu,"ujar Helena sembari memasukan alat tulisnya.
"Kenapa?"tanya Vita cengoh
"Gue mau ke perpus, Dah vit gue duluan yah.."kata Helena langsung pergi begitu saja. Perkataan Helena, membuat Vita bergeming, mematung di tempat nya.
~o0o~
"Perpus, perpus."gumam Helena sambil berjalan keluar kelas.
Helena menaiki satu persatu anak tangga dengan semangat.
"Seharusnya nih sekolah buat lift."Helena butuh beberapa menit untuk sampai ke perpustakaan karena lantai nya yang berada di atas.
Helena langsung masuk, sebelum mencari buku yang akan ia pelajari, Helena di harus kan untuk mengisi daftar kunjungan terlebih dahulu, setelah itu ia langsung berkelana untuk mencari buku yang bisa menambah pengetahuan nya.
Tak begitu banyak orang di sini, hanya ada beberapa siswa saja. Helena sudah mendapatkan buku yang akan di pelajari nya, setelah itu ia duduk di kursi.
Saat sudah duduk Helena sedikit melirik seseorang di sebelah nya.
"Lo Sera kan?"tanya Helena.
Sera teman sekelas nya, tidak aneh sih kalo dia ada di perpustakaan dia satu-satunya orang yang tidak pernah berkomunikasi dengan teman sekelas nya.
Sera hanya mengangguk saja dan melanjutkan membaca buku nya, sesekali ia membenarkan letak kacamata nya.
Helena yang awalnya tidak peduli memilih untuk membaca saja, tapi sesekali ia melirik lagi kearah Sera, jiwa kepo yang Helena miliki terlalu tinggi, dan sesekali Helena mencuri pandang ke arah Sera yang sedang membaca. Novel yang Sera baca bukan bergenre romance yang selalu remaja lain baca, tapi seperti bergenre trailer, terlihat dari covernya pisau dan..
~o0o~
"Vit sini..."panggil Sandra yang sudah ada di kantin.
"Mana Helena?"
"Ke perpus."jawab Vita meletakkan bakso nya di meja.
"APA!!, Perpus'Helena?"tanya Sandra kaget, yang masih tidak percaya.
"Iya, kenapa sih."ucap Vita kesal pada Sandra, sebenarnya Vita juga sama ia merasa aneh dengan Helena tidak biasanya dia pergi ke perpustakaan.
"Padahal dia udah pintar yah Vit."
"Iya seharusnya yang pergi ke sana itu lo."
"Males."ucap Sandra dan melanjutkan makanan nya. "Oh iyah Vit tau nggak,"
"Nggak."
"Ishhh.. dengerin gue, nanti sore gue mau ngedate bareng Kak Bara,"ucap Sandra.
"Huk huk huk.."ucapan Sandra berhasil membuat Vita terkejut, mana mungkin Bara langsung ngajak orang ngedate dia kan baru putus, masa langsung lupa gitu aja.
"Aduh lo kenapa sih kaget yah.."
"San, sebaiknya jangan deh,"
"Kenapa?"
"Gue takut lo cuman jadi pelampiasan nya doang."
"Nggak mungkin Kak Bara itu baik, udah lah lo sama aja kayak Helena."ujar Sandra lalu beranjak pergi melupakan makanannya yang tersisa.
"Ehh San lo udah bayar belum nih..."teriak Vita, tapi Sandra sudah menghilang dari pintu kantin.
"Nyebelin...."gerutu Vita.
~o0o~
"Berhenti ikutin gue."pinta Rin dengan kesal, kepada Rizki yang kembali menjadi penguntit.
"Gue cuman mau jagain lo,"
"Emang gue selemah itu."ucap Rin lalu meninggalkan Rizki, tetapi Rizki langsung menyusul Rin.
"Lo mau kemana?"
"Bukan urusan lo."
"Ohh oke kalo..
"Stop ikutin gue,"potong Rin dan menghentikan langkahnya.
"Nggak akan, lagian lo mau ke mana sih.."
"Dia mau nemuin gue."_kata seseorang dari arah belakang.
"Gue nggak percaya, Rin emang bener lo mau nemuin Rendi?"tanya Rizk, Rin bukan nya menjawab ia malah melangkah pergi meninggalkan Rizki dan Rendi berdua.
__ADS_1
"Bohong lo Ren,"ucap Rizki sembari mendorong bahu Rendi.
"Apaan sih lo, so kenal."sahut Rendi dan berlalu pergi menyusul Rin.
~o0o~
"Lo udah gila kali Hel..."ucap Vita terkejut karena melihat kamar Helena yang berantakan di karena kan ada banyak buku berserakan dimana-mana. Vita sekarang sudah ada di rumah Helena bersama Sandra, tapi apa yang di lakukan tuan rumahnya saat ini Helena masih saja sibuk dengan buku-buku nya.
"Ini buku sebanyak ini lo baca?"tanya Sandra, Helena hanya mengangguk saja.
"Lo berdua duduk aja, nanti Bi Siti akan ambilin air."
"Duduk dimana?"ujar mereka berdua dengan pelan, pasalnya ranjang Helena juga di penuhi buku bukan hanya meja belajar, bahkan di sofa panjang pun di penuhi dengan buku paket yang tebal.
Keadaan kamar Helena benar-benar seperti kapal pecah, buku berserakan dimana-mana.
"Kami kesini itu mau ngajak lo main Hel, karena beberapa hari ini lo susah dihubungin, disekolah juga lo udah jarang ke kantin. Apa jangan-jangan lo mau jadi kutu buku yah,"kata Vita yang sekarang sudah duduk di kasur Helena setelah memindahkan beberapa buku ke lemari Helena, karena meja belajarnya pun sudah di penuhi oleh buku non fiksi.
"Kan nanti kita mau ulangan,"jawab Helena tetapi matanya tidak lepas dari buku paket yang sedang dia baca.
"Santai aja kali Hel, nih si Sandra yang otak nya setengah biasa aja,"ujar Vita sambil menepuk kepala Sandra
"Vita..."ucap Sandra kesal sembari menyingkirkan tangan Vita.
"Karena lo berdua nggak punya tujuan,"seru Helena
"Maksud lo?"balas Vita.
"Gue masih belum terima gue selalu kalah sama si Rin, kali ini nggak boleh, apalagi sistem peringkat nya pararel dan itu akan di tampilkan secara online, kalo si Rin peringkat satu dia makin besar aja kepalanya."kata Helena yang sudah berambisi untuk mengalahkan Rin. Kalo ia bisa, ia juga ingin merebut kekayaan keluarga Leach.
"Online, jadi?.."
"Iya ulangan nya pake komputer dan hasil ujian nya akan di tampilin langsung lewat Monitor, di tampilin nya sampai seminggu lebih. Kalo lo dapet paling bawah akan malu banget."
Sandra yang mendengar hal itu langsung mendekati Helena lalu menggenggam tangan Helena, untuk meminta pertolongan.
"Hel bantu gue, sekarang gue mau belajar sama lo."Sandra langsung mengambil buku paket yang berada di sebelah nya.
"Yah, San! kita kan mau ke Mall, lo kan udah janji mau traktir gue."ujar Vita kecewa karena gagal mendapatkan barang gratis.
"Maaf Vit, kita batalin aja, Karena sekarang gue mau belajar nanti kalo gue dapet peringkat paling bawah pasti malu banget."
"Meningan kita sekarang belajar bareng-bareng,"ajak Helena, yang membuat wajah Vita semakin di tekuk.
"Gagal deh beli baju baru."gumam Vita
~o0o~
"Kamu udah tahu kan sistem sekolah,"tanya Rivano diseberang sana, Rivano lagi menjalankan bisnisnya yang berada di Singapura.
"Hn."Rin hanya menjawab seadanya saja.
"Hn."
"Nanti besok Kakak pulang,"
"HAH."Rin terlonjat kaget, katanya Rivano akan sampai sebulan di sana tapi ini baru beberapa minggu.
"Kenapa? kamu nggak suka Kakak pulang."tanya Rivano di sebrang sana
"Hn."
"Kurang ajar, yasudah Kakak tutup telepon nya tapi kamu ingat walaupun Kakak jauh tapi Kakak akan selalu tahu apa saja yang kamu lakukan."
"Hn."
"Awas kamu kalo...
Tut Tut Tut
Sambungan di putuskan sepihak oleh Rin, kalo lama-lama mendengar suara Kakak nya kuping nya akan sakit.
Rin lanjut membuka MacBook nya, ia membuka Website SMA Victoria.
"Kayak nya ada di ruang kepala sekolah, kode nya nggak mungkin ada di Website ini."ucap Rin bingung, karena tidak menemukan apa yang dicarinya.
~o0o~
Rin sudah rapih dengan seragam sekolahnya, hari ini ia akan melanjutkan misi nya, tidak lupa ia membawa MacBook nya.
Saat di meja makan hanya ada Rin dan Herlano saja.
beberapa menit keadaan hening tanpa ada perbincangan apapun, selain dentuman sendok yang beradu dengan piring.
"Maaf aku terlambat,"ujar seseorang dari samping dan langsung duduk di tempat nya. Rin memutarkan bola matanya malas saat Rivano datang, Rin pikir Rivano akan datang waktu siang ternyata pagi ini dia sudah ada di rumah.
"Seharusnya kau istirahat saja Van."ucap Herlano ia terlihat kashian dengan Rivano yang sudah bekerja sangat keras akhir-akhir ini.
"Tidak Ayah, karena hari ini ada rapat di sekolah."jawab Rivano, karena hari ini rapat pertama nya di sekolah.
"Kakak akan ke sekolah hari ini?"tanya Rin yang sudah selesai dengan sarapannya.
Rivano hanya mengangguk saja sebagai jawaban.
"Aku ikut kakak ke sekolah, pulang juga,"
"Rin Kakak mau rapat tidak bisa mengantarkan kamu pulang, biar supir yang menjemputmu."
"Hanya rapat kan. Apakah selama itu rapat kali ini,"
__ADS_1
"Pagi sekali Kakak akan... pokoknya hari ini waktu kakak penuh di sekolah."
"Rapat kan biasanya di lakukan saat siswa belajar,"
Rivano meminum susu nya pertanda ia sudah selesai dengan sarapan nya, dan menunda pertanyaan adik nya.
"Saat pulang sekolah kami baru akan memulai rapatnya, agar tidak mengganggu guru yang mengajar,"jawab Rivano
"Aku akan menunggu Kakak."Rin tetap pada pendiriannya.
Rivano terdiam sebentar, tidak biasanya Rin seperti ini, pasti ada yang di rencana kan oleh adik nya tapi Rivano sulit sekali mendeteksi raut wajah Rin, karena raut wajahnya selalu sama yaitu datar.
Setelah menyelesaikan sarapannya. Rivano beranjak dari duduk nya lalu pamit pada Ayahnya dan di ikuti oleh Rin dari arah belakang.
"Apa yang dia rencanakan."batin Rivano.
~o0o~
"Selamat datang Kak Rivano dan selamat pagi,"sambut Rizki yang sudah berdiri sedari tadi di depan pintu masuk, Rin yang melihat Rizki langsung membuang mukanya kearah samping.
"Pagi."ucap Rivano sembari mengusap rambut Rizki.
"Cihh so akrab"ujar Rin pelan dan hanya bisa di dengar oleh dirinya.
"Aku duluan,"pamit Rin berlalu meninggalkan mereka berdua.
Meraka masih sibuk dengan candaan Rizki yang menurut Rin itu garing.
Rin masuk kedalam kelas nya dimana keadaan ini berbeda jauh dengan hari-hari sebelum nya.
Terlihat sebagian besar teman kelas nya, membaca buku tidak ada keributan seperti biasanya.
Begitupun dengan Musuh nya dan temannya yang terlihat serius membaca buku pelajaran, beda hal nya dengan seorang gadis berkacamata yang duduk di sampingnya bukan buku pelajar yang ia baca melainkan novel.
"Sera sera.."gumam Rin sembari berjalan kearah mejanya.
~o0o~
"Udah istirahat nih yuk ke kantin?"ajak Vita, pada dua teman nya.
"Mening kita ke perpus,"saran Helena yang langsung mendapat gelengan dari Vita.
"Sekarang waktunya istirahat Hel, otak lo juga harus di istirahat kan."
"Tapi.."
"Hel lo mau nanti pas ulangan otak lo kecapean."
"Iyah Hel gue juga laper, tadi nggak keburu sarapan,"ujar Sandra dengan wajah melasnya.
"Oke deh kita ke kantin dulu."
"Ayok."
Mereka pun ke kantin untuk mengistirahatkan otak nya dan juga mengisi perutnya.
"Huhukk."Sandra keselek karena terlalu terburu-buru saat memakan mie ayamnya.
"Kalo makan tuh pelan pelan San,"ucap Vita sembari menepuk-nepuk punggung Sandra
"Iya-iyah soalnya gue laper banget Vit."ucap Sandra dan melanjutkan makanan nya.
"Ehh liat deh si Citra, sama si Rin,"tunjuk Vita kearah meja yang ada di ujung, terlihat Citra yang sedang berbicara, terlihat hanya Citra saja yang berbicara beda hal nya dengan Rin yang fokus dengan Laptopnya.
"Bodo amat,"acuh Helena dan menghabiskan siomay nya.
"Eh Hel si Rendi juga ada."
Terlihat Rendi datang mendekati Rin dan Citra dengan dua minuman di tangannya, tapi saat Rendi akan memberikan minuman itu, Rin malah beranjak dari duduk nya lalu pergi keluar kantin, tapi saat di luar Rin di cegat oleh Rizki. Rin dan Rizki pun menghilang dari pandangan Vita yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik Rin.
"Apa ini Cinta Segi empat, atau..segi lima,"ujar Vita sembari melirik Helena yang berada di samping nya.
"Gue ke kelas duluan,"ucap Helena lalu pergi dari kantin.
"YAH... Hel, nggak asik lo...."teriak Vita.
~o0o~
Rin sekarang sudah ada dihadapan ruang kepala sekolah yang di tempati oleh Rivano, ia membenarkan ucapannya akan menunggu kakak nya sampai rapat selesai.
Tak lama Rivano keluar dari ruang tersebut.
"Loh Rin ngapain?"Rivano sedikit terkejut mendapati adiknya ada di luar ruangannya.
"Nunggu Kakak,"
"Yasudah kamu tunggu di ruang kakak saja, masuk."ujarnya setelah itu pergi begitu saja, terlihat sekali bahwa Rivano sedang buru-buru.
Rin pun masuk kedalam ruangan tersebut, ia melangkah ke meja kerja Rivano lalu duduk di kursi kebesaran Rivano, terlihat di meja tersebut terdapat Laptop.
Tangan Rin yang nakal mulai mengotak atik laptop itu, tanpa sadar ia masuk ke dokumen yang seharusnya ia tidak boleh tahu sebagai siswa.
"Ternyata kak Rivano dikasih tahu?"ucap Rin mulai mengambil flashdisk nya dan menyalin data itu kedalam flashdisknya.
"Kunci jawaban,"gumam Rin.
TBC.
Rin dan Rendi:)
__ADS_1