
~Happy Reading ~
Rin menyuruh Citra untuk duduk di depan komputer, sedangkan dirinya berdiri sembari menatap Citra dengan tajam.
Citra tidak mengerti apa yang akan Rin lakukan.
"Coba lo hidupin komputer nya."suruh Rin, Citra pun menuruti Rin untuk menghidupkan komputer itu
"Dan cari akun X-tzen,"
Deg...
Citra mematung, dengan tangan gemetar Citra mencari akun X-tzen.
Dalam hati Citra,"untuk apa Rin menyuruh nya mencari akun X-tzen."tangannya yang sekarang sudah mengscrool akun X-tzen.
"Menurut lo, gimana caranya mereka bisa tahu persoalan masalah semua Siswa yang ada di SMA ini."
"Mm, mungkin dengan cara mengetahui semua akun media sosial nya,"
"Hanya melihat sosmed mereka? Tapi kan tidak semua masalah di posting ke sosmed."
"Itu gampang kita tinggal cari Siswa-siswa mana yang aktif di Sosmed, kalo misalkan ada salah satu dari mereka yang tidak aktif kami akan mencari tahu langsung dengan memata-matai mereka."Jawaban Citra mampu membuat Rin tersenyum.
__ADS_1
Setelah itu Rin mengajak Citra untuk ke rooftop, sebelum ke rooftop Rin mengirim pesan pada seseorang.
Hari ini semua nya akan terungkap, Rin benar-benar tidak menyangka permasalahan antara dirinya dan Helena itu semua dilakukan oleh satu orang.
Citra merasa akan ada sesuatu buruk yang menimpa nya, perasaannya tidak enak, Citra melirik ke arah Rin lalu setelah itu Citra menghentikan langkahnya. Citra membalikan badannya saat akan ingin meninggalkan Rin diam-diam, tapi Rin keburu mengetahuinya, Rin memegang tangan Citra erat lalu Rin menyeret Citra ke rooftop tanpa kata.
Saat sudah sampai rooftop tidak ada siapa pun di sana, Rin seperti orang yang sedang mencari sesuatu melirik ke sana kemari.
Citra memutar bola matanya malas, lalu melepaskan tangan Rin, Citra melangkah kan kakinya ke ujung rooftop karena ingin melihat lapangan sekolah dari atas.
Beda dengan Rin yang tampak tidak tenang, untuk pertama kalinya Rin membutuhkan alat komunikasi yang bernama ponsel. Selama ini ponsel Rin hanya menjadi pajangan di saku seragamnya.
Rin mengetikan sesuatu di ponselnya lalu mengirimnya, tidak ada balasan, Rin langsung saja menelepon orang itu.
"Lo dimana?"
"Kelas."
"Ke rooftop."ujar Rin geram
"Ada guru."
"Oke lo akan miskin selamanya."setelah itu Rin memutuskan panggilan tersebut.
__ADS_1
Rin mencari kursi untuk ia duduki, setelah duduk di kursi, Rin langsung membuka MacBook nya.
Tidak tahu apa yang kali ini Rin cari di MacBook nya, bahkan Rin sudah tidak peduli Citra kabur dari sini.
Hanya berselang beberapa menit, Citra mulai merasa bosan lalu Citra membalikan badannya, saat kaki nya akan melangkah keluar ada sepatu seseorang orang yang menghalangi dan ini bukan sepatu nya Rin.
Saat kepala Citra yang tadinya menunduk lalu mulai melihat ke depan, tepat di hadapan nya Helena yang tersenyum miring ke arah nya.
"Citra, my bestfriend."ucap Helena, kaki Helena satu langkah ke hadapan Citra, Citra refleks mundur.
"Hel, mau lo apa sih."tanya Citra
"LO YANG MAU NYA APA."
"Sekarang gue udah tahu semua.."ujar Helena kaki Helena terus melangkah sedikit demi sedikit ke hadapan Citra, Citra merasa takut sembari terus memundurkan langkahnya, Helena yang sekarang seperti seseorang yang berbahaya.
Citra yang merasa terancam, melihat ke arah Rin yang terlihat santai menonton, dengan tubuhnya yang menyandar ke tembok.
**TBC......
Sorry Typo.....
Maaf juga kalo hari jumat kemarin nggak Up soalnya lagi nggak enak badan...
__ADS_1
Makasih untuk yang udah komen and like😊🤗**