The Enemy

The Enemy
Chapter 93


__ADS_3

~Happy Reading~


"Citra, my bestfriend."ucap Helena sembari kaki melangkah ke hadapan Citra, Citra refleks memundurkan langkahnya.


"Hel, mau lo apa sih."tanya Citra


"LO YANG MAU NYA APA."


"Sekarang gue udah tahu semua.."ujar Helena, kaki Helena terus melangkah sedikit demi sedikit ke hadapan Citra, Citra merasa takut sembari terus memundurkan langkahnya, Helena yang sekarang terlihat seperti seseorang yang berbahaya dimata Citra.


Citra yang merasa terancam, melihat ke arah Rin yang terlihat santai menonton.


Helena mendorong Citra kebelakang tapi Citra tidak jatuh, karena punggung Citra terbentur ke tembok pembatas rooftop yang lumayan tinggi.


"Lo yang udah bikin gue miskin, Lo juga yang udah adu domba gue sama Rin."teriak Helena sampai-sampai matanya melotot. Citra menggelengkan kepalanya.


"Bukan gue Hel,"elak Citra, Helena tersenyum miring.


"Masih aja yah lo nggak ngaku,"


"Bukan gue Hel,"Citra tetep membantah pernyataan Helena.


"Kenapa lo lakuin itu Cit?"tanya Helena dengan wajah yang masih marah. Citra menelan salivanya, Citra menundukkan kepalanya lalu kembali mentap Helena dengan wajah yang terlihat berani, seperti tidak ada lagi rasa takut di dalam dirinya.

__ADS_1


Sebelum berbicara, tangan Citra tiba-tiba menunjuk ke arah Rin. Dan Helena refleks melihat arah tangan Citra.


Rin yang sedari tadi terlihat enjoy dengan perdebatan antara Helena dan Citra, tiba-tiba perasaannya tidak enak. Rin menegakkan tubuhnya yang tadinya menyandar.


"Ada apa dengan Rin?"tanya Helena yang merasa bingung dengan Citra.


"Kalo gue kasih tahu pun, lo nggak akan percaya Hel."


"Apa maksud lo? Bilang."bukannya menjawab pertanyaan Helena, Citra malah membalikan badannya dan kembali menatap pemandangan sekolah dari atas rooftop.


Citra membuat Helena kesal, jadi Helena maju dan mendekati Citra ke samping.


"Ap....


"Jangan pernah percaya apa yang dia omongin Hel."potong Rin yang masih berdiri di tempatnya sembari memegangi MacBook nya erat.


"Apa maksud lo Cit, cepet bilang. Kenapa Rin."desak Helena.


Rin yang melihat Helena yang terus menerus mendesak Citra berdecih kecewa.


"Cihh..."Rin membalikan badannya lalu pergi dari rooftop.


"Lihat kan Hel. Rin cuman mau ngeliat lo sama gue berantem doang, dan seharusnya lo curiga sama Rin bukan gue. Dia punya koneksi yang bisa buat siapapun miskin dalam sekejap."ucap Citra

__ADS_1


"Maksud lo yang bikin Papa gue miskin itu Rin."Citra mengangguk


"Tapi Cit dia waktu itu cari siapa orang yang udah ngambil perusahaan Papa gue dan orang itu Ayahnya Vita."Citra menghela nafas dengan ucapan Helena.


"Lo pasti tahu siapa itu Herlano dan jangan lupakan siapa itu keluarga Leach."Citra terus-terusan membuat pikiran Helena menjadi tidak menentu.


"Hel, lo harusnya sadar Rin itu musuh lo."


"Coba lo pikirkan musuh mana yang mau membantu musuh lainnya, impossible."perkataan Citra terasa masuk akal di pikiran Helena, tapi Helena masih ragu.


"Rin kan nggak deket dengan Vita, dia juga kan seminggu nggak masuk sek–lah."Helena melambat saat kata sekolah di sebut, lalu menatap Citra.


"Tuh kan Hel, gue yakin pas seminggu itu dia sibuk buat rencana buat ngejatuhin lo."lalu setelah itu Citra memegang bahu Helena.


"Inget nggak ada musuh yang ngebantu musuhnya."ujar Citra tepat di telinga Helena, setelah itu Citra meninggalkan Helena sendiri di atas rooftop.


Helena menjambak rambutnya frustasi.


"AKHHHHHH....RIN...."teriak Helena kesal.


"Bisa-bisanya gue di bohongin."geram Helena, setelah itu pergi dari sana.


**TBC........

__ADS_1


Sorry Typo


Thanks buat yang koment and like😊🤗**


__ADS_2