
~Happy Reading
Rin berjalan lurus ke depan tidak peduli dengan pandangan teman-teman nya. Setelah mengambil MacBook yang berada di kelas Rin langsung berjalan ke arah kantin, memesan makanan.
Rin memakan makanannya dengan santai, dan jangan lupakan Rin masih memakai jas ketua OSIS, karena Rin belum memundurkan diri nya jadi ketua OSIS.
Saat sedang asik makan sembari memainkan MacBook nya. tiba-tiba seseorang datang dan menarik Rin untuk berdiri.
"Keterlaluan kamu Rin."
"Apa masalah anda Tuan Rivano."ujar Rin yang membuat Rivano tambah marah.
"Kau seharusnya sekarang berada di pengadilan."
"Untuk apa, aku tidak salah."teriak Rin
"Kakak seharusnya percaya pada ku, semenjak menjadi keluarga Leach kakak sudah tidak sama seperti dulu, apa jangan-jangan Herlano yang membuat rumor seperti itu."
Plakkk
Rivano menampar Rin, dan hal itu juga di tonton oleh orang yang berada di kantin.
"Jangan bawa-bawa Ayah, ayok ikut."Rivano menarik Rin dengan paksa.
__ADS_1
********
Rivano membawa Rin keruangan nya, di situ Rivano memarahi Rin habis-habisan. Bahkan Rin yang sudah biasa di marahi Kakak nya sekarang tampak tidak bisa melawan Rin memejamkan matanya.
"Tiga hari, kau menghilang setelah membuat teman mu celaka."
"Bukan Aku, hari ini aku benar-benar tidak sekolah."elak Rin, dengan nafas tersengal.
"Kenapa, tidak sekolah kemana kau pas hari itu."Rivano masih menyudutkan Rin untuk meminta kejelasan yang pasti.
"Pokoknya bukan aku."jawab Rin sambil menundukkan kepalanya, hal ini benar-benar bukan sosok Rin Leach.
"Buka Jas itu, Kau tidak pantas jadi wakil Siswa."suruh Rivano.
Rin dengan kasar membuka jas nya, setelah itu melemparkan jas itu ke arah Rivano dengan kasar. Saat Rivano ingin menegur Rin, Rin sudah terlebih dulu meninggalkan ruangan itu, Bahkan saat keluar Rin menutup pintu dengan keras.
Rin keluar hanya memakai kaos seragam berwarna putih tanpa memakai jas sekolah Victoria. Kaki Rin berjalan ke arah kelas Rendi, saat ingin masuk kelas yang seperti sepi Rin malah menemukan Rendi dan Citra berpelukan.
Setelah itu Rin tidak jadi untuk masuk ke kelas itu, tujuan Rin sekarang keluar dari area sekolah ini.
Saat berjalan menuju pintu utama, dari atas itu Rin di lempari cairan warna meras seperti jus tomat, saat Rin melihat ke atas banyak anak-anak Victoria menumpahkan jusnya ke bawah, bahkan mereka semua meneriaki Rin dengan embel-embel membunuh, padahal kan itu belum pasti.
Rin keluar dari sekolah dengan keadaan kacau balau, sebelum ada polisi Rin sudah keluar terlebih dahulu dari sekolah itu.
__ADS_1
Helena yang melihat itu merasa kasihan terhadap musuhnya, Helena memutuskan untuk mengikuti Rin dari belakang.
"Jadi si Batu sekarang tinggal di sini."gumam Helena, lalu saat Rin akan masuk ke dalam Apartemen nya, Rin melihat ke kanan kiri, otomatis Helena terkejut dan langsung bersembunyi di balik tembok.
"Hampir aja."ucap Helena sembari memegangi dadanya.
"Helena."
Helena terkejut ada yang memanggilnya, dan menyentuh pundak kanannya.
"Bukannya Rin udah masuk yah."pikir Helena.
To Be Continue.
Ekspresi Rin saat merasa dirinya di perhatikan oleh banyak orang
Ini saat Rin sedang di interogasi oleh Pak Anton
Ekspresi sedih Rin saat di tuduh oleh Kakaknya sendiri
__ADS_1