The Enemy

The Enemy
Chapter 36 (Revisi)


__ADS_3

~HAPPY READING ~


Helena sudah melewati turnamen Basket putri dan dia berhasil memenangkan perlombaan tersebut yang membuat nama baik nya kembali lagi seperti dulu atau mungkin sekarang ia adalah sosok yang sangat populer.


SMA Viktoria high school akan memulai semester genap nya itu berarti Helena harus kembali bersaing dengan Rin.


Dan Rin yang sekarang bukan lagi Rin yang tidak peduli dengan nilai, tapi ia seperti serius untuk menghadapi semester terakhir ini bahkan Rin terang-terangan memanasi Helena, dengan nilai Fisika dan Matematika yang di mana hanya ia yang tidak ikut remedial.


Helena benar-benar harus belajar ekstra, untuk mempertahankan posisi pertamanya agar tidak di ambil oleh Rin, yang rangking paling bawah seangkatan.


"Hari senin nanti persiapkan diri kalian untuk ujian Semester genap, ini akan jadi ujian terakhir kalian,"


"Semoga semuanya naik kelas yah, ya sudah ibu pamit... Semangat....."Ucap Bu Lita setelah itu keluar kelas karena memang sudah waktunya pulang.


Mereka yang sudah membereskan alat tulis nya satu persatu keluar kelas.


"Neng Vita nanti kita belajar bareng yuk,"ajak Gio yang sudah siap untuk pulang


"Nggak."tolak Vita dan beranjak dari duduk nya menghampiri Helena."Gue mau belajar sama Helena dan Sandra.."lanjut Vita


Wajah Gio yang tadi nya ceria sekarang cemberut karena Vita menolak ajakan nya.


"Ya udah deh dah bang Gio duluan..."pamit Gio sambil melambaikan tangannya ke arah Vita yang membuat Vita merinding geli.


Tapi Gio malah menampakkan kepalanya di jendela lalu ia berucap


"Rin ada yang nungguin..."Rin yang memang sudah beres ia pun beranjak dan melangkah keluar.


"Helena juga......"suara Gio yang masih terdengar di dalam kelas, membuat Helena mengerenyitkan keningnya karena nama nya juga di panggil.


Helena langsung membereskan alat tulis nya tanpa menjawab suara Gio.


"Hel nanti kita jadi kan.."


"Iya Hel lo harus ajarin gue.."ujar Sandra, Helena hanya mengangguk sebagai jawaban dan setelah itu pergi keluar kelas tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Mereka berdua hanya bisa melihat punggung Helena yang menjauh dan menghilang dibalik pintu. Mereka merasa Helena akhir-akhir ini berubah sifat nya yang cerewet dan penuh semangat menghilang begitu saja ia jadi sosok dingin seperti Rin.


"Kita Harus buat Helena kembali lagi.."ucap Vita pada Sandra


"Iya lo bener gue mau Helena yang penuh semangat.."


"Nanti kan ujian kita harus panas-panasin Helena agar dia semangat lagi.."


"Dengan cara..."tanya Sandra lalu melirik ke arah Vita..


"Rin...."ucap mereka bersama.


Sebenarnya Helena bukan berubah kenapa selama ini ia jadi pendiam, karena Helena sedang memikirkan bagaimana mengalahkan Rin di ujian nanti bisa saja kan Rin berbuat curang seperti Semester pertama.


~o0o~


Ternyata yang menunggu Rin dan Helena adalah Rendi dan Bara.


Rendi mengajak Rin untuk belajar bareng dan Rin menyetujuinya. Sedangkan Helena yang di ajak Bara belajar bareng menolak mentah-mentah lalu pergi begitu saja ia bahkan tidak menghiraukan panggilan Bara yang memanggilnya.


Lagian kan mereka beda angkatan Bara kelas dua dan Helena kelas satu, tapi mungkin Bara yang nanti akan mengajar Helena karena ia sudah tahu materi kelas satu.


Helena benar-benar menghiraukan Bara dan langsung masuk ke dalam mobil nya, lalu saat sampai rumah Helena juga menghiraukan Mama nya yang menyuruhnya untuk makan, ia malah langsung masuk ke dalam kamar melemparkan tas nya begitu saja dan langsung merebahkan dirinya di kasur.


Helena harus segera belajar untuk ulangan hari senin ia hanya mempunyai waktu dua hari. Helena beranjak melangkahkan kaki nya ke meja belajar dan langsung duduk di meja belajarnya.


Helena malah terpikirkan dengan ajakan Bara yang mengajak nya untuk belajar bersama Rin dan Rendi, kalo misalkan Helena belajar bareng dengan Rin ia bisa tahu bagaiman Rin bisa mengerjakan soal Matematika dengan cepat lalu Helena tersenyum dan dengan cepat ia mengambil ponselnya untuk menghubungi Rendi.


Chapter 60


Helena akhirnya memutuskan belajar dengan Bara dan juga Rin dan Rendi, ia malah melupakan teman-teman nya.

__ADS_1


Sandra dan Vita yang baru saja datang ke rumah Helena untuk menemui Helena, saat tahu Helena tidak ada mereka memutuskan untuk kembali pulang karena kata Mama Helena, Helena baru saja pergi dengan teman pria nya.


Setelah itu mereka berdua pulang ke rumah Sandra.


"Siapa yah Vit?"tanya Sandra sembari merebahkan dirinya di kasur milik nya, sedangkan Vita sibuk dengan cemilan yang ada di kamar Sandra.


"Mm nggak tahu gue nyam... nyam.... mungknn si Rzzki..."jawab Vita yang mulutnya penuh oleh cemilan.


"Coba gue telepon...."


"Siapa?"


"Helena.."jawab Sandra, Vita pun hanya mengangguk saja..


sedangkan Sandra masih menunggu telepon nya di angkat.


📞"Hallo.."ujar Helena di sebrang sana


"Lo dimana Hel?"


📞"Sorry San gue lagi belajar bareng Rendi..."


Sandra pikir teman yang belajar bareng dengan Helena itu Bara ternyata Rendi akhirnya Sandra bisa menghela nafas lega.


"Nggak papa Hel enjoy yah... dah...."Sandra mematikan ponselnya lalu melempar nya ke kasur nya.


Vita yang penasaran apa yang Sandra bicarakan dengan Helena di telepon nya langsung beranjak dan menghampiri Sandra.


"Apa katanya?"


"Dia lagi belajar bareng Rendi ..."


Vita yang mengetahui itu hanya bisa ber 'oh' saja setelah itu lanjut untuk mengemil.


~o0o~


"Lo udah ngerti kan?"tanya Bara yang berada di samping Helena.


"Hah iya kak..."jawab Helena bohong


"Terus apa aja yang lo belum bisa Hel?"tanya Bara, Helena langsung menunjukkan materi mana yang ia tidak mengerti tapi setelah itu ia malah memperhatikan Rin dan Rendi lagi.


"Rin lo tahu nggak yang ini gimana?"pertanyaan itu dari Rendi, dan ini kesempatan Helena bagaimana cara Rin menyelesaikan Matematika dengan cepat.


"Ayo Rin kasih tahu..."batin Helena


Rin mengambil buku latihan Rendi saat Rin ingin menjawab seseorang datang.


"Mm misi gue boleh gabung nggak?"Seketika mereka berempat pandangannya teralihkan.


"Oh lo Cit, gabung aja.."kata Rendi, mempersilakan Citra duduk di samping nya yang membuat Rin cemberut.


Rendi melihat mata mereka yang seperti ingin bertanya dan meminta jawaban.


"Oh iya gue yang ngajak Citra buat belajar kelompok bareng soal nya dia di kelas nggak punya temen.."


"Jadi mungkin gue temen dia satu-satunya.."lanjut Rendi


"Oh gitu.."sahut Bara setelah itu langsung mengajari Helena lagi.


Lain hal nya Rendi yang tadi meminta jawaban pada Rin malah yang menjawabnya Citra.


"Si Citra ganggu aja.."batin Helena kesal tapi kekesalan itu hilang saat ia melihat raut wajah Rin yang cemberut selama ini Rin hanya menampilkan wajahnya yang datar tapi hari ini dia cemberut..


Helena tersenyum puas...


"Hel lo udah ngerti kan?"

__ADS_1


"Ehh iya Kak udah..."jawab Helena sambil tersenyum..


Rin yang seperti tidak di anggap oleh Rendi, ia memutuskan untuk pulang lagian dia juga tidak bawa MacBook nya.


Rin beranjak melewati Rendi yang asik mengajari Citra...


"Misi....."setelah Rendi mempersilakan Rin untuk lewat tapi setelah itu ia bertanya.


"Rin, lo mau kemana?"tanya Rendi


"Pulang"jawab Rin, Rendi langsung beranjak dan menyusul Rin.


"Si Rendi beloon banget kalo gini dia bisa nyakitin dua hati..hahahah.."ucap Bara tanpa memperdulikan Citra yang berada di depan nya.


Helena yang di samping merasa tersinggung tapi ia bisa berucap didalam hati."Bukan dua tapi tiga empat kali.."


~o0o~


Hari Senin. Hari di mana ulangan semester terakhir yang menentukan mereka naik kelas atau tidak. Semua murid sudah mempersiapkan diri mereka dengan belajar lebih giat, tapi untuk hasil bagaimana hasilnya nanti.


"Semoga gue bisa karena pelajaran pertama adalah Biologi pelajaran yang nilai ulangan gue selalu seratus..."gumam Helena sepanjang koridor ia terus mengucapkan kata-kata untuk menyemangati diri nya sendiri sambil melangkah kedalam kelas tapi, saat ia akan masuk ke dalam kelas bahu nya bertabrakan dengan seseorang..


Mata mereka berdua terlihat kobaran api persaingan yang sangat sengit antara Rin dan Helena, Helena masuk terlebih dahulu.


Setelah itu masuk guru yang akan mengawasi mereka.


"Selamat pagi anak-anak.."ujar Bu guru


"Pagi Bu...."


"Ibu ingin memberikan sedikit informasi bahwa ulangan kali ini kita akan kembali seperti dulu yaitu pakai kertas dan pensil karena waktu kemarin ada sedikit ke anehan.."kata nya.


Glekkk, Rin menelan salipah nya, Helena tersenyum miring sembari melihat ke arah belakang lebih tepat nya ia melihat ke arah Rin yang seketika merasa tegang.


"Ya sudah hanya itu saja, waktunya juga sudah mulai ibu akan bagi kan kertas ulangan ini semoga kalian bisa mengerjakannya dengan jujur..."Bu Juli mulai memberikan kertas itu satu persatu pada mereka.


Helena sudah menerima kertas ulangan dan langsung mengisi nama nya lalu nomer peserta setelah itu ia langsung menuju ke soal dengan semangat yang berkobar, Helena pastikan ia tidak lagi kesulitan dalam menyelesaikan soal ini.


Sedangkan Rin, ia masih terlihat santai bukan nya cepat-cepat mengisi Rin terlihat bermain-main dengan pensil yang berada ditangan nya, mungkin karena Rin selama ini terbiasa mengetik, tapi untuk beberapa saat ia mulai menggerakkan tangannya dan mulai mengisi walaupun terasa kaku.


Mungkin ini akan jadi persaingan yang serius antara Rin dan Helena karena sekarang Rin tidak lagi bermain-main dan sedikit demi sedikit melawan Helena dengan serius, bukan kah itu yang di inginkan Helena.


Beberapa menit kemudian dan yang mengumpulkan soal pertama adalah Helena, bahkan mereka semua terkejut karena soal ulangan kali ini cukup susah untuk ukuran kelas satu SMA. Dengan santai Helena ke depan memberikan kertas ulangan nya setelah itu ia dipersilahkan untuk keluar kelas terlebih dahulu..


"Hel.. Hel..."Sandra yang mencoba memanggil Helena, namun ternyata terdengar oleh Bu Juli.


"Sandra..."Sahut Bu Juli, Sandra hanya bisa memperlihatkan giginya yang putih.


Helena keluar kelas dengan santai tak sia-sia ia belajar dengan Bara kemarin, sebelum Helena pergi ke kantin ia malah mengintip teman nya di jendela dan pas sekali ia tepat di arah Rin. Rin yang merasa ada yang memperhatikan nya ia melirik jendela sekilas dan itu menjadi kesempatan Helena untuk mengejek Rin Helena memelet kan lidah nya. Rin melirik dengan tatapan tajam, lalu ia memutarkan bola mata nya kesal, setelah puas membuat Rin kesal Helena langsung pergi ke kantin untuk makan.


Saat sampai kantin ia kira hanya dirinya saja yang akan makan di sini, ternyata sudah ada beberapa siswa yang sudah datang lebih awal dari nya.


Sesudah memesan makanan selanjutnya Helena langsung duduk di kursi, lalu meletakan mie ayam yang ia beli tadi. Sambil menikmati makanannya mata Helena menyusuri sudut kantin melihat ke kiri dan kanan tidak ada teman sekelas nya apa mereka belum menyelesaikan ulangannya.


Tapi saat mata Helena melihat pojok kantin pemandangan yang membuat matanya hampir keluar dari kelopak matanya, Helena melihat mantan gebetan nya dengan mantan teman nya.


"Rendi sama Citra makin akrab aja.."


"Kalo si batu liat ini, marah nggak yah.."ujar Helena sembari memotret moment mereka berdua.


"Tapi kalo gue kirim nggak adil dong nanti bisa aja si batu nggak fokus sama ulangannya, kalo hasil ulangan dia jelek hanya gara-gara foto ini sama aja dong nggak fair..."Helena memasukan lagi ponselnya ke saku, lalu ia meminum jus alpukat nya."Rendi emang orangnya gitu?"


"Sebenernya dia pacaran nggak sih sama si batu..."ucap Helena bingung


"Apa dia orangnya, bikin orang baper terus di tinggalin... kayak nya gue harus cari tahu."Helena bergumam sendiri sampai-sampai ia tidak sadar dengan kehadiran dua teman nya..


TBC.

__ADS_1


__ADS_2