The Enemy

The Enemy
Chapter 8 (Revisi)


__ADS_3

~HAPPY READING ~


"Kakak benar-benar capek sama kamu Rin, kamu itu baru masuk sekolah tapi sudah beraninya bolos dan sekarang kamu tidak mengambil satu pun Ekstrakurikuler, padahal disekolah ini diwajibkan."seru Rivano, ia lebih memilih untuk mengurusi pekerjaan kantornya yang menumpuk daripada harus mengurusi adiknya yang batu ini, benar-benar tekanan batin.


"Setelah ini kamu harus ngambil satu Ekskul Rin walaupun yang diwajibkan dua, tapi kamu pilih hanya SATU SAJA."tekan Rivano


Rin lagi-lagi hanya diam seribu bahasa, ia akan pergi jika kakaknya menyuruhnya pergi.


"Sekarang kamu pergi ke kamar mu."Rivano yang sudah capek memarahi seorang Rin Leach


Rin pun pergi dari sana, ia langsung masuk ke kamar nya, tak lupa untuk menutup pintunya.


Rin meletakan MacBook nya di meja belajar nya, lalu Rin berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah keluar dengan berpakaian santai, ia kembali dan duduk di meja belajar nya membuka MacBook nya, ternyata ujungnya ada yang retak.


Tidak masalah selama masih berfungsi.


Rin mencari situs web yang dia sedang pelajari seperti bagaimana teknologi bekerja, atau bagaiman seorang bisa menghack akun seseorang, dan tentang apa itu Program.


~o0o~


"Vit, cepet lo ceritain tentang Rendi ke gue."pinta Helena yang sudah muak dengan Vita, karena meminta traktiran makanan dan makanan yang Vita pesan harganya mahal-mahal semua.


"Nanti dong sabar Hel, gue belum pesen salmon juga yang dicocol pake saus item itu,"


"Vita lo udah ngabisin Sushi banyak ramen juga lo embat, lo.."


"Misi mba ini Salmon nya."potong pelayan Restoran yang sudah membawa pesenan Vita .


"Ishh VITAAAA."Teriak Helena sekaligus meluapkan kekesalan nya. bahkan pengunjung lain sampai-sampai menghentikan kegiatan makannya


Tapi Vita biasa saja, malah sekarang ia sedang menikmati Salmonnya.


"Enak banget Hel, gue boleh bungkus nggak,"pinta Vita yang sudah tidak punya urat malu.


Sedangkan Helena langsung membuang mukanya.


"Ishh pelit lo."cetus Vita


"Apa! lo bilang gue pelit."sahut Helena.


Vita hanya mengangguk bersama dengan mulutnya yang penuh dengan salmon.


"Terus ini apa HAH! gue bayarin makan lo yang sebajigun begitu banyak nya, lo masih bilang gue pelit."kelakar Helena


"Selow Hel gue cuman bercanda, makan makan."Suruh Vita, Helena melotot kan matanya, makan apa semuanya sudah habis.


"Udah cepet sekarang lo ceritain tentang si Rendi,"suruh Helena yang sudah habis kesabaran nya.


"Nanti kalo gue ceritain lo jadi nggak suka lagi."ucapan Vita malah semakin membuat Helena jadi penasaran.


"Nggak suka gimana, coba lo perjelas,"

__ADS_1


"Aduh gue kayak nya sakit perut deh, gue butuh toilet sekarang."kata Vita dan cepat cepat dia berlalu pergi menuju toilet.


Dan membuat Helena mengancingkan giginya tanda ia benar benar marah.


"VITAAAAAA..."teriak Helena


~o0o~


Kekesalannya kemarin masih ia rasakan sekarang, benar-benar si Vita udah ngabisin uang nya, pulang gitu aja lagi.


Helena memasuki kelas. mood nya benar-benar hancur ditambah lagi bad mood ternyata didalam kelas ini ada si Batu juga.


"Tumben tuh Batu udah ada dikelas, lagi kesambet kayaknya."gumam Helena sambil duduk di bangkunya.


Untung tempat duduknya dengan si Batu jauh, ia didepan sedangkan si Batu dibelakang tapi tetap suasana nya dingin.


Apalagi matanya Rin yang tajamnya yang sedang menatap layar kaca didepan nya dengan serius.


Sesekali Helena melirik kebelakang tapi Rin tetap tak goyah, ia terlalu fokus.


"Ishh so banget, selalu bawa MacBook nggak di SMP sampe sekarang, nanti berlagak so jagoan."sinis Helena yang berdumel sendiri tak lupa juga mulutnya yang di gaya gaya kan.


Tak lama datang Vita yang lagi-lagi membuat mood nya hancur, terus datang lagi Siswa lain.


Dan pelajaran pun dimulai, sekarang pelajaran matematika.


"Hel, janji deh abis ini gue cerita."bisik Vita dibelakang sambil membentuk jarinya jadi V.


"Oke anak anak siapa yang bisa menyelesaikan soal Logaritma ini."kata Bu Joko, baru masuk sudah dikasih soal.


"Saya Bu."ucap Helena


"Silahkan Helena..eh Rin"ucap bu Joko yang sudah memegang spidol ditangan nya tapi di rebut oleh Rin.


"Tuhkan so jagoan."ucap Helena kesal dan ia tidak jadi maju.


"Benar Rin, silahkan duduk."


Lalu diberi tepuk tangan oleh semua murid kelas kecuali Helena, seharusnya ia yang mendapatkan tepuk tangan itu.


~o0o~


Setelah tadi istirahat, di jam berikutnya mereka memasuki jam pelajaran olahraga, Helena yang ceritanya sedang marah pada Vita ia pun memutuskan sendiri untuk mengganti seragamnya.


Di jalan ia di hadang oleh Citra.


"Hel, gue mau ngomong sama lo."kata Citra dengan serius


"Apa?"


"Gue tau lo suka sama si Rendi."


"Iya gue suka, emang kenapa,"

__ADS_1


"Kalo lo mau gue bisa deketin lo sama Rendi."tawar Citra


"Emang lo siapa Cit, emang Rendi kenal sama lo."bukan Helena kalau tidak sewot


"Gue sekelas sama Rendi,"


"Gue nggak peduli Cit, mau lo sekelas kek, tapi yang gue liat Rendi nggak deket sama siapa-siapa termasuk lo."setelah itu Helena meninggalkan Citra begitu saja tapi sebelum itu Citra mengeluarkan kata-kata yang membuat Helena emosi.


"Yakin lo Hel, gue liat Rendi pernah jalan sama Musuh lo."


~o0o~


"Sekarang kalian kumpul di lapangan utama."Suruh Pak Hadi selaku guru olahraga


"Yahh Pak disini aja sih,"


"Diluar panas Pak."


"Iyah Pak bener."


"Saya nggak mau, skincare saya gagal Pak."Komentar dari beberapa Siswi perempuan.


"Ayo cepat ke lapangan utama, lagian cahaya matahari itu sehat."


"Pak ini sudah lewat jam nya, udah nggak sehat lagi."


"Pokoknya bapak tidak menerima penolakan, dalam 1 menit kalian sudah kumpul di lapangan utama atau bapak alfa kan kalian."ancaman dari Pak Hadi mampu membuat mereka langsung berlari menuju lapangan utama.


Para Siswi perempuan yang mendengar itu pun langsung lari, kecuali satu orang.


"Aduh Vit tungguin gue."teriak Sandra yang tertinggal rombongan.


Dan sekarang mereka pun berada di tengah lapangan, lapangan yang ini biasa di pakai untuk bola sepak dan balap lari, saat class meeting berlangsung.


"Cepat sekarang kalian berbaris."komando dari Pak Hadi, dengan kumis nya yang menakutkan, tapi kata para Senior sebenarnya Pak Hadi orang yang humoris bila diluar jam pelajaran nya.


"Rizki apa sudah kamu absen semuanya, hadir semua kan?"Tanya Pak Hadi pada Rizki yang di tugas kan untuk mengabsen teman sekelas.


"Ada yang tidak ada Pak."jawab Rizki


"Siapa itu Riz?"


"Palingan si Batu, dia kan takut sama bola."bukan Rizki yang menjawab melainkan Helena.


"Hahah, masa sih Hel."seketika tawa mereka pun meledak, padahal mereka tidak tau siapa itu batu.


"Siapa itu batu."


"Si Ri.."tapi ucapan Helena langsung terpotong karena orang yang di bicarakan muncul.


"Maaf pak saya terlambat."potong seseorang dari arah belakang, yang sudah siap dengan kaos olahraga nya, Rambut nya yang keriting bergelombang, Rin ikat dengan gaya kuncir kuda.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2