
~HAPPY READING ~
Liburan sudah berlalu dan kini para pelajar kembali ke sekolah untuk menuntut ilmu. Begitu juga dengan Helena, sekolah hari pertama adalah awal untuk menghancurkan Rin karena Helena dan Rin akan bertanding basket di hari pertama sekolah sebagai kelas 11 . Tapi masalah nya urusan dia dengan Sandra belum juga selesai.
Sekarang kelas yang Helena tuju berada di lantai dua, Helena harus menaiki tangga agar sampai ke kelas nya yang baru.
Saat Helena akan menaiki tangga, kebetulan Sandra turun tangga tapi Sandra hanya melewati Helena begitu saja. Karena Helena tidak mau bermusuhan terlalu lama dengan Sandra. Helena memutuskan untuk berbalik arah. Tapi saat ingin menghampiri Sandra, Sandra sedang berbincang dengan Siswi kelas 12. Setelah itu mereka pun pergi.
"Bukannya mereka teman Kak Serli, kenapa Sandra sama mereka."Helena bingung, selama liburan ini ia banyak berlatih basket dengan teman-teman nya yang ada di ekskul basket dan untungnya mereka mau di ajak untuk bertanding pas pulang sekolah.
Saat sudah memasuki kelas nya, otak nya tidak pernah diam. Banyak pertanyaan tentang apa yang tadi ia lihat, seorang Sandra bisa akrab dengan kakak kelas nya.
"Atau jangan-jangan itu ulah..."Helena melirik ke kursi paling belakang. Orang yang selalu mempunyai rencana gila dan itu Rin. Yang sekarang sedang sibuk dengan MacBook nya.
"Hel."Vita datang dan menepuk pundak Helena, yang masih melamun.
"Apa Vit?"
"Lo masih marahan sama si Sandra." Helena bingung harus menjawab apa, pasalnya ia tidak pernah marah sama Sandra dan ini masalah pure karena ke salah pahaman.
Helena akhirnya tidak menjawab pertanyaan Vita.
~o0o~
"Siapa nih Hel lawan kita?"ujar Sita dengan semangat.
"Belum tahu juga kak, tapi yang nantangin sih masih sekelas sama gue."
Sita hanya mengangguk-nganggukan kepalanya saja, lalu mereka berdua berjalan kearah toilet dan tepat sekali Rin keluar dari toilet, tatapan tajam Rin membuat Sita merasa di rendahkan.
"Siapa tuh Hel? Gila songong banget tatapan nya."tanya Sita, yang sudah ada di dalam toilet. Lalu Helena masuk.
"Itu Rin, yang nantangin gue main basket."
"So banget dia nantangin lo buat tanding basket."
"Emang orangnya ba.."Helena tidak melanjutkan omongannya, dan ia tidak ingin menjadi orang yang selalu menjelekan musuhnya di depan orang lain.
"Ba, ba apa hel?"
"Ba–ju cepet Kak kita pake baju."ucap Helena dan segera mengganti seragamnya dengan kaos olahraga.
Setelah selesai Helena dan Sita bertemu dulu dengan teman basketnya, dan setelah itu mereka bersama pergi kelapangan, Vita dan Gio pun ikut. Dan jangan lupakan sosok Rizki yang sedari tadi membuntuti mereka.
Setelah sampai di lapangan, Helena terheran hanya ada Rin seorang di sana. Helena melangkah mendekati Rin.
"Lo gila yah Rin, nantangin gue basket lo lupa siapa gue.."
"Orang yang ingin menjadi nomer satu dalam hal apapun tapi nggak pernah sadar ada orang yang lebih dari itu."potong Rin sukses membuat hati Helena tertampar.
"Yaudah mana temen lo, gue mau liat."ucap Helena yang tangannya di lipatkan di depan dada.
__ADS_1
Prokk...
Rin memanggil mereka dengan dua kali tepukan di tangannya. Dan seketika mereka datang dengan kaos putih, dan celana hitam yang sama seperti yang Rin pakai.
Helena yang melihat siapa saja yang menjadi lawannya, seketika menatap Rin dengan marah.
~o0o~
Prokk...
Rin memanggil mereka dengan dua kali tepukan di tangannya. Seketika mereka datang dengan kaos putih dan celana hitam yang sama seperti yang Rin pakai.
Helena yang melihat siapa saja yang datang seketika menatap Rin dengan marah. Bagaimana tidak teman nya yang sekarang sedang marah pada Helena atau mungkin sudah membenci Helena. Satu tim dengan musuhnya.
"Sorry Rin gue telat."ujar seseorang yang memakai hoodie putih.
"Intan."gumam Helena, Helena tahu betul siapa Intan. Intan adalah orang yang sangat membenci Helena dan itu sejak dulu, Helena juga tidak mengerti kenapa Intan sangat membenci nya.
Kenapa Intan telat datang karena Intan tidak sekolah di SVHS (Sekolah Victoria High School).
Lalu ada satu orang lagi, dia bernama Manda. Manda masuk ekskul basket sama seperti Helena. Helena sekarang tahu alasan Manda kenapa tidak ingin membantunya, waktu itu karena Helena terpilih untuk menggantikan Kak Sita sebagai kapten basket perempuan, mungkin saja Manda marah karena hal itu.
Yang Helena tidak mengerti adalah dua teman nya Sera kenapa mereka juga ada di sini, bukankah waktu itu Sera keluar karena Rin. Helena benar-benar bingung. Di tambah lagi yang satu tim mereka semua tidak jago basket kecuali Manda. Rata-rata mereka semua adalah orang yang membenci Helena.
"Oke kita mulai aja yah,"ucap Gio yang tiba-tiba nimbrung dan memilih dirinya sendiri sebagai wasit.
"Tunggu."Helena menghentikan Gio yang ingin meniup peluitnya.
"Oke apa hukumannya bagi yang kalah."sahut Rin.
"Yang kalah akan membersihkan lapangan basket selama seminggu, kalo misalnya ada yang main basket disini tim yang kalah yang harus ngeberesin bola nya. Deal."Helena menjulurkan tangannya, Rin menarik nafas nya dan menerima uluran tangan Helena yang artinya Rin setuju.
"HELENA PERTANDINGAN NYA MAU MULAI."teriak Gio tepat di telinga Helena.
"Kuping gue pengap."Helena berjalan ke depan dan berhadapan dengan Rin. Rin dengan wajah yang seakan meremehkan Helena.
Gio meniup peliutnya lalu melemparkan bola nya.
Pertandingan pun dimulai, jelas saja Helena yang menangkap bola itu, Helena mendrible bola nya sampai ke depan ring tapi sesaat akan menshoot bola itu, dari arah belakang ada yang mendorong tubuh Helena sampai ia tersungkur di lantai.
Brakk
Helena di dorong oleh Manda.
"Woyy pelanggaran itu."teriak Sita kesal.
Gio pun langsung meniup peluitnya dan Helena mendapatkan satu shoot.
Poin pertama berhasil Helena menangkan.
Pertandingan terus berlanjut, tim Rin tidak ada yang bisa menghasilkan satu poin pun sampai babak kedua di mulai. tetapi nampaknya Helena lebih banyak cedera fisik. Bagaimana tidak, Helena terus-terusan di dorong lalu kakinya ada yang menjegal dan menginjak.
__ADS_1
Walaupun Helena yakin tim Rin tidak akan menang tapi bukan itu tujuan Rin, Helena sekarang sudah tahu apa tujuannya.
Prutt.......
Pertandingan telah usai dan di menangkan oleh tim Helena.
"Hosstt...."Helena masih mengatur nafasnya, mereka benar-benar tidak memberi Helena kesempatan untuk memegang bola. Saat Helena memegang bola Helena langsung di keroyok.
"Yang menang pertandingan ini adalah..."_Gio melirik ke arah Helena.
"HELENA..."teriak Gio
Rin maju ke depan tim Helena.
"Hebat, lo emang hebat di bidang olahraga. Semua orang emang punya kelebihan masing-masing gue akui itu, selamat."_Setelah mengucapkan itu Rin berbalik arah dan menatap satu persatu rekan setim basketnya.
"Makasih untuk kalian yang mau jadi tim gue, kalian nggak perlu ngejalanin hukuman ini."Rin berjalan ke sudut lapangan mengambil pembersih lantai.
"Ini biar gue yang kerjain selama seminggu."ucap Rin dengan santai.
mereka semua tercengang oleh ucapan Rin, bagaimana Rin kuat membersihkan satu lapangan basket yang lumayan lebar ini. Dan kalo tim basket sekolah mereka yang latihan, bola yang di pakai tidak satu, atau pun dua pasti banyak.
"Rin lo yakin?"tanya Sandra, jujur saja walaupun Sandra pernah sedikit membenci Rin tapi ia sedikit kasihan kalo Rin ngejalanin hukuman ini sendiri.
"Iya."jawab Rin dengan tersenyum kaku karena tidak biasa tersenyum di depan orang banyak.
"Ya udah deh kalo lo mau nya sendiri kita duluan yah."ucap salah satu teman Sera lalu mereka pergi dari sana.
"Hel! kita juga pergi yuk."ajak Sita
"Kakak duluan aja."
"Ya udah gue duluan yah."Sita pun mengikuti lainnya pergi dari lapangan basket yang tersisa hanya Helena dan Rin.
Rin yang sekarang sudah fokus untuk mengepel lantai tidak tahu akan kehadiran Helena.
Helena menghampiri Rin.
"Gue nggak tahu mau seneng atau nggak."Helena memulai percakapan.
"Karena gue ngerasa masih kalah sama lo, cara lo tadi tanpa sadar ngelukai fisik gue sekaligus mental."Helena menekankan setiap kata di kalimatnya. Rin yang mendengar hal itu menghentikan kegiatannya dan sekarang menghadap kearah Helena.
"Kenapa lo ajak Sandra buat tanding basket sama gue Rin, Dan lo juga tahu kan kalo Intan itu benci banget sama gue dari dia SMP, lo juga tahu kan masalah gue sama Intan."nada bicara Helena mulai meninggi.
"Manda juga lo ajak, dia yang sekarang lagi benci-benci nya sama gue, lo ngumpulin semua orang yang benci sama gue untuk tanding basket. Dan itu udah jelas mereka main nya nggak pake hati mereka lebih mementingkan rasa bencinya untuk ngelawan lawannya, mereka nggak peduli menang atau kalah yang penting rasa benci mereka berkurang dengan nyakitin orang itu. Dan orang itu gue Rin."Helena berbicara panjang lebar, bahwa ada banyak orang yang membencinya.
Rin tetap diam di tempatnya tanpa menanggapi atau menyahuti yang Helena ucapkan.
"Cara lo buat ngelemahin mental musuh emang gila."ucap Helena lalu pergi dari sana.
Setelah Helena pergi Rin melanjutkan hukuman nya yang sempat tertunda walaupun ada sedikit rasa ingin menyangkal yang Helena ucapkan tadi.
__ADS_1
TBC.