
~**HAPPY READING** ~
Rin bingung sekarang dirinya harus apa, berbicara terus terang pada Helena kalo bukan dirinya yang mengajak mereka semua atau membiarkan Helena terus-terusan menyalahkan nya.
"Hufttt..."Rin menghela nafas lelah, lebih baik Rin tidak punya satu teman pun.
"Cuman Rey yang bisa bikin hati gue tenang, kemana kamu Rey."Rin merindukan seseorang yang dapat mengertinya, tapi orang itu sudah menghilang Rin tidak tahu dia kemana.
Rin melangkah keluar gerbang, Rin memutuskan untuk bolos sekolah.
~o0o~
Bara sekarang jadi sosok yang pendiam, ia tidak lagi semangat dalam menjalani hidup, Bara orang yang tidak bisa melakukan semuanya sendiri, ia selalu menginginkan seseorang dapat mengatur hidupnya. Bara pikir Helena menyukai nya ternyata ia salah.
Bara dengan malas berjalan ke loker, dan membuka loker itu untuk mengambil buku paket, karena sekarang dirinya sudah menjadi kelas 12 itu berarti ia harus lebih giat belajar.
Saat membuka loker, betapa terkejut nya Bara saat mendapati banyak sekali surat dan juga coklat. Surat itu semuanya berwarna pink, Bara mengambil semua suratnya. Bara hendak membuang surat itu tapi otaknya berkata lain jadi Bara memilih untuk membawa ke rumah nya.
~o0o~
Saat ini Rin sedang berada di tengah pasar tradisional, kakinya begitu saja melangkah. Mungkin saja Rin benar-benar merindukan masa lalu nya. Banyak orang yang melihat ke arah Rin dengan tatapan aneh. Bagaimana bisa anak sekolah ke pasar tradisional di waktu jam pelajaran dan yang bisa melakukan hal seperti itu hanya siswa yang nakal.
__ADS_1
Rin, melihat banyak sekali orang yang sibuk, berjalan ke sana kemari. Rin melirik jam nya sudah hampir jam dua lewat. Jadi sedari tadi Rin berkeliling pasar menghabiskan 3 jam lebih wah luar biasa
Rin memutuskan untuk pulang, saat sudah keluar dari area pasar, tiba-tiba langit mendung dan setelah itu hujan datang. Rin melihat orang lain berteduh tapi Rin memutuskan untuk terus melangkah. Bahkan pengendara motor pun ikut berteduh juga.
Rin berjalan ke arah halte bis, karena jarak rumahnya dengan pasar Rin kunjungi terbilang jauh jadi Rin memutuskan untuk naik bis.
Saat Bis datang Rin langsung naik dan masuk bis, tidak banyak orang di sana tetapi Rin memutuskan untuk tetap berdiri, karena Rin sadar diri kalo pakaian yang ia pakai basah. Setelah sampai di halte berikutnya Rin turun, setelah itu Rin berjalan beberapa meter untuk samapi kerumahnya.
Setelah sampai rumah yang nampak sepi, Rin langsung ke kamar nya untuk mandi. Setelah membersihkan dirinya dan juga sudah memakai pakaian rumahan, perut Rin terasa lapar jadi Rin pergi ke dapur.
"Non, Rin mau makan apa?"tanya ART di sana, tapi Rin tidak menjawabnya dan malah melangkah ke rak, Rin mengambil pop mie di sana. Setelah memberikan air panas di pop mie nya Rin kembali ke dalam kamar nya.
~o0o~
Sedangkan di tempat lain, Badan Helena yang tadinya terasa sakit sudah di atasi dengan di urut oleh seorang ibu-ibu.
Helena sekarang sedang merebahkan dirinya di kasur, Helena memeriksa sosial media sekolah nya tapi tidak ada info apa- apa, lalu Helena berpindah ke akun sosial Xtzeen.
"Hah, pemilihan ketua osis akan segera di langsung kan."Helena terkejut, akun Xtzeen update lebih aktif di bandingkan akun sosial media sekolah nya.
"Gue harus ikut nyalonnin diri, jadi ketua Osis."ujar Helena.
__ADS_1
Tok..tok..
"Non Helena, ada temen Non katanya ketemu."teriak Bi Siti dari luar.
"Suruh masuk aja Bi."jawab Helena yang masih fokus dengan gadget di tangannya.
Setelah itu pintu kamar Helena terbuka, menampilkan seorang gadis berambut sebahu yang langsung berlari ke arah Helena dan memeluk Helena.
"Hel, maafin gue."ujar Sandra, Helena terdiam mematung otaknya masih loading.
"San, lo.."
"Gue minta maaf Hel."sela Sandra yang sudah melepaskan pelukannya.
"Nggak San, gue yang harusnya minta maaf, gue udah bikin lo sakit hati."
"Udah Hel, gue baru ngerti semuanya saat Kak Bara bilang ke gue lo yang nolak Kak Bara, Maafin gue yah Hel."
Akhirnya masalah Helena dan Sandra terselesaikan. Helena lega karena itu, ia tidak ingin kehilangan seorang teman lagi.
TBC......
__ADS_1