
~HAPPY READING ~
"Vita.. gue nggak mau yang ini."tolak Sandra. Vita tadi memesankan bakso untuk Sandra, Sebelum Sandra menolak bakso itu, saat Vita tanya Sandra ingin makan apa dan Sandra bilang 'terserah'.
Vita hari ini benar-benar seperti babu nya si Sandra apalagi kalo Sandra sudah ke ingat tentang Rendi aduh Vita yang repot.
"Terus lo mau makan apa?"sedari tadi Vita bolak balik untuk menukarkan makanan yang dipesan oleh Sandra.
Kalo saja ia tak ingat tentang perusahaan ayah nya yang sudah ditolong oleh keluarga Sandra ia tak mau repot-repot seperti ini.
"Sekalian aja Vit bawa semuanya kesini."ujar Helena, ia juga mulai jengah dengan tingkah Sandra yang manja.
"Hei, Kalian mau ikut ekskul apa?" Citra yang baru saja datang, hanya Citra yang kelas nya berbeda dari mereka.
"Emang udah dibuka Cit."tanya Helena yang penasaran.
"Udah Hel, kamu mau ikut apa?"tanya Citra lagi
"Basket ada nggak?"
"Basket lo kan cewek Hel."sahut Sandra
"Ada kok..basket putri."balas Citra.
"Kalo lo mau ikut apa Cit,"tanya Helena.
"Aku mau ikut Ekskul yang komputer gitu disini adakan? pengen bisa teknologi gitu."jawab Citra. Yang hanya dijawab anggukan oleh Helena dan Helena sudah menduganya.
"Gue mau Cheleder aja deh, Vit lo harus ikut buat temenin gue."ajak Sandra membuat Vita memutar bola matanya malas.
"Alamat jadi kacung gue."gumam Vita yang pasrah pada nasibnya, padahal ia ingin ikut ekskul fotografer tapi semoga bisa deh.
~o0o~
Rin bukannya ke kantin ia malah menyendiri di balkon sembari duduk di lantai balkon lalu dipangkuan nya ada sebuah MacBook yang selalu menemaninya kemana-mana. Sedangkan telinga nya ia pasangkan headset bluetooth.
Matanya memperhatikan orang yang di video yang sedang menerangkan sebuah pelajaran ke program man.
Untuk apa yah Rin belajar seperti itu.
Hanya mendengar dan melihat saja, membuat Rin mengantuk seperti nya ia akan bolos untuk satu jam pelajaran.
~o0o~
"Gimana sih katanya ini kelas satu, seharusnya semuanya ada dan masuk kenapa ada yang membolos dikelas ini."Ucap Bu Sarah dengan nada tinggi. Bu Sarah di kenal dengan guru yang disiplin ia tak mau melihat siswa nya bermasalah apalagi ada yang membolos seperti ini, baru saja beberapa hari masuk sekolah sudah ada yang berani membolos dan itu tepat di pelajaran nya.
"Maaf Bu, saya akan cari Rin,"ujar Rizki selaku ketua kelas. Ia harus mendisiplinkan teman kelas nya.
"Sudah tidak usah, nanti kamu ikut-ikutan bolos lagi."Sahut Bu sarah yang sudah siap dengan spidolnya
__ADS_1
"Sudah sekarang ibu mulai saja pelajaran nya."sambung Bu Sarah, yang sudah mulai menjelaskan tentang apa itu pelajaran Kimia beserta tabel-tabel nya.
~o0o~
Rin benar-benar ketiduran sampai sore. Rin langsung beranjak meninggalkan roftoof.
Sebelum ke kelas ia menyempatkan untuk ke toilet dulu, untuk mencuci wajahnya. Tapi tak sengaja ia malah mendengar orang yang membicarakannya.
"Aduh Hel abis ini gue mau langsung pulang aja deh."_
"Gue juga kali, huhh bener-bener yah si Rin badung nya sampe sini."
"Emang waktu SMP juga kayak gini."
"Iya malah lebih parah, sering kabur-kaburan gitu."
"Ahh udah yuk pulang. Capek gue, mau maskeran."sambung Helena lagi setelah itu melangkah keluar untuk pulang.
Pas Rin masuk dan Helena keluar mereka berpapasan. Seperti biasa Rin selalu menatap Helena dengan tajam dan tersenyum miring.
Helena yang ditatap seperti itu bersikap biasa saja dan buru-buru keluar, karena aura Rin sangat lah menakutkan ditambah lagi Helena habis membicarakan Rin.
"Apa tadi Rin denger yah, Bodo amat lah emang gue takut." batin Helena
Sesudah Rin mencuci wajahnya Rin pun segera bergegas untuk mengambil tasnya, sudah sepi tidak ada orang. setelah itu Rin berjalan menyusuri koridor untuk pulang.
Walaupun Rin anak yang punya sekolah ini, tapi setiap pulang sekolah dia selalu jalan kaki.
Ayah nya padahal sudah bilang kalo ingin pulang beritahu atau telepon saja, tapi Rin malas.
Tak lama kemudian ada sepeda motor yang lewat..Motor Ninja hitam itu berhenti di hadapan Rin.
ingat, Rin orang yang tidak peduli sekitar ia lagi-lagi hanya fokus pada jalanan samping nya, tidak tertarik untuk melihat siapa yang tiba-tiba berhenti.
"Mm lo Rin kan."tanya nya...
"Hn."gumam Rin
"Gue Rendi, lo masih ingatkan."ucap Rendi yang sekarang sudah ada di samping Rin.
Rin melihat sekilas kesamping hanya untuk memastikan apa ini orang yang waktu itu atau bukan setelah itu Rin mengangguk.
"Gue anterin lo balik yah? kayaknya udah nggak ada angkot lagi deh,"Ajak Rendi. Rendi tau Rin tipe Cewek yang gengsian, bodoh banget ia ngedeketin seorang Rin Leach.
Tanpa disangka Rin beranjak dari duduknya dan berjalan kearah motor Rendi. Rendi yang masih belum konek terdiam ditempat nya.
"Katanya lo mau nganterin gue."akhirnya setelah lama Rin bersuara juga.
"Oke."Rendi yang baru konek pun langsung menghampiri Rin dan naik ke motornya tak lupa ia memberikan Helm kepada Rin.
Setelah Rin naik motor pun melaju.
~o0o~
Helena pulang dengan wajah yang tidak seperti biasanya karena setelah ia tahu Rin sekolah yang sama dengannya.
__ADS_1
Setiap hari moodnya benar benar buruk, Helena langsung pergi ke kamar nya ia langsung merebahkan dirinya di kasur nya.
"Jangan sampe gue kalah saing sama si Batu, tuh anak diam-diam juga Badas orangnya."Helena melihat langit-langit kamarnya tangan nya seperti menggenggam sesuatu dan ia mencabik-cabik nya.
Setelah itu Helena mengambil ponselnya yang berada di samping nya lalu menghidupkan ponselnya, deretan pesan masuk ke ponselnya tanpa permisi.
Salah satunya dari Vita
📨Hel nanti sore kita ke Mall yuk?
Oke
Bales Helena
Setelah meriksa ponselnya sekejap Helena langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, tapi Helena tidak jadi. ada yang terlupakan yaitu ritual sesudah ke sekolah ia harus maskeran terlebih dulu.
"Bi Masker Helena mana?"teriak Helena dari atas
"Nanti Non Bibi siapin."sahut Bi Siti dari bawah.
Tidak butuh waktu yang lama Bi Siti pun datang dan membawa masker rasa Alpukat.
"Mau Bibi pakein."
"Nggak usah deh Bi."tolak Helena dan Bi Siti langsung pergi ke dapur.
Selepas Bi Siti pergi Helena memulai ritual nya yaitu memakai maskernya.
Sedang asik memakai masker ada telepon di ponselnya.
My Mom tertera di ponsel nya
"Hallo Hel,"
"Iya Ma, ada apa?"
"Kamu belum makan lo, cepet turun ke bawa makan dulu."
"Aduh Ma Helena lagi sibuk."
"Sibuk apa kamu?"
"Nggak sih, Helena lagi make masker."
"Astaga cepet turun Helena,"
"Iya iya Ma."
Setelah itu ponselnya di matikan sepihak. Mama nya memang terkadang suka lebay padahal satu rumah kenapa harus pakai telepon segala.
Tapi emang kalo soal makan Mamanya memang protektif.
Dan akhirnya Helena tidak menyelesaikan ritual nya, ia langsung pergi kebawa sebelum mama nya ngomel lagi.
TBC.
__ADS_1