
~HAPPY READING ~
Akhirnya pertandingan Basket putra selesai, Jadi besok mereka tinggal menyiapkan mental untuk pertandingan final.
Rin menunggu Rizki diluar gedung. Rin hanya memperhatikan orang-orang yang keluar dari gedung, mereka membicarakan pertandingan tadi, Bahkan ada juga yang menyebutkan nama Rendi di dalam topik pembicaraan para gadis.
"RIN.."panggil seseorang dari belakang sambil menepuk pundak Rin, bahkan Rin sampai menegakkan tubuhnya sangking kaget nya.
Rin menghela nafas sambil menutup mata nya.
"Gue kira tadi bukan lo, dan setelah gue pikir lagi anak SMA yang punya rambut kayak gini itu cuman lo."Ucap Sandra sembari memegang rambut Rin yang keriting bergelombang membaut Rin risih karena rambutnya yang di pegang. Rin melepaskan tangan Sandra dari kepalanya, Rin masih trauma rambutnya di tarik.
"Kapan-kapan gue juga mau bikin rambut kayak gini,"ucap Sandra, tapi Rin malah mengerutkan keningnya, bagaimana bisa rambut Sandra kan pendek.
"Uhh pasti nanti gue lucu bangett iyah nggak sih.."lanjut Sandra. Rin hanya bisa menghela nafasnya saja, dalam hati Rin memohon agar Rizki cepat keluar, bagi Rin lebih baik ia sendiri dari pada bersama Sandra, bisa-bisa kepalanya sakit mendengar kan ocehan yang tidak bermanfaat.
Dan setelah itu Rizki keluar bersama anak-anak ekskul basket tapi Bara dan Rendi tidak ada.
"Maaf yah nunggu lama."Ujar Rizki, Rin hanya menggelengkan kepalanya saja, tanpa kata kaki nya melangkah pergi.
"Gue duluan yah."pamit Rizki pada Sandra, saat kaki Rizki hendak melangkah mengikuti Rin dari arah belakang seseorang yang berlari dan meneriaki nama Rin.
"Ehh tunggu Rin.."panggil Rendi, yang baru datang bersama Bara dan ia langsung berlari begitu saja melewati Rizki.
"Rin.."panggil Rendi sekali lagi, Rin pun berhenti ia melihat kebelakang Rendi sudah sampai dihadapan Rin.
"Thanks lo udah dateng."ucap Rendi yang sudah berada dihadapan Rin.
"Iya,"balas Rin
"Gue anterin lo...
"Nggak bisa Rin sama gue.."Potong Rizki yang sudah ada di sebelah kiri Rin.
"Tapi gue..."
"Gue sedari tadi emang nunggu Rizki jadi pulangnya sama Rizki."ucap Rin terus terang."Yaudah gue duluan yah"pamit Rin
"Lo keren."ujar Rin lagi.
Dan Rizki yang tadinya tersenyum setelah Rin menolak ajakan Rendi, sekarang senyuman itu pudar setelah Rin mengucapkan kata terakhirnya.
~o0o~
Kembali ke Sandra., Sandra yang memang sengaja tidak pulang dengan teman-teman nya yang lain karena menunggu Bara, sekarang ia sedang membujuk Bara supaya ia bisa di antarkan pulang kerumahnya.
"Kak Bara tadi hebat."puji Sandra
"Thanks"jawab Bara dengan senyuman nya mereka sekarang sedang berada di area parkir.
Bara yang berjalan kearah motornya merasa aneh dengan Sandra yang terus membuntuti nya.
"Lo nggak pulang,"tanya Bara, Sandra dengan polosnya menggeleng.
"Yakin nggak pulang?"tanya Bara lagi, dengan bodohnya Sandra mengangguk.
"Ya udah gue anterin lo pulang kasihan orang tua lo kalo lo disini nginep."ujar Bara tanpa banyak kata Sandra langsung naik ke motor Bara.
"Pake dulu Helm nya."ucap Bara sambil memberikan Sandra helm.
"Makasih kak."ujar Sandra sembari memakai Helm tersebut.
Motor Bara pun perlahan melaju.
"Helena nggak ikut,"tanya Bara
"Siapa Kak?"tanya Sandra
"HELENA..."teriak Bara, sampai-sampai suaranya melewati angin.
__ADS_1
"Ohh nggak."jawab Sandra
"Kenapa?"
"Lomba silat.."jawab Sandra
"Ohhh..."
Kembali lagi ke Rin dan Rizki.
Sejak tadi tidak ada yang memulai pembicaraan. Rizki yang biasanya berisik dan tak mau diam mulutnya sekarang malah diam seribu bahasa.
Sampai motor Rizki sudah sampai di rumah Rin, Rizki tetap diam. Rin turun dari motor Rizki ada perasaan ingin bertanya yang mengganjal di hati Rin.
Setelah Rin mengembalikan helm Rizki, Rizki hanya menerimanya dan lagi-lagi ia tidak bicara. Rin pun tidak bisa melihat ekspresi Rizki karena ia memakai helm.
Rizki yang hendak mengegas motornya, di hentikan oleh Rin, tangan Rin memegang tangan Rizki yang hendak mengegas motornya.
"Gue mau ngomong."akhirnya Rin berucap.
Rizki mencabut kunci motor nya dan setelah itu ia membuka helmnya.
"Apa?"ucap Rizki yang sekarang sudah turun dari motornya.
"Kenapa lo tadi nggak main."tanya Rin
"Nggak penting."jawab Rizki, kenapa pertanyaan Rin seakan akan merendahkan nya.
"Ya udah deh.."Ucap Rin, Rizki melototkan matanya apa-apan Rin
"Cuman gitu doang maksud lo apa Rin."
"Apa?"ujar Rin
Rizki menghela nafasnya kasar dan menaiki motornya lagi.
"Gue tunggu lo main di turnamen Riz."ucap Rin sambil tersenyum itu membuat jantung Rizki berdetak dua kali lebih cepat.
"Dan gue tau lo hebat."ujar Rin lagi setelah itu masuk kedalam gerbang dan melangkah masuk kedalam rumahnya.
Sedangkan Rizki mungkin saja malam ini ia tidak bisa tidur.
"Tadi Rin senyum.."ujar Rizki pada diri sendiri karena tidak menyangka melihat senyuman seorang Rin Leach.
"Rin senyum, tadi seharusnya gue video Rin senyum."Rizki bahkan melupakan apa yang tadi terjadi yang membuat ia menghilangkan senyumannya adalah Rin dan sekarang yang membuat ia tersenyum lagi adalah Rin.
~o0o~
Helena Merebahkan tubuhnya di kasur, ia kira tadi hanya jadi cadangan tapi hal yang tidak di ingin kan malah terjadi. Sia yang tadinya baik baik saja di babak pertama, pas dia melawan sekolah High kaki nya malah terluka dan itu membuat Sia digantikan oleh Helena.
Dan besok Helena juga harus tanding Basket dan lusa nya ia harus lomba matematika.
Helena yang ingat Matematika langsung terbangun dan setelah itu ia langsung belajar, walaupun lelah tapi itu kan hanya fisik nya yang lelah otak nya jangan.
~o0o~
Sebelum menuju perlombaan mereka berencana untuk latihan terlebih dahulu.
Begitu pula dengan Rizki, ia sedari tadi mendrible bola dan memasukan nya kedalam ring, saking serius nya ia latihan sampai-sampai menabrak pemain lain.
Brakk..
Tabrakan itu membuat Seorang itu jatuh kelantai.
"Kalo lo punya masalah sama gue bilang."ujar Rendi yang sudah berdiri dan langsung menarik kerah kaos Rizki.
"Sorry gue nggak sengaja."jawab Rizki, Rendi pun melepaskan tangannya dari kerah Rizki."Lo lemah sih di senggol dikit aja jatuh."lanjut Rizki.
Dan kali ini membuat Rendi kesal, sebenarnya hari ini mood Rendi sedang tidak baik di tambah lagi Rizki yang mencari masalah dengan nya.
__ADS_1
Bughhh...
Rendi langsung meninju wajah Rizki keras, Rizki yang tidak terima langsung meninju balik wajah Rendi.
Bughhh....
Bughhhh
Adu jotos itu terhenti saat Bara dan anak basket lain nya memisahkan mereka, lalu membawa mereka berdua keruangan Pak Hadi.
~o0o~
"Hel semangat.."ucap Sandra menyemangati Helena.
"Thanks."kata Helena dan memasuki Bis bersama anak Basket putri lain nya.
Iyah karena hari ini juga pertandingan perdana Basket Putri, beda nya Basket putri mereka punya jadwal lebih awal sedangkan putra jadwal nya paling terakhir mungkin karena babak final jadwal mereka lagi-lagi terakhir.
"Ayo San masuk.."ajak Vita
"Nanti deh Vit kita kapan yah liat Helena ke pertandingan nya."
"Nanti aja pas pulang sekolah."
"Yah udah habis dong."ujar Sandra kecewa.
Vita membisikan sesuatu ke telinga Sandra, dan itu membuat Sandra kembali lagi semangat dan meninggalkan Vita sendiri.
"Dasar bucin."
~o0o~
📨Rin☀
Sorry gue nggak bisa dateng.
Itulah isi pesan Rizki yang di kirim kan oleh Rin. Mungkin bagi orang awam yang belum mengenal Rin, pasti mereka akan mengajukan banyak pertanyaan pada Rin, tapi tidak dengan Rizki ia tahu siapa Rin setelah itu Rizki memasukan lagi ponselnya ke saku nya.
Setelah tadi diceramahi oleh Pak Hadi dan juga Bara, mereka berdua di suruh untuk membersihkan luka mereka sendiri.
Rendi yang sedikit penasaran dan tanpa sengaja ia melihat isi pesan Rizki. Hati serasa resah apa Rin selalu berkirim pesan dengan Rizki, sedangkan dengan nya jarang atau mungkin tidak pernah.
Rizki yang sudah selesai bergegas keluar meninggalkan Rendi seorang diri, sebentar lagi mereka juga akan berangkat.
Bara yang melihat Rizki keluar hanya seorang diri langsung bergegas masuk ke UKS.
"Bener-bener nyusahin.."Ucap Bara setelah masuk kedalam UKS, ia melihat Rendi yang melamun, bukan nya cepat-cepat keluar Rendi malah berdiam diri di UKS.
"Woy cepet.."seru Bara sembari melemparkan barang yang ada di meja UKS kearah Rendi.
Tentu saja Barang itu mengenai kepala Rendi, tanpa menggapi umpatan Bara Rendi segera membersihkan luka nya setelah itu keluar begitu saja, menghiraukan keberadaan Bara di sana.
"Dasar lo nggak sopan.."teriak Bara
"Gue itu senior lo malah ditinggal.."
~o0o~
Sekarang mereka sudah sampai di tempat gedung olahraga, sekarang yang bermain di gedung ini bukan hanya tim Basket putra tapi juga tim Basket putri.
"Oke sekarang langsung aja keruang ganti, dan gue nggak mau lagi liat yang berantem atau apalah."ucap Bara sembari melirik dua tersangka yang tadi membuat kekacauan.
Atas interupsi Bara mereka pun langsung menuju keruang ganti.
"Helena menang nggak yah."gumam Bara, tanpa sadar ia telah di tinggal kan oleh mereka.
"Cihh selalu diginiin."Umpat Bara.
TBC.
__ADS_1