The Enemy

The Enemy
Chapter 16(Revisi)


__ADS_3

~HAPPY READING


Bel pulang berbunyi itu tandanya sekolah berakhir. Tapi tidak bagi yang masih memiliki kesibukan disekolah. anak-anak yang mengikuti ekskul mereka masih harus tetap di sekolah.


Dan itu juga berlaku pada Rin, sebenarnya ia malas tapi karena kakak nya yang menyebalkan mau tak mau Rin harus melakukannya.


Rin menunggu teman kelas nya keluar terlebih dahulu, untuk beberapa menit ia masih stand by di kursinya seperti tidak berniat untuk beranjak. tapi Rin akhirnya keluar kelas kalo tidak di tegur oleh Rizki, orang itu sudah menjadi daftar blacklist dalam hidup seorang Rin Leach.


Rin bukannya menuju ruang komputer ia malah mampir dulu ke toilet. Rin menunda MacBook di meja wastafel, ia sendiri memasuki kamar kecil, mungkin Rin ingin pipis.


Dan pas saat itu masuk segerombolan cewek yang jumlah nya lebih dari satu.


"MacBook siapa nih Ser?"


"Coba deh liat Ser, kayaknya ini punya si Rin."tebak teman Serli.


Serli yang sedang memakai lipstick teralih kan dengan MacBook yang tidak lagi familiar di matanya, ia tersenyum sinis.


"Waktunya pembalasan."gumam Serli.


Serli mengambil MacBook itu ditangan temannya, lalu mencuci MacBook itu di wastafel.


"Ser itu bisa rusak lo,"tegur teman Serli


"Diem lo, biar makin kinclong gue pakein sabun,"Serli mengambil sabun di sisi Wastafel dan mulai mencucinya kembali.


Tak lama Rin keluar dari bilik kecil, matanya melotot tajam ia Serli sedang bermain-main dengan MacBook nya.


"Ser yang punya dateng,"bisik teman Serli


"Oh yah,"Serli membalikkan tubuhnya kearah Rin, yang masih menatapnya dengan tatapan tajam tapi tidak ada pergerakan.


"Kayaknya gue udah beres deh dan kayaknya nih benda udah nggak berguna lagi.."Serli membuang MacBook Rin ketempat sampah.


Sesudah membuangnya ia mendekati Rin yang masih mematung ditempat nya, saat Serli ingin menyentuh Rin, Rin mundur.


"Jaga tangan kotor lo,"tepis Rin


"Kenapa Rin? sedih liat benda kesayangan lo rusak..."


"Biasa aja, lo kira gue nggak mampu beli"ujar Rin lalu pergi sembari menyenggol bahu Serli


"Dasar *****."


"Awas lo Rinnnnn."teriak Serli menggema di toilet wanita, kenapa jadi ia yang kesal seharusnya Rin kan.


Rin masuk ke ruangan Komputer tidak membawa apa-apa, belum ada kakak kelas yang datang Rin menghampiri Rizki yang sedang sibuk dengan Laptop di depan nya.


"Pulang."suruh Rin tiba-tiba, Rizki yang tak mengerti menatap Rin bingung.


"Apa yang lo bilang?"


"Pulang,"


"Rin ini belum mulai, masa udah pulang."


"Oke kalau lo nggak mau gue bisa sendiri, tapi nggak usah kasih tau kakak gue."ujar Rin dan berjalan pergi dari ruangan tersebut.


Rizki yang tak mau mempunyai masalah dengan Rivano langsung segera mengejar Rin.


"Rinn tunggu.."teriak Rizki di belakang Rin, Rin memelankan langkahnya sehingga Rizki bisa menyamai langkah nya.


"Mmm.. Rin tapi sebelum pulang gue masih ada urusan di ekskul basket, kita ke sana dulu yah? gue janji cuman sebentar."

__ADS_1


Rin tidak banyak kata dan tidak mengucapkan apapun, tapi kaki nya bergerak sendiri menuju lapangan basket.


Dan saat sampai ia melihat anak ekskul Basket sedang mendengarkan instruksi dari pelatih.


"Gue tunggu disini."ucap Rin, Rizki pun mengangguk..


Rizki berlari kearah Bara ia ingin meminta ijin.


Rin melihat Rendi dan Helena yang semakin dekat. Rin melihat dari kejauhan sambil tersenyum kecut.


setelah Rizki berbicara dengan Bara, Rizki langsung pulang mengantarkan Rin.


~o0o~


Sekarang nama Rin Leach masuk trending di SMA VICTORIA mengalahkan Serli sebagai lawannya.


Banyak dari mereka yang memuji sosok Rin, saat Rin berani melawan Serli yang nontaben nya cewek terpopuler dan famous. Bahkan hanya dengan kata-kata saja Serli sudah dibuat gela gapan oleh Rin.


Dan disini juga Helena Tak kalah populer dikalangan seangkatan nya, fakta dan kabar terbaru adalah Helena dikabarkan tengah menjalin hubungan dengan seorang pria yang populer seangkatan nya, siapa lagi kalo bukan Rendi.


Setelah poto mereka beredar yang diketahui sedang berkencan, bahkan seminggu terakhir Helena sering pulang diantarkan oleh Rendi.


Tapi sampai sekarang belum ada kabar dari pihak Helena dan Rendi.


"Jadi setiap gue mau jalan ada yang nguntit gitu, ini sekolah apa kok kayak gini."


"Iya Hel, gue dengar-dengar mereka juga dapat bayaran lo, dengan menyebarkan berita seperti itu."


"Jadi penguntit."ucap Helena dengan nada kaget


"Hustt Hel. jangan keras-keras, nanti kalo ada salah satu dari mereka jadi gawat."bisik Vita yang terlihat berlebihan.


"Emang mereka siapa?"


"Tapi lo seneng kan."goda Vita


"Apa sih Vit, lo nggak tahu aja reaksi Rendi kayak gimana."


"Emang kayak gimana,"


Setelah tahu itu Rendi seketika jadi berubah, seperti saat pertama kali mereka bertemu yaitu dingin, bahkan lebih dingin dari ini.


~o0o~


Pagi ini lagi-lagi gempar tentang ada yang meretas akun Sosial media milik paparazi disekolah ini, sejak malam tadi sosial media X-Tzen tidak bisa dibuka, bahkan pagi ini kabar terbarunya akun itu tidak bisa ditemukan.


"Aneh banget, ini ada yang ngehack kali yah."


"Mungkin kena azab,"


"Bener banget, suka nyebarin aib orang sih."


Kata siswa yang mulai heboh atas hilangnya aku media sosial X-Tzen, bahkan banyak mereka yang merasa bersyukur, dan ada juga yang kecewa. karena takut ketinggalan informasi disekolah populer ini.


Rin yang sedari tadi hanya jadi pendengar, hari ini hari selasa dan waktu kemarin ia akhirnya membeli MacBook yang baru dari uang tabungannya.


Rin membuka MacBook itu, otak nya yang nakal dan tangannya yang jahil mulai berkeliaran di layar kaca.


"Kalo ada yang berani menghancurkan laptop nya, dia juga akan siap dengan kehancuran hidupnya."gumam Rin dengan senyum licik diwajahnya.


Saat guru datang dan memulai pelajaran beda halnya dengan Rin. dia memilih untuk keluar kelas dan mengerjakan pekerjaan nya yang belum selesai, sebelum jam istirahat usai.


Yah seorang Rin Leach lagi-lagi bolos pelajaran.

__ADS_1


Agar tidak boring Rin menyiapkan sebungkus roti dan susu kotak di tas bag nya, ditemani dengan semiliar angin diatas rooftop..


Sedangkan teman sekelas nya mereka hampir mabok dengan rumus dan tabel periodik.


~o0o~


"RIN LEACH, APA INI."Teriak Serli yang mendatangi kelas XMIA–1.


Dan sekarang semua atensi terarah ke seorang gadis yang sedang Memakan sebungkus Roti itu.


"Semua yang dikelas ini keluar, Keceuli lo."Titah Serli Ke murid kelas lalu menunjuk kearah Rin.


Refleks yang ada dikelas meraka berhamburan keluar kelas, karena takut dengan amukan Serli.


"Ser gue juga?"tanya teman Serli


"Lo tutup tirai itu, dan juga pintu sebelum keluar."


"Kapan?"


"SEKARANG LOLI."Bentak Serli


Sekarang didalam kelas itu hanya ada Rin dan Serli.


"Apa aja yang lo tahu soal gue?"tanya Serli


"Yang gue tahu wajah lo nggak secantik yang kelihatannya, kalo Bara tau mungkin lo udah dibuang, Pasti Kak Bara langsung jijik ngeliat lo."


"Stop Rin gue mohon,untuk hapus poto itu,"titah Serli. Pas jam pelajaran pertama Serli kaget ada yang menyebarkan fotonya waktu ia tidak bisa menggunakan Make up.


Dan sekarang foto itu sudah tersebar luas, Serli juga tahu siapa yang meretas akun X-tzen hanya untuk meng-upload fotonya. siapa lagi kalo bukan adik kelas kurang ajar, Rin Leach.


"Kalo gue nggak mau gimana, saat di sekolah lo belaga kayak bagaimana semestinya jadi murid yang famous, tapi saat lo diluar lo belaga kayak *****."


"RINN JAGA OMONGAN LO."Teriak Serli bahkan ia juga menggebrak meja.


"Itu kenyataan, KAKAK KELAS *****."Nada bicara Rin tak kalah kerasnya.


"Dan lo mau liat seberapa ***** nya lo."Rin memutar MacBook nya yang memperlihatkan Serli sedang ada di bar bersama seorang pria yang umurnya jauh dari nya.


Serli yang ketakutan ia cepat-cepat merebut MacBook itu dan hendak menghapus potonya.


"Percuma lo hapus, gue masih punya banyak."ucap Rin santai, sembari meminum susu kotak.


Serli yang mulai frustasi pun,"Nggak ada cara lain."ucapnya dan mulai bertekuk lutut dikaki Rin Leach.


Lagian kalo Serli memohon ke adik kelasnya yang kurang ajar, dia yakin tidak ada yang melihat hal ini.


"Gue mohon Rin jangan sebarin."pinta Serli yang terlihat memperhatinkan.


Tapi raut muka Rin tidak berubah apapun dan terlihat seperti biasa yaitu datar.


"Gue nggak akan sebarin, asalkan satu hal.."


"Apa itu?"


"lo keluar dari sekolah ini"


"Lo gila kali Rin."


"Gue nggak mau sekolah ini ada modelan kayak lo, cepat atau lambat berita itu akan muncul di publik, bukan lo aja yang rugi tapi sekolah juga."tukas Rin


TBC.

__ADS_1


__ADS_2