The Enemy

The Enemy
Chapter 39 (Revisi)


__ADS_3

~HAPPY READING ~


BAB 40


Chapter 66


Sebelum menuju perlombaan selanjutnya mereka beristirahat terlebih dahulu. Siswi perempuan memilih untuk mengobrol bersama,


sedangkan siswa laki-laki hilang entah kemana.


"Seharusnya tadi kita menang.."ucap Sindy yang belum move on dengan ke kalahan mereka karena ulah Helena dan Rin.


"Udah lah, baru kalah satu pertandingan doang ini.."sahut Vita yang tidak ingin ada perpecahan lagi di kelas nya, lalu Vita melihat Helena yang masih terdiam dengan raut wajah yang kesal.


Sebenarnya Helena sedang melamun, kenapa Rin tadi bisa kuat berlari tanpa pingsan atau kelelahan.


Tidak lama kemudian Rizki datang.


"Guys untuk yang ikut lomba makan keripuk sama goyang balon sekarang kelapangan.."ucapnya


"Yeyy giliran kita Cin ayokk..."sindy menarik tangan Cindy.


"Semangat..."ujar mereka


"Hah gue laper mau ke kantin dulu yuk Hel..."ajak Vita lalu menarik Helena begitu saja.


"Gue juga ikut.."Sandra langsung menyusul mereka berdua ke kantin.


"WOY GUE BILANGIN LO SAMA SI RIZK..."sebelum Gio melanjutkan perkataannya mereka semua sudah menghilang pergi.


~o0o~


Oke sekarang waktu yang di nanti-nanti yaitu pertandingan Basket putri, seharusnya Rizki tidak cemas karena di kelas nya ada Helena yang pandai bermain basket.


Sebelum pertandingan di mulai Rizki menghitung perserta yang akan ikut lomba ia takut ada yang hilang dan ternyata benar.


"Helena mana? Hel..."panggil Rizki


"Gue di sini.."sahut Helena yang sedang menalikan tali sepatunya.


"Cepet Hel.."


"Astaga Rizki belum mulai ini..."


Sekarang Helena telah siap dan bergabung dengan kelas nya.


Setelah itu mereka yang mengikuti pertandingan basket di suruh untuk masuk ke lapangan karena pertandingan akan di mulai.


Kelas Mipa 1 akan melawan IPS 1.


"Go Mipa 1...


"Go....


"Go....


"Huuhuhu semangat....."


"Kayak nya nggak akan menang deh Ki.."ucap Vita di sebelah Rizki


"Hah kenapa?"tanya Rizki panik


"Soal nya IPS 1 itu murid cewek nya rata-rata ikut ekskul Voli bukan cuma Voli sih mereka juga ikut ekskul olahraga lain nya dan rata-rata yang menang lomba kali ini IPS 1.."


"Kan belum tentu.."ujar Rizki.


Kembali ke lapangan yang sudah di mulai beberapa menit lalu dan sekarang yang memegang bola nya kelas Mipa 1.


Saat Helena berhasil mengambil bola dari kelas IPS 1, sekarang Helena mulai mendrible bola itu tapi saat ia ingin memasukan nya ke dalam ring.


Teman satu tim nya malah yang mengambil bola itu di tangan nya.


"Rin...bego banget sih lo, hampir aja..gue."geram Helena.."sini.."Helena berusaha mengambil bola itu dari Rin, tapi Rin tetap memegang nya.


"Lo bahkan nggak bisa dirble sini.."ucap Helena, yang melihat Rin hanya memegang bola itu sedari tadi.


Dan selanjutnya bola itu menggelinding dan out.


"Kayanya mungkin deh Ki.."ujar Vita karena telah melihat adegan beberapa waktu lalu.

__ADS_1


Setelah bertanding hampir menyisakan babak terakhir kelas Mipa 1 tidak mendapatkan skor sedangkan kelas IPS 1 sudah mendapatkan 10 skor.


"Si Rin nggak usah di kasih bola..."kata Helena dengan wajah yabg kesal, setelah itu meminum air mineral


"Lo juga Hel.."sahut Rizki dengan wajah kesal.


"Eh kok gue juga sih, gimana sih lo Ki.."sewot Helena


"Lo berdua kan sama..."


"Ngg..."


"KEMBALI KE PERTANDINGAN..."interupsi dari panitia.


Yang memegang bola kelas Mipa 1 dan bola itu berada di tangan Rin, Rin yang memang tidak bisa bermain Bola ia hanya bisa memantulkan dan mengambil bola itu, dan itu membuat Helena kesal kalau lama-lama seperti itu pasti kena pelanggaran.


Helena langsung mengambilnya ia takut akan di ambil oleh lawan, Helena membawa bola itu dan kali ini ia berhasil memasukan nya ke dalam Ring.


Tapi waktu pertandingan berakhir tepat Helena memasukan bola nya ke dalam ring.


"Sial..."


"Huft...."Helena menghela nafas kasar, tanpa sepatah kata pun Helena memilih keluar lapangan. Padahal seharusnya mereka melakukan penutupan dulh.


~o0o~


"Sebelum besok kan masih ada lomba lagi ya , gue ingetin sama kalian jangan Alfa oke pokoknya harus tetep dateng ke sekolah."ucap Rizki ke pada teman kelas nya.


"Oh iya satu lagi, besok siapa yang mau ikutan futsal putri.."


"Males banget nanti kaki gue patah.."komentar Sindy


"Nggak sampe patah lah Sin paling cuman lecet doang.."ujar Sandra polos


"Dodol kan pake sepatu sama kaos kaki nggak mungkin lecet lah.."


"Tapi Vit.."


"Husstt gue cuman minta yang mau aja.."potong Rizki karena sudah muak dengan perdebatan yang unpaedah


"Gue...


Rizki langsung menggelengkan kepalanya.


"Kecuali Rin sama Helena, lo berdua nggak boleh ikut pertandingan apa pun."


"Loh, kok gitu sih Ki?"sahut Helena yang tidak terima padahal kan kalo dalam segi olahraga ia jago bahkan melebihi Rin.


"Iya pokoknya nggak boleh, meningan lo berdua bikin perlombaan aja tuh berdua, sana jauh jauh..."ujar Rizki sembari tangannya mengusir. Helena cemberut sambil meletakan tangannya di depan dada.


"Ini semua gara-gara si batu,"batin Helena


"Cih kalo bikin pertandingan sama si batu gue lah yang menang, apalagi basket dia megang bola aja kayak megang ulet gitu.."ucap Helena


"Oh iyaj.."ucap Rin beranjak dari duduk nya.


"Pas sekolah masuk pertama kali, dan kita naik ke kelas dua, ayo lo tanding basket bareng gue..."ucap Rin lalu berlalu pergi..


"Sekalian ajak temen-temen lo itu.."kata Rin lalu menghilang dari balik pintu.


~o0o~


"Sandra... angkat dong.."Sedari tadi Helena menelepon Sandra tapi dia tidak mengangkat nya.


"Ini semua salah Bara, ishh apaan sih pake suka sama gue segala."Helena terkadang membenci orang yang mencintai nya.


Flashback.


Selepas upacara penutupan Class meeting. Bara mempunyai rencana yaitu menyatakan cintanya pada Helena.


"Gue deg-degan banget Ren."Rendi yang mendengar itu hanya berdecih.


"Lo serius mau nembak di lapangan."tanya Rendi, Bara hanya mengangguk dengan senyuman di wajah nya.


"Astaga, gue nggak pernah segugup ini saat nembak cewek.."Bara semakin lebay.


"Cihh."Rendi lagi-lagi berdecih.


"Bar udah selesai tuh.."Ucap Rio teman Bara.

__ADS_1


"Oke gue ke sana."Bara bangkit dan menarik tangan Rendi.


"Ehh.."


"Gue nggak mau ikut.."Rendi melepaskan tangan Bara.


"Ayolah Ren, itung-itung lo belajar buat nembak cewek nanti."Ucap Bara sambil menurun naik kan alis nya, Rendi berpikir sejenak akhirnya mengiyakan.


Helena bingung ia di suruh ke lapangan basket. Tapi untuk apa? Dengan bodoh nya ia menurut.


Sepi itulah yang ada di pikiran Helena saat ini.


"Bego, Bego mau aja di kerjain."Helena memukul kepalanya sendiri sembari mengumpat. Saat tahu di lapangan itu hanya ada dirinya.


"Ishh..."Helena lalu berbalik untuk pergi tapi ia malah menabrak seseorang, kepalanya membentur dada seorang laki-laki.


"Maaf.."ucap Helena dan melihat siapa yang ia tabrak.


Saat Helena mendongakkan kepalanya Bara tersenyum dengan memperlihatkan giginya. Senyuman Bara malah membuat Helena takut.


"Kak Bara Maaf,"


"Nggak Papa santai aja, ayo ikut gue."Bara menarik Helena ke tengah lapangan.


Setelah berada di tengah lapangan basket, Bara menepuk tangannya tiga kali dan saat itu pula anak-anak lainnya berdatangan dan hal itu sudah di atur oleh Bara, mungkin yang hadir tidak semuanya hanya ada beberapa saja yang kebetulan belum pulang.


Helena tambah bingung dengan semuanya, "Kak Bara ini mau apa yah kok pada.."


"Gue mau nembak seseorang di sini.."ujar Bara dengan suara keras, yang membuat anak-anak lain heboh.


Helena terkejut, ia melihat ke kanan kiri kali saja ada Sandra. Dan benar saja Sandra hadir di tengah kerumunan anak-anak lain nya yang baru saja datang.


"Ren, ambilin gue satu bola basket."pinta Bara pada Rendi.


"Nyusahin."gumam Rendi dengan malas mengambil bola basket yang berada di samping lapangan. Menurut Rendi nembak cewek seperti ini merepotkan banyak orang. Lalu setelah itu Rendi melemparkan bola basket itu pada Bara lagi.


"Oke, kalo bola ini masuk ke dalam ring gue akan nembak langsung di sini.."Kata Bara.


"_Semoga masuk"


"Siapa sih gue kepo.."


"Astaga semoga gue.."


Tapi Bara memasukan bola kedalam ring dengan posisi badan yang membelakangi ring...


Helena yang merasa sedikit jadi pusat perhatian karena hanya dirinya yang berada di tengah lapangan. Sedikit demi sedikit Helena melangkah ke samping dan menjaga jarak dari Bara yang sekarang sibuk mengukur ring dan bola nya.


"Oke gue mulai sekarang.."Bara membaca doa sebelum mencoba memasukan bola nya kedalam ring, setelah itu ia langsung melempar bolanya kedalam ring dengan posisi membelakangi ring.


"Woww...."


"Horee..."


"Masuk..."


"Cepet kasih tahu.."


"Jangan kasih tahu Kak Bara aku belum siap ahh..."


Bara menarik nafas nya dan menghembuskan nya lagi...


"Sebenarnya gue udah suka dia udah lama dan hari ini gue mau nembak dia disini dan kalian jadi saksi nya."


"Dan orang itu Helena,"ucapan Bara selanjutnya membuat semua orang terkejut tapi ada juga yang sudah mengiranya.


Pandangan Helena sekarang adalah Sandra, yang sekarang menundukkan kepalanya mungkin menahan tangisnya.


"Helena gue suka sama lo, Lo mau nggak jadi pacar gue."


"Terima.."


"Terima..


Helena bingung ia harus bagaiman sekarang di satu sisi Helena ingin menolak Bara tapi bagaimana kalo ia menolaknya di sini Bara pasti malu dan itu akan..


Helena menarik nafasnya dan melangkahkan kakinya ke sisi Bara dan pada saat itu pula Sandra pergi.


Helena tersenyum lalu membisikan sesuatu ke telinga Bara dan hanya Bara lah yang tahu apa jawaban Helena.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2