The Enemy

The Enemy
Chapter 27 ( Revisi)


__ADS_3

~HAPPY READING ~


Helena melirik Rin yang dibelakang.


"Cih menyebalkan."gumam Helena dengan bola mata yang di putar tidak lupa juga ujung bibirnya yang ia naikan keatas, setelah itu Helena fokus memperhatikan guru yang mengajar.


Pertama masuk sekolah sudah di sambut dengan mata pelajaran yang di benci nya, sangat membosankan terlalu banyak bercerita.


"Permisi.."seseorang menghentikan guru yang mengajar, setelah guru itu keluar untuk beberapa saat lalu masuk lagi.


"Helena kamu di suruh ke ruang guru,"ujarnya lagi.


Helena sedikit kaget apa ia berbuat kesalahan, setelah itu Helena melangkah keluar.


~o0o~


"Hel sini ibu ingin bicara sama kamu,"


Baru saja Helena sampai tapi sudah disambut oleh Bu Lita, Helena pun langsung menghampiri Bu Lita.


"Ada apa Bu?"


"Silahkan duduk dulu,"Ujar Bu Lita sambil mempersilakan Helena duduk, Helena pun menurutinya.


"Nilai Matematika kamu kemarin tinggi kan?"


"Iya, tap..


"Kamu juga peringkat satu pararel kan,"


"Iya."


"Oke fiks kamu ikut perlombaan Matematika mewakili sekolah kita."kata Bu Lita.


Helena terdiam sejenak ia sambil berpikir.


"Pasti nanti akan ada turnamen Basket juga, tapi kalo di tolak..".


"Hel kalo kamu nggak mau biar diganti sama Riz..


"Iya Bu saya mau,"ucap Helena, memotong ucapan Bu Lita.


"Kalo gitu nanti pulang sekolah kumpul di perpustakaan yah, nanti di perpus juga akan ada Kakak kelas yang membimbing,"Ungkap Bu Lita, Helena hanya mengangguk saja.


"Yasudah sekarang kamu boleh ke kelas, mungkin juga ke kantin karena ini sudah jam istirahat, maaf mengganggu waktu belajar kamu."


"Nggak, nggak papa bu, kalo gitu saya permisi dulu."pamit Helena


~o0o~


Helena berjalan ke arah kantin, saat hendak masuk kedalam ia bertabrakan dengan seseorang walau hanya bahunya yang bertabrakan, tapi yang jadi masalah adalah orang yang menabraknya.


Rin tidak sengaja menabrak bahu Helena yang hendak masuk kedalam kantin, Rin melirik sebentar dan setelah itu pergi begitu saja tanpa merasa bersalah, bahkan dia pergi bersama Rendi.


Lirikan mata Rin membuat emosi Helena naik sampai ke ubun-ubun, baru saja hari pertama sekolah dimulai, tapi Rin sudah dua kali membuat Helena kesal.


"Ngapain juga Rendi selalu nempel sama si Batu, nyebelin."ujar Helena sembari menghentakkan kakinya ke lantai.


"Hel sini Hel.."panggil Vita dari arah sebrang sana, Helena pun menghampiri mereka, tapi mereka tidak berdua ada Kakak kelas, Helena kenal siapa dia.


"Kak Sita,"sapa Helena lalu duduk dengan bakso di tangannya.


"Hel, oh iya Hel gue kesini mau ngasih tahu lo, kalo turnamen basket putri akan di adain dalam waktu dekat ini."Ujar Sita sambil menepuk punggung Helena dengan kuat hampir saja pentul Helena yang sudah di mulut keluar.


Kebiasaan Sita selalu memukul punggung orang yang ia sudah kenali, karena memang ia perempuan tomboy.


Namanya Setiani tapi ia lebih suka di panggil dengan sebutan Sita saja. Kapten tim Basket putri, selalu menyemangati tim nya dalam keadaan apapun, tidak ada kata lelah dalam hidup nya selama ia masih hidup.


"Oke,"jawab Helena sambil mengacungkan jempolnya.


Sita meminum minuman nya sampai tandas.


"Ya udah gue mau ke si Lia dulu, dahh gue cabut yah,"Sita sudah berdiri dari tempatnya.


"Hel jangan lupa bayarin punya gue yah."ujarnya lagi sambil menepuk punggung Helena dan pergi begitu saja.

__ADS_1


"Gila gaya nya kayak cowok,"


"Gue baru liat Kak Sita tapi kayaknya orangnya asik juga."


"Semoga aja karate nggak ada perlombaan atau pun ada semoga bukan gue yang ikut.."Helena berdoa dalam hati.


~o0o~


Bel pulang sekolah berbunyi, Helena langsung bergegas keluar menghiraukan teriakan kedua teman nya.


Walaupun hari pertama masuk sekolah, tapi hari ini Helena benar-benar sibuk, sebelum kumpul di perpustakaan ia harus menemui Kak Beni terlebih dahulu dia adalah ketua ekskul Karate.


Helena sekarang sudah sampai ke ruangan ekskul karate, tidak banyak orang mungkin mereka belum datang.


"Hai Hel."


"Hay Hel.."


Sapa mereka, Helena hanya tersenyum dan menyapa balik, di ekskul karate, orang-orang nya ramah dan menyenangkan, walau mereka terbiasa duel satu lawan satu, karena itu Helena tidak mau meninggalkan ekskul ini walaupun melelahkan.


Helena menyusuri tempat latihan tapi Kak Beni belum juga terlihat. Akhirnya Helena memutuskan untuk menunggu di ruang ganti, tidak lama kemudian orang yang di cari pun muncul.


"Kak Ben.."panggil Helena


"Iya Hel, ada apa?"tanya Beni pada Helena, karena tidak biasanya Helena menunggu nya.


"Kak Ben hari ini Helena ijin."


"Lo kenapa? Padahal kamu mau di rekrut jadi perwakilan lomba untuk karate putri.."


"Lomba?"


"Iya kenapa Hel?"


"Kak kalo misalnya diganti sama yang lain aja boleh nggak,"ujar Helena


"Oh ya udah nanti Kakak coba lihat situasi,"kata Beni, Helena hanya mengangguk saja.


"Kalo gitu Helena pamit dulu,"Pamit Helena, tapi baru satu langkah Beni malah mengeluarkan suara lagi.


"Tapi kalo misal ada pun, kamu juga tetep akan jadi perwakilan walaupun jadi cadangan,"


"Nah Hel jadi sekarang kamu juga harus, mendengarkan interupsi Senior terlebih dahulu."


"Tapi Kak..


"Hanya sebentar,"


Helena hanya bisa pasrah saja, dan semoga saja ia tidak telat untuk kumpul di perpustakaan, dari ketiga perlombaan ini jujur saja Helena lebih menyukai Matematika, karena ini adalah langkah dia untuk mengalahkan Rin.


.


.


.


Helena melirik jam tangannya, ia sudah melewati berpuluh-puluhan menit di


Ekskul karate ini, setelah selesai mendengar intrupsi dari senior Helena langsung pamit. Helena berlari menyusuri koridor dan setelah itu ia juga harus menaiki tangga.


Kenapa perpustakaan harus ada di lantai 3, walau hanya menghabiskan dua lantai saja tetap saja melelahkan.


Helena berpapasan dengan segelintir orang, apa mungkin mereka anak kelas dua dan tiga yang mengikuti perlombaan.


Tinggal beberapa langkah lagi sampai ke perpustakaan, akhirnya sekarang ia sudah sampai di depan perpustakaan.


"Haos haosh..."sebelum masuk kedalam Helena menetralkan dulu nafas nya setelah itu ia masuk ke dalam. Dan ternyata sudah tidak ada siapa-siapa, Helena telat.


~o0~


Sekarang Ia harus fokus pada perlombaan yang harus ia hadapai. Kali ini Helena harus lebih dari Rin, tidak memang ia sudah lebih jauh dari Rin kalo menyangkut tentang pendidikan.


Tapi Helena masih khawatir kalo Rin melakukan hal-hal yang gila lagi dan mengakibatkan Helena kalah lagi.


Helena menggelengkan kepalanya, ia mulai melangkah dengan angkuh memasuki pekarangan sekolah, ini saatnya Helena jadi nomor satu di sekolah ini dengan memenangkan semua lomba yang ia ikuti, apalagi kalo ia memenangkan lomba matematika, pasti ia akan lanjut ke tingkat nasional dan nama Rin semakin meredup.

__ADS_1


Langkah Helena terhenti didepan kelasnya, ia menghela nafas sejenak setelah itu Helena masuk kedalam kelas tapi.


Brakkk


"Aww.."ringis Helena sembari memegangi bahu nya, baru saja ia disenggol cukup keras oleh seseorang


"Sorry Hel gue nggak sengaja."


"Ishh Rizki.."teriak Helena kesal


"Maaf yah, nih gue kasih kue coklat."ujar Rizki sembari menyodorkan kotak kue coklat"ini oleh oleh dari liburan gue."lanjut Rizki sambil membuka tutup kotak itu.


Helen tersenyum lalu mengambil dua biji kue coklat itu, apapun tentang coklat Helena tidak bisa menolak nya.


"Ehh tapi jangan banyak-banyak,"ujar Rizki sembari menahan tangan Helena yang ingin mengambil lagi..


"Ishh pelit lo.."


"Buat yang lainnya,"kata Rizki setelah itu pergi dan masuk kedalam kelas.


Helena juga masuk kedalam kelas sembari memakan kue coklat itu, tapi saat ia sudah ada didepan kelas ia melihat Rizki yang memberi satu kotak penuh kue coklat itu kehadapan Rin, walaupun wajah Rin yang tidak minat dengan kue coklat Rizki tapi Rin tetap mengambilnya.


"Isshh katanya buat yang lainnya, Cihh.."decak Helena kesal.


~o0o~


Abaikan hel jangan lihat jangan lihat batin Helena, yang melihat Rendi dengan Rin di meja pojokan.


"APA.."teriak Helena kaget


"Huhukkk.."sampai membuat Sandra tersedak


"Astaga Hel, lo kenapa sih.."


"Nggak."jawab Helena, Helena kaget karena tadi melihat Rin tersenyum, jadi bener mereka sudah jadian.


"Aneh lo.."


"Kebanyakan lomba sih.."


Ting..notif pesan masuk ke ponsel Helena.


📨Hel bisa ketemu ibu sebentar.


"Mampus,"gumam Helena, pasti karena ia tidak pernah ikut kumpul, Helena malas bertemu dengan Rendi.


Helena menghabiskan jus alpukat nya.


"Gue duluan yah,"


"Emang mau kemana?"tanya Vita


"Keruang guru, disuruh sama Bu Lita."jawab Helena setelah itu ia langsung pergi begitu saja.


"Apa Helena nggak capek yah,"


"Dia nggak akan capek karena dia punya ambisi,"ucap Vita sambil melirik kearah Rin.


~o0o~


Bel pulang sudah berbunyi Helena bergegas langsung ke arah lapangan, karena hari ini ia harus latihan basket.


Beberapa menit bersiap-siap untuk mengganti baju seragam nya, setelah itu berkumpul di lapangan sembari mendengarkan apa yang dikatakan oleh Senior nya.


Tapi Helena masih memikirkan apa yang Bu Lita ucapkan.


"Sebenarnya Hel Bu Joko itu milih Rin buat ikut lomba, tapi ibu pikir kamu yang pantes untuk mengikuti lomba sekarang ini, ibu pikir juga Rin nggak akan mau karena sikap nya yang sudah berbeda, tapi ibu mohon sama kamu jangan hancurkan kepercayaan ibu, kamu jangan bolos lagi iyah."


Perkataan Bu Lita masih terngiang di otaknya. Helena harus buktikan kalo ia bisa.


"Oke sekarang kita langsung pemanasan saja yah,"kata Lea, senior basket putri.


"Hel Hel Helena.."teriak Kak Lea sembari melemparkan bola tepat mengenai kepala Helena.


"Aw...Iyah Kak ada apa,"_ucap Helena refleks ia langsung berdiri.

__ADS_1


"Pemanasan."katanya, memang kak Lea tipikal cewek yang dingin beda dengan kak Sita. Padahal yang gaya nya tomboy Kak Sita, tapi yang sikapnya dingin malah Kak Lea.


TBC.


__ADS_2