
~HAPPY READING ~
Setelah percakapan panjang Kakak beradik itu, dan akhirnya Rin lah yang mengalah ia harus datang ke rumah sakit untuk menjenguk Herlano walaupun Rin paling benci dengan suasana Rumah sakit.
Rivano lagi-lagi membuat seorang Rin jengkel, dia menuju RS bukan dijemput oleh supir melainkan diantarkan oleh Rizki.
saat sampai didepan pintu kamar Herlano, Rin hanya terdiam saja seperti tidak berniat untuk masuk.
"Rin masuk. nanti kakak lo ngomel lagi, gue juga yang di marahin."ujar Rizki yang berada tepat dibelakang Rin. bukan nya masuk Rin malah membalikkan tubuhnya dan sontak saja mata mereka bertemu. Rin dengan tatapan tajamnya, sedangkan Rizki dengan tatapan ketakutan nya, apalah Rizki tidak mengerti tapi jantungnya berdebar sangat kencang.
"Setelah ini lo berurusan sama gue."ucap Rin lalu masuk ke dalam ruang inap Herlano.
sedangkan Rizki hanya mematung sambil memegangi jantungnya yang tidak bisa di kontrol, setelah ada yang menepuk nya barulah kesadaran nya muncul kembali.
"Lagi ngapain lo Riz?"
Rizki melihat ternyata Helena dan Rendi.
"Lagi nungguin Rin."
"Rin?"ucap Rendi
"iya."
"kenapa Rin?"tanya Rendi yang seketika raut wajah nya berubah menjadi khawatir.
"Rin lagi jenguk bokap nya."jawab Rizki seadanya.
Dan tak lama kemudian keluar lah Rin dengan wajah kesalnya, ia menatap tiga orang didepan nya dengan sinis lalu langsung pergi, tapi langkahnya menabrak Helena didepan yang mengakibatkan Helena hampir terjatuh kalo Rendi tidak menangkap nya.
"Ishh dasar batu."gerutu Helena
"Lo nggak papa kan?"tanya Rendi dan Helena hanya menggeleng saja
"Rin lo mau kemana.."teriak Rizki yang hendak menyusul, tapi ditahan oleh Rendi.
"Gue aja, antar Helena pulang."ucap Rendi sambil memberikan badan Helena.
"Emang gue barang."Helena melototkan matanya.
selepas itu Rendi langsung pergi menyusul Rin, yang mana sudah jauh dari jangkauannya.
Rendi melihat dari kejauhan Rin masuk ke dalam taksi. segera menyusul nya dengan motor.
Saat motor Rendi sudah mendekati mobil taksi itu, hanya menyisahkan beberapa jarak lagi, tapi tiba-tiba lampu merah menghancurkan semuanya. mau kemana Rin Leach, Rendi tau betul ini bukan arah rumah keluarga Leach. karena kediaman Leach tidak sampai menginjak ke lampu merah.
Lampu merah pun berubah menjadi hijau, itu pertanda Rendi bisa melanjutkan perjalanan nya, Rendi terus berjalan lurus tapi ia tidak menemukan taksi yang membawa Rin.
"Kemana Rin akan pergi, kenapa yang satu ini gue nggak tau."ucap Rendi yang terus menyusuri jalanan raya. sampai ia sudah menyerah akhirnya memutuskan untuk pulang kerumahnya.
~o0o~
"Kenapa sodara lo ngeselin sih Vit."Ucap Helena kesal...
"Dia emang kayak gitu sih orangnya sering berubah-ubah."seru Vita yang sibuk dengan alat Make up di tangan nya.
sedangkan Sandra tengah asik merangkai rambutnya, padahal rambut yang ia punya pendek.
Mereka bertiga sedang membuat acara Party di rumah Helena. tuan rumahnya sebenarnya tidak ada mood untuk melakukan apapun, Helena hanya tiduran di kasurnya sambil makam beberapa cemilan.
__ADS_1
📨Ting
suara pesan masuk di Ponsel Helena.
yang tertera di sana nama Rendi.
Gue minta Maaf udah ninggalin lo,,sebagai ganti nya besok lo mau jalan nggak sama gue.
seperti itulah isi pesan dari Rendi.
"AHKHKHHH.."teriak Helena yang mengejutkan mereka berdua.
Sampai-sampai Riasan Vita di bibirnya miring
"Ishhh apaan sih lo Hel,"omel Vita
"Guys gimana ini Rendi ngajak gue jalan."
Vita yang mendengar itu pun langsung menghampiri Helena.
"Masa sih Hel. coba gue liat?"Vita langsung merebut ponsel Helena, ia masih tidak percaya seorang Rendi mengajak jalan cewek.
"OMG ini beneran."Sampai-sampai Vita menutup mulutnya.
"Astaga Cepet Hel bales"
"iyah tapi gue harus bales apa?"
"Yah lo bales Mau, gitu."
"Oke gue bales sekarang"
Dan selanjutnya mereka pun Party dikamar Helena. seperti karoke,makan makan, main Game.
~o0o~
sedangkan ditempat lain seorang gadis berambut keriting bergelombang sedang menatap keluar jendela sedang berkecamuk dengan pikiran nya.
"Rin makan dulu kamu dari tadi belum makan loh nak."suruh wanita paruh baya di ruang makan, namanya Bunda Hera.
sampai diruang makan pun ia masih kepikiran apa saja yang diucapkan kakak nya.
~o0o~
Flashback
Rin masuk keruang kamar pasien. Yang dimana di atas bankar ruamh sakit terdapat seorang pria paruh baya yang sedang tidak sehat, walaupun sekarang detak jantung nya beraturan tidak seperti kemarin yang kritis, bahkan alat-alat medis harus terpasang sempurna ditubuh Herlano.
"Kamu semenjak remaja susah sekali diatur Rin."
baru saja Rin sampai tapi kakak nya sudah mengeluarkan kata-kata seperti itu.
"Aku sudah besar, aku tidak suka di atur."sahut Rin
"Tapi setidaknya kamu mengerti situasi sekarang, kemarin Ayah selalu menyebut namamu saat ia kritis."
"Mungkin dia merasa bersalah."jawab Rin tanpa beban.
"Apa yang kamu maksud Rin Leach. kau benar benar sudah berubah tingkah mu itu."
__ADS_1
"Bukan kah kakak yang sudah berubah,"
"kau..
"Aku kesini hanya ingin melihat keadaannya tidak ingin mendengar ceramah dari mulut mu kak."ucap Rin dengan jengah.
"Setelah ini kau pulang dengan Rizki, kakak sudah berbicara dengan nya, nanti disekolah juga dia yang akan menjaga mu dan kalo pulang sekolah kakak tidak bisa menjemput mu biarkan Rizki yang mengantar mu."kata Rivanl
"Cukup Kak. kau lagi-lagi memerintah kan orang dengan urusan mu, lagian aku sudah besar, jangan sampai lagi orang lain ikut ke dalam permasalahan keluarga ini."tukas Rin dan setelah itu ia pergi tanpa pamit kepada kakak nya.
Of Flashback
"Bunda Rin malam ini ingin tidur bersama Bunda,"pinta Rin
"Baiklah, ayok."ujar Bunda Hera selepas membereskan piring yang kotor
"Kak Jef tidak pulang Bund?"
"Tidak kak Jef sedang ada tugas diluar kota, dia di tugas kan ke rumah sakit di kota lain."
Dan Rin pun hanya mengangguk saja.
~o0o~
"Tuan Nona Rin tidak ada di rumah, sejak ia pulang dari rumah sakit tadi."lapor bodyguard yang bertugas di rumah Leach.
"Kemana kamu Rin, selalu bikin saya sakit kepala, tingkahnya selalu menyebalkan."sambil mengusap kepala nya dengan gusar
"Sekarang harus mecari dimana? Rizki."
Rivano menghubungi Rizki tapi tetap tidak dijawab
"Kemana lagi si Rizki,"
Sekali lagi Rivano menghubungi Rizki, dan yang terakhirnya akhirnya di angkat
"Hallo kak, ada apa?"suara di sebrang sana
"Kamu tahu Rin dimana? tadi kamu kan yang mengantarkan nya? kamu bawa kemana adik saya."pertanyaan beruntun dari mulut Rivano.
"Mmm Maaf kak saya tidak mengantarkan Rin."jawab Rizki di sebrang sana.
"Kenapa? kan saya sudah tugas kan kamu Rizki."geram Rivano
"Maaf sebelum nya kak, tadi Rin sendiri yang pergi."
"Dan kamu tidak mengikuti nya."
"Tadi saya ingin mengejarnya kak, tapi si Rendi tuh yang ngejar Rin."jawab Rizki dengan kesal pada si Rendi.
"Rendi?"
"Iya kak tuh orang emang nye..
Tut Tut Tut
Rivano mematikan dengan sepihak.
TBC.
__ADS_1