The Enemy

The Enemy
Chapter 6 (Revisi)


__ADS_3

~HAPPY READING ~


Rin baru saja sampai rumahnya tapi sudah disambut dengan wajah kakak nya yang menyebalkan.


"Bagus kamu yah."ujar Rivano yang stand by di depan pintu masuk, seperti biasa ia memasukan tangannya kedalam saku celananya..


"Kaloo..."


"Husshh, sudah Riv."potong Herlano yang membuat Rivano tidak jadi marah.


"Masuk Rin pasti kamu capek,"ucap Herlano perhatian.


Rin pun melanjutkan langkahnya menuju kamar, tapi..


"Ayah cuman mau kamu sekolah seperti anak-anak pada umumnya."Kata-kata itu datang dari mulut pria paruh baya yang sudah tak muda lagi.


Rin menghela nafasnya dan berkata,


"Dan itu tidak berlaku pada saya, ataupun pada Anda."


"RIN!! tidak sopan kamu."bentak Rivano yang dari tadi menahan untuk tidak emosi akhirnya emosi juga.


Rin memilih melanjutkan langkahnya dan memasuki kamar nya, yang ada dilantai atas. Ia sengaja menulikan pendengarannya karena tak ingin mendengar omongan kakak nya.


~o0o~


"Pa, Helena nanti liburan mau ke paris yah."pinta Helena yang sekarang sedang ber manja pada Papa nya.


"Iya, seterah kamu mau liburan kemana aja papa akan turuti."Reynaldi terlalu memanjakan anak semata wayang nya. dia benar-benar menyayangi nya.


"Baru juga masuk sekolah sudah minta liburan."sindir Hana


"Iyah kan planing Ma."


Tinggg


Ada pesan masuk lewat ponsel Helena


dari Vita


Hel jadikan, gue udah sampe nih sama Sandra.


Itu isi pesannya.


Helena menepuk jidat ia lupa ada janji bersama Vita dan Sandra kalo akan shoping bersama, dan Citra tidak ikut biasa dia tidak punya uang.


Oke gue siap2 dulu.


Helena membalas pesan Vita.


Sebelum pergi ia meminta ijin dan meminta BlackCrad Ayah nya, itu menjadi omongan panjang karena meminta nya tepat dihadapan Mamanya yang tidak setuju.


Mamanya walaupun perempuan selalu saja tidak sejalan dengan Helena. Helena kan jadi malas..


Tapi akhirnya Helena yang memenangkan perdebatan itu.


~o0o~


"Hel yang ini boleh?"tanya Vita yang sudah menenteng dua Baju sekaligus dengan harga fantastis, lumayan mumpung dibayarin pikir Vita.

__ADS_1


"Boleh, pilih semua yang lo mau Vit,"ucap Helena


"Vit waktu itu lo mau sepatu yang keluaran terbaru kan, beli aja gue yang bayarin."ucap Sandra yang tak mau kalah, masa anak pengusaha Batu Bara kalah sama yang pengusaha modal properti doang.


"Bener lo San nggak gimmik kan, nanti gue beli lo suruh dikembaliin lagi."karena Vita pernah di beliin Tas, tapi saat Vita ada salah sama Sandra tas itu diminta lagi sama Sandra.


"Beneran gue janji nggak akan minta balikin lagi barang yang udah jadi milik lo."


"Oke deh."


"Sebenarnya gue mau Tas Dior keluaran terbaru."gumam Vita, tapi lebih ke omongan karena mereka berdua bisa mendengar nya penjaga toko pun pasti mendengar nya.


"Gue Beliin."ucap mereka berbarengan.


"Gue aja San"..


"Gue aja Hel, Uang Papi gue lebih banyak dari lo."


"Ehh lo kira Uang Papa gue nggak banyak."


Aduh Vita jadi tidak enak hati mereka malah berantem.


Sesaat Helena dan Sandra berantem ada yang menarik tangan Vita, pria yang baru beberapa hari menganggu ketenangannya si cupu Gio.


"Ishh apaan sih Yo tarik tarik gue. gagal dah dapet tas Fendi,"ucap Vita kesal sembari menghempaskan tangan Gio.


"Ayo gue beliin."ujar Gio dan menarik kembali Vita ketempat tas yang mereknya terkenal semua.


~o0o~


"Si Vita kemana lagi, padahal gue masih ada urusan sama tuh anak,"kata Helena, sekarang ia dan Sandra berada di Restoran di Mall.


"Eh bukannya itu si Batu."Helena melihat gadis yang mempunyai rambut keriting bergelombang dan yang mempunyai rambut seperti itu hanya si Rin.


"Si Batu Siapa?"tanya Sandra bingung, Helena lupa Sandra tidak tau panggilan nya untuk Rin, karena memang mereka tidak satu SMP.


"Si Rin tuh sama cowok."Helena menunjuk orang yang akan keluar dari Restoran.


"Mana?"Sandra yang masih belum ngeh


"Ishh lama ayok keburu ilang."akhirnya Helena menarik Sandra untuk mengikuti Rin dan seorang pria berjaket jeans hitam.


Walaupun si Rin mukanya seperti kayak biasanya yaitu datar kayak tembok, tapi Helena penasaran siapa lelaki yang bisa jalan sama dia.


"Stop mereka masuk ke toko elektronik."Helena menghentikan pergerakan Sandra yang mengendap-edap.


"Ngapain mereka ke sana."


"Yah mau beli komputer atau laptop apalah yang berbau teknologi, dan itu yang disukai sama si Batu."


"Siapa sih Batu."


"Astaga dodol juga nih anak."Helena menepuk jidat nya.


"Yuk kita masuk."saat mereka ingin masuk tapi.


"Ettt..lo berdua mau kemana."ujar seseorang dari belakang yang sudah memegangi pundak mereka, bersamaan.


"Abisss dah"ucap Sandra sembari menghela nafas panjang.

__ADS_1


~o0o~


Moment Gio dan Vita.


"Aduh nggak usah yah, pegang pegang tangan gue."ucap Vita risih yang sedari tadi tangannya sudah di pegang oleh Gio. sebenarnya Vita sudah berusaha melepaskan genggaman tangannya dari tangan Gio tapi dasarnya si Gio cari kesempatan aja.


"Yaelah Vit pegang dikit doang, nanti kalo udah SAH beda lagi."ucap Gio genit sembari mengedipkan matanya.


"Isshh apaan sih lo Yo,najis banget."sahut Vita sembari memukul tangan Gio.


"Aw... aw.. Sorry Sorry vit."


bukannya hanya tangan saja, kepala Gio pun ikut jadi sasaran amukan Vita.


setelah puas memukuli Gio. ini kesempatan Vita untuk kabur sebelum kabur Vita menginjak kaki Gio dengan Sepatu selopnya.


"AHKKK......"Teriak Gio tak tertahan kan.


~o0o~


"Cie yang udah ngedate."goda Sandra dan mendapatkan tatapan sinis dari Vita.


"uhhh sebentar lagi ada yang nggak jomblo lagi nih."ucap Sandra sembari mencolek tengkuk Vita.


"Diem lo San."Sahut Vita kesal.


"Pak cepetan kek bawa mobil kayak bawa keong aja."suruh Vita ke Supir


"biasa non macet."jawab Pak Supir


"lagian lo Vit, ini kan Mobil bukan Siput."kata Sandra. Vita hanya memutar bola matanya malas lalu melirik ke sisi Kanan nya yang terdapat Helena yang sedari tadi hanya berdiam diri saja.


"Hel lo kenapa?"tanya Vita


"Hah gue, nggak papa."jawab Helena.


Helena masih memikirkan siapa yang jalan bareng dengan Rin seperti ia mengenal nya. seperti tidak asing untuk Helena apa itu Rey, tapi tidak mungkin dia di sini.


Pasti bukan Rey dan jangan, atau itu Rendi, nggak mungkin juga, mereka kan tidak saling mengenal.


tapi itu bukan Kak Rivano, Kakak nya Rin. Helena tau hubungan Rin dengan Kakak nya tidak sebaik Kakak beradik pada umum nya.


terus tadi siapa? Batin Helena.


"AKKHHH...."teriak Helena tiba-tiba dan mengejutkan mereka yang berada di dalam mobil


"Astaga Hel lo kenapa?"tanya mereka berdua


"Non Helena kenapa kesurupan non?"


"Nggak, nggak saya nggak papa."jawab Helena.


setelah itu tangan Helena refleks memukul kepalanya sendiri.


"Bego bego, kenapa gue orang nya kepo."gumam Helena yang dapat didengar oleh dirinya sendiri.


karena Sandra dan Vita tengah sibuk dengan ponselnya masing-masing.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2