
~Happy Reading~
Helena benar-benar serius dengan ucapannya, Helena membawa polisi tapi Helena tidak memberitahukan Rivano tentang Rin.
"Nomor Apartment nya, 2.. Ini apa yang ini."ujar Helena memberitahukan hal itu pada polisi.
Setelah itu, salah satu polisi mengetuk pintu Apartemen itu dan selanjutnya...
Keluarlah Rin dengan hoddie kuning, tanpa banyak kata, polisi langsung menangkap Rin. Mata tajam Rin tak lepas memandang ke arah Helena dengan tajam.
Rin dibawa ke kantor polisi untuk di interograsi, polisi mengajukan pertanyaan yang membuat Rin bingung karena memang bukan Rin yang melakukan hal gila seperti itu.
"Bukan saya.."
"Apakah anda punya masalah pribadi terhadap sodari Sindy."
"Tidak.."
"Sebaiknya anda mengaku saja, sebelum kasus ini semakin panjang."
Rin menggaruk kepalanya, sesekali juga Rin menjambak rambutnya dengan kesal.
"Sudah berapa kali saya ucapkan, BUKAN SAYA."teriak Rin di akhri kalimat sembari berdiri dan menggebrak meja, membuat Polisi yang berada di ruangan itu kaget.
"Duduk dengan tenang, kalo anda tidak salah sebaiknya diam."
"Saya sudah diam sedari tadi, tapi bapak terus memojokkan saya seperti itu.."bahkan kali ini Rin menunjuk-nunjuk Polisi yang menginterogasi nya.
__ADS_1
Tanpa bicara lagi Polisi yang bertugas langsung memasukan Rin ke jeruji besi, Rin belum di tetap jadi tersangka jadi di balik jeruji besi itu Rin hanya seorang diri.
Tak lama kemudian datang lah Rivano ke kantor polisi setelah salah satu polisi menelepon nya.
"Rin,"panggil Rivano, di luar jeruji besi.
Rin hanya melirik sekilas ke arah Rivano, bahkan Rin tidak mendekat kearah Kakaknya, Rin hanya menyenderkan tubuhnya di tembok sembari menatap kosong ke arah luar.
"Mendekat lah kemari.."suruh Rivano, Rin hanya memutar bola matanya malas.
"Kamu itu kenapa sih Rin, HAH.."Rivano berteriak frustasi.
"Membuat banyak masalah, bukannya minta maaf dan sadar diri, tapi apa seolah-olah kamu di fitnah."ucap Rivano, dan ucapan Rivano kali ini membuat Rin kesal, Rin melangkah dan mendekat ke arah Kakaknya.
"Memang, saya di fitnah."
"Anda yang seharusnya sadar, Rivano."
"Tidak sopan kamu Rin, saya Kakak mu."
"Saya tidak punya Kakak."jawab Rin, lalu melangkah mudur lagi kebelakang.
"Rin, untuk soal itu Kakak minta maaf."Rivano menyadari apa yang di lakukan nya tempo hari membuat perasaan adiknya terluka.
**********
Pagi hari nya, SMA Victoria di kejutkan dengan beberapa pisau kecil di setiap lokernya. Dan hal ini membuat para Siswa menjadi resah.
__ADS_1
"Gue takut Hel,"ucap Sandra
"Gimana ini Hel, kata lo Rin udah di tangkap."ujar Vita
"Gue kan udah bilang ini bukan Rin.."kata Helena, sembari membuka lokernya, bukan lah pisau kecil yang di dapat Helena melainkan seperti flashdisk.
Helena memandangi flashdisk itu, setelah Helena mengingat sesuatu Helena langsung lari dari sana.
"Hel, lo mau kemana?"
Helena lari menuju ruang komputer, tapi saat akan masuk ruang itu di kunci.
"Helena,"ada suara cowok yang memanggil Helena dari arah belakang, Helena membalikan tubuh nya dan ternyata orang itu.
"Rendi."
"Lo ngapain di sini?"
"Gue..
"Ini."Rendi menunjukkan flashdisk yang sama persis dengan Helena pegang.
**TBC........
Happy new yearsπππ walaupun telatππ
semoga di tahun 2022 kita semua diberikan kesehatan, semoga tahun ini menjadi tahun terbaik yah, Aminπππ**
__ADS_1