
~HAPPY READING~
Sejak kejadian itu Serli resmi pindah sekolah, kabar itu mengejutkan seluruh Siswa di SMA Victoria, tidak ada siswa yang merasa sedih dan prihatin.
Dan kabar terbarunya kalo sekolah akan mengadakan Camping bagi Siswa baru.
"Oke Guys jangan lupa kasih surat ijin ini ke Ortu kalian masing-masing, oke."kata Rizki sang ketua..
Rizki membagikan satu persatu surat ijin itu kepada Murid XMIA1.
"Vita nanti pas dihutan lo jangan jauh jauh dari abang Gio yah."ucap Gio sembari membetulkan kacamatanya yang melorot
"Ishh najis gue,"Sahut Vita sembari memutar kan matanya.
"Hel lo kenapa sih?"tanya Vita ke Helena yang sedari pagi wajahnya ditekuk.
"Gue bener-bener nggak ngerti sama situasi sekarang Vit,"Jawab Helena, yang membuat kening Vita mengkerut ia juga tidak mengerti.
"Maksud lo?"
"Saat si Rin nyelesain masalah dan dia selalu menang terus kejadian dia menang pas saat Rendi ngejauhin gue Vit."jawaban Helena masih saja tidak dapat dimengerti oleh Vita.
"Tapi kan Hel si Rin punya masalah nya sama si Serli, nggak ada kaitannya sama lo atau pun Rendi."
Helena hari ini benar-benar tidak mood ia tidak mau melanjutkan pembicaraan ini lagi. otak nya benar-benar menyimpan banyak tanya. Helena lebih memilih memendamkan kepalanya di antara lipatan tangannya.
~o0o~
Ketua kelas disuruh membawa tumpukan buku keruang guru, betapa susahnya jadi ketua kelas ternyata seperti babu. tapi Rizki sudah berpengalaman dari ia SD ia selalu menjadi ketua kelas, jadi sudah biasa.
Rizki meletakan buku Biologi ke meja guru yang mengajar. selepas itu ia berniat langsung kembali ke kelas, tapi ia terhenti saat seorang guru BK memanggil nya ada apa ini.
"Kamu Rizki kan, anak kelas XMIA 1?"tanya Pak Johan guru BK disekolah ini.
"Iya Pak benar,"jawab Rizki, setau nya ia tidak pernah melakukan kesalahan apapun.
"Pasti tahu dong sama Rin Leach?"
"Tahu pak, kan sekelas."
"Coba kamu panggil dia suruh menghadap bapak."
"Baik pak."
Pak johan menyentuh bahu Rizki yang seketika mematung ditempat.
__ADS_1
"Sekarang."lanjut pak Johan penuh penekanan.
Rizki keluar dari ruang guru dan langsung menuju kelasnya, tapi sepanjang jalan ia masih memikirkan bagaimana caranya memberitahukan Rin.
Saat sedikit lagi akan sampai kelasnya Rizki menghentikan langkahnya.
"Oke gue harus tenang, coba gue latihan dulu kata apa yang harus gue rangkai,"ucap Rizki
"Rin lo disuruh menghadap oleh Pak Johan, nggak formal banget najis gue."
"Rin temanku, pak johan menyuruh ku agar kau segera menghadap nya. Astaga kayak jaman dulu, Rin temanku apaan dia aja nggak mau temenan."
"Oke versi biasa aja, Rin lo disuruh ke ruang pak Johan sekarang! semoga dia nggak melotot."
"ASTAGA kenapa gue takut sama cewek."teriak Rizki frustasi sembari mengusap wajahnya.
"Tanpa sadar gue ngerendahin diri gue sendiri, oke masuk dan bilang gitu doang."ujarnya dan mulai melangkah masuk ke kelas.
Saat sudah masuk Rizki melihat targetnya yang sedang asik dengan laptop kecilnya dibelakang.
"Oke semangat Ki lo pasti bisa."gumam Rizki menyemangati dirinya sendiri, dia berjalan perlahan kearah Rin dan saat sudah sampai, Rizki menghembuskan nafas terlebih dahulu sebelum mengeluarkan kata-katanya.
"Rin l–o di–suruh k–
eruang pak Johan se..karang."titah Rizki dengan gagap.
Tanpa satu kata pun Rin pergi meninggalkan kelas, membuat Rizki bingung.
"Apa dia marah yah."gumam Rizki, kenapa sekarang Rizki jadi takut sama Rin teringat kejadian Rin dan Serli, padahal ia masih mempunyai tugas untuk menjaga Rin.
~o0o~
"Rin! Bapak tau kamu anak pemilik sekolah ini, tapi bapak mohon agar kamu tidak membolos lagi saat jam pelajaran, tidak memperhatikan guru juga tidak papa asalkan kamu masuk kelas."kata Pak Johan dengan penuh pengertian.
Yang dibalas Rin dengan hanya anggukan kepala pertanda ia mengerti.
"Satu lagi Bapak tau kamu tidak pernah mengikuti kegiatan apapun semasa SMP, bahkan kamu juga tidak mengikuti camping dan study tour, bahkan bapak juga tahu kamu menghilang saat kelulusan, ada apa Rin apa kamu ada masalah, bisa cerita kan ke Bapak, Bapak bisa jaga rahasia."
"Sebaiknya Bapak urusin saja nilai saya, tapi tidak dengan urusan pribadi, itu privasi."ujar Rin lalu beranjak dari duduknya
"Tapi untuk camping kamu harus ikut, karena itu juga menyangkut pelajaran."Sahut Pak Johan, tidak mudah menghadapi Siswa seperti Rin Leach.
Tanpa satu kata pun Rin melangkah keluar, saat di pintu ia berpapasan dengan Rendi. hanya beberapa detik mata mereka bertemu dan setelah itu Rin pergi dan Rendi masuk keruangan Pak Johan
~o0o~
__ADS_1
Rin berjalan menuju Roofftop ia ingin menenangkan dirinya sejenak, bersama angin yang semeliar.
Tidak banyak yang tahu apa yang dialami oleh gadis angkuh seperti Rin Leach, ia seperti seseorang yang tidak takut pada apapun, semua orang tidak bisa menebak apa pikiran dari seorang Rin Leach termasuk kakak nya.
Ada yang membuka pintu rooftop dan mendekat kearah Rin. seorang gadis lugu yang mempunyai rencana di otak nya siapa lagi kalau bukan Citra.
"Udah lama yah gue nggak ngomong sama lo, Rin Lestari."kata Citra dengan memanggil Rin dengan nama panjang Rin yang tidak sembarangan orang tahu.
"Mau apa lo,"
"Gue cuman mau bilang makasih sama lo Rin karena lo udah nolongin gue, ternyata lo orang yang masih peduli sama temen dan sekarang gue tau yang mana temen sama..."
"Gue nggak pernah nolongin siapa pun."elak Rin.
"Iyah lo emang suka gitu Rin, makasih kemarin lo udah nolongin gue dari si Serli."
"Karena si Serli emang pantes di keluarin bukan karena gue berniat nolong lo,"tekan Rin dengan nada kesal, sejak kejadian 2 tahun lalu ia sangat membenci orang seperti Citra.
"Iyaah Rin santai ajah kali."ucap Citra sembari menepuk pundak Rin, lalu setelah itu Rin menghempaskan nya. Rin berlalu pergi dan saat itu Rin berbicara terlebih dahulu tepat di telinga Citra
"Lagian orang kayak lo nggak pantes buat di tolong."
Memang setiap perkataan seorang Rin Leach harus ada yang menyakiti hati seseorang, bukan tanpa sengaja atau hanya bualan semata tapi kenyataan.
~o0o~
Bara masih tidak mengerti apa yang terjadi, kekasih nya membohongi nya selama ini. tapi ia masih tidak percaya sampai bukti itu semua ada dihadapan nya jadi Bara berniat menemui Rin.
Bara tidak tahu kelas Rin, yang ia tahu Rendi selalu membicarakan gadis itu, saat mereka kumpul atau mengobrol ringan pasti Rin selalu terselip dalam ceritanya, gadis misterius yang mempunyai mata tajam.
Bara datang menemui kelas Rendi, kebetulan anak itu sedang ada waktu luang, saat Bara mengajak untuk menemui Rin, Rendi langsung bersemangat ini mungkin kesempatan nya untuk dekat dengan Rin, bukan lagi dengan cara yang licik melainkan dengan cara gentle.
Tapi saat Bara dan Rendi datang ke kelas Rin, ternyata Rin tidak ada di kelas nya, bahkan kelas nya terlihat sepi, hanya ada satu perempuan dengan rambut sebahunya.
Rendi tahu siapa gadis itu, dia temannya Helena dan Vita.
"Sandra.."panggil Rendi, Sandra yang merasa nama nya di panggil langsung memalingkan wajahnya, ternyata Rendi hatinya langsung degdegan.
Sandra dengan malu-malu menghampiri Rendi ternyata Rendi dengan Bara, Astaga Sandra ngefans banget sama Bara, dia idola Sandra di sekolah ini.
Bagaimana ini, seingat Sandra dia tidak bermimpi ke timpah durian semalam, mantan gebetan sama calon gebetan bersatu menghampiri nya.
"Lo liat Rin nggak?"pertanyaan itu membuat bayangan Sandra seketika runtuh.
"Nggak."jawab Sandra dengan wajah cemberut, ia balik lagi ke kursinya dengan kesal...
__ADS_1
"Ishh nyebelin..."gerutu Sandra.
TBC.