The Enemy

The Enemy
Chapter 48(Pertandingan Basket Putra 1)


__ADS_3

_Tidak ada kata-kata motivasi untuk sekarang.tapi tetap semangat bagi yang sedang berjuang💪😊


Selamat Membaca🤗


Maaf kalo isinya beda dengan judulnya🙏


_______________________________________


Rizki berniat untuk berganti seragam nya dan bergabung ke dalam ekskul basket.walaupun ia hanya jadi cadangan saja,tidak papa untuk saat ini.


Saat ia ingin membuka loker,deringan ponsel di sakunya mengganggu nya.


📞Kak Rivano.


Rizki menghela nafas dan mengangkat panggilan itu.


"Hallo kak,"


📞


"Tidak bisa saya ada pertandingan,"


📞


"Apa dia mau?"


📞


"Baik Kak,"


📞


"Yah."


Rizki mengepalkan tangannya yang masih terdapat Handphone nya lalu tubuhnya ia sandarkan dilokernya.


Selama ini ia tidak tau apa yang ia kerjakan,kenapa dirinya selalu mau di perintah oleh Rivano.Selama ini apa yang ia dapat.setelah itu Rizki mengambil baju ganti di loker nya dan pergi ke tempat ruangan Ekskul Basket.


*********


"Jadi gue sekarang nggak bisa nonton "tanya Helena di telepon


"Terus Hel kalo lo nggak bisa dateng biar gue aja,"Sahut Sandra di samping Helena.Sedari jam istirahat Sandra selalu membuntuti Helena agar Helena mau membantunya.


"Huss San nanti,karena gue juga nanti harus datang ke pertandingan bela diri jadi.."Helena melirik Sandra.Sandra menampakan pupil mata nya seperti memohon.


Helena menghela nafasnya dan berbicara lagi di telepon.


"Kak boleh nggak kalo teman saya yang mengganti kan untuk menonton pertandingan nya,"


"Oh oke makasih,"lanjut Helena.setelah itu sambungan telepon di matikan.


"Gimana Hel boleh?"tanya Sandra antusias.

__ADS_1


"Hemm."jawab Helena


"Aahh Hel makasih banget."ucap Sandra sambil memeluk Helena.


"Ishh lepas San..gue nggak bisa nafas.."


"Tapi mungkin berangkat nya pas pulang sekolah,"


"Yah Hel.."ucap Sandra kecewa,kalo pertandingan nya di mulai jadi percuma dong.


"Tenang San sekolah kita jadwal tandingannya kedua terakhir jadi masih bisa di tonton,lagian kalo menang masih ada babak kedua."ujar Helena


"YESSS,,,"teriak Sandra senang.


*********


📨Rin☀


Rin nanti pas pulang sekolah lo langsung ke pertandingan basket.Nanti gue pesen taksi online buat lo


Ketik Rizki di ponselnya dan setelah itu ia kirim kan ke nomer whatsapp Rin.


"Riz yok udah mau berangkat,"ajak Rian sambil menepuk pundak Rizki.Rian teman dekat Rizki di Ekskul Basket.


Dan setelah itu Rizki beranjak dari duduk nya dan berkumpul dengan anak-anak Basket lain nya.


Sebelum mereka berangkat ke pertandingan.Bara mengumpulkan mereka terlebih dahulu di depan Bis.


"Oke guys nih gue bagi-bagi kaos baru kita.."Kata Bara dan mulai melemparkan kaos Basket kepada mereka."sebelum berangkat sebaiknya kita berdoa terlebih dahulu.."ujar Bara dan setelah itu mereka semua masuk kedalam Bis.


*********


Bel pulang sekolah sudah berbunyi dan para siswa sudah bisa untuk pulang ke rumah masing-masing tapi tidak dengan para Siswa yang ingin menonton pertandingan Basket.


Dan itu juga berlaku pada Rin.bahkan sekarang ia sudah berada di dalam taksi yang di pesan kan oleh Rizki.sebenarnya Rin malas untuk melihat sebuah pertandingan.Ia benci dengan suara para penonton yang berteriak kecewa saat tim yang di dukung nya kalah,atau yang berteriak histeris saat tim yang di dukung menang.


Sedangkan di tempat lain,Rizki yang hanya menjadi pemain cadangan ia hanya bisa duduk dan menonton tim nya main.


"Gila Shoot loh keren Ren,pertahankan."Ujar Bara bangga


"Makasih Kak."


Perbincangan itu jelas saja terdengar oleh Rizki.Rizki yang mendengar itu sedikit kesal tanpa sadar botol minum yang di tangannya meremas.


"Riz botol minuman nya bocor atau apa.."tanya Rian,yang melihat botol air mineral itu membasahi tangan Rizki.


"Ahh.."Rizki kaget dan tersadar dari lamunan nya."gue ambil lagi."


"Nggak usah gue bisa ambil sendiri,oh yah nanti lo mau main sekarang atau kapan.?"_Rian adalah orang yang selalu bertukar posisi dengan Rizki kalo Rizki main itu tandanya Rian tidak main.


"Kayak nya babak ini nggak deh,lagian lo kan yang paling banyak latihan jadi strategi nya lo yang paling ngerti Ian."Kata Rizki,Rizki juga tau Rian yang paling bersemangat untuk perlombaan pertamanya sampai-sampai ia pernah sakit karena terlalu banyak latihan.


"Tapi Riz.."

__ADS_1


"Udah Ian gue mau ke depan dulu.."Ujar Rizki sambil menepuk pundak Rian"Babak kedua lo harus ngalahin Rendi."bisik Rizki di kuping Rian,setelah itu berlalu pergi.kata-kata Rizki membuat Rian mengerutkan keningnya.


"Bukannya kita setim,gimana ngalahin nya."gumam Rian dan setelah itu bersiap-siap untuk memenangkan babak kedua.


.


.


.


.


.


Rizki berhasil menemukan Rin dan membawa nya masuk kedalam untuk melihat pertandingan selanjutnya.


"Kita menang,jadi lo sekarang cuman nonton yang babak kedua,"


"Tapi gue nggak main,"ujar Rizki lagi,dan membuat Rin menghentikan langkahnya.(itu tandanya Rin bertanya kenapa)


"Tapi tenang babak selanjutnya gue pasti akan main,dan gue mau lo bersorak buat gue."pinta Rizki


"Nggak."tolak Rin


"Kenapa?"


"Gue nggak suka bersorak."lanjut Rin


"Ya udah lo duduk di bangku penonton,di sana.."ujar Rizki sembari mencari tempat yang kosong untuk Rin dan setelah Rin sudah duduk dengan tenang di bangku penonton.


"Nanti pulangnya bareng gue."ucap Rizki.dan kembali ketempat pemain cadangan.


.


.


.


.


.


.


Lagi-lagi Rendi membuat taktik men shooting dengan baik dan itu membuat Rizki geram.Rizki melihat kearah Rin yang berada di bangku penonton,Walaupun wajah Rin datar tapi mata nya selalu antusias melihat pergerakan Rendi.


Rizki menundukkan kepalanya lalu ia menghela nafas,ada sedikit rasa sakti di hati nya,tapi kenapa.Rizki sadar ia tidak sama dengan Rendi,bahkan mungkin level nya jauh dengan Rendi.Rendi bisa semuanya bahkan menarik perhatian seorang perempuan tanpa dia melakukan apapun.sedangkan dirinya.


To Be Continue


Mungkin untuk Chapter selanjutnya lebih banyak persaingan antar Rizki sama Rendi didalam ekskul Basket.


tapi tetep ada Rin sama Helena juga,tapi kayak nya scene Helena sedikit.

__ADS_1


Maaf kalo ngga nyambung😂🙏


__ADS_2