
~HAPPY READING ~
Rendi pulang ke rumah nya. Saat Rendi akan berjalan ke arah kamar, Rendi melihat Mamanya yang sudah rapih.
"Ma,"panggil Rendi, tapi Mamanya terus saja berjalan cepat seperti tidak mendengar panggilan Rendi. Rendi yang penasaran, mengejar Mamanya.
"Ma, Mama mau kemana?"tanya Rendi,
"Iya oke."Mama Rendi terus berbicara di telepon."Ren, kalo kamu ada yang mau di bicarain nanti aja yah, Mama lagi buru-buru soalnya."setelah itu Mamanya pergi begitu saja.
Rendi benar-benar sudah tidak mengerti tentang keadaan keluarga nya yang semakin hancur. Rendi berjalan masuk ke dalam kamar nya, Rendi sepertinya tidak berniat untuk membersihkan diri ia malah berbaring di kasur nya, menatap langit-langit kamarnya.
"Setelah Rey pergi, Papa sama Mama udah nggak akur lagi,"ucap Rendi, Rendi teringat sesuatu setelah itu, Rendi beranjak dan mengambil sebuah album yang di dalamnya terdapat dan juga Poto.
Isi dari buku itu, terus-terusan menyebut nama Rin,
"Rey begitu sangat menyukai sosok Rin."
Rendi teringat waktu dulu, walaupun ingatan nya semasa kecil sangat lah terbatas di sebabkan Rendi yang di haruskan di rawat.
Rey selalu datang ke rumah sakit, dengan gaya bicaranya yang cadel. Sosok Rey sangat di cintai semua orang, terutama Fano ayahnya.
"Seharusnya gue aja yang mati, bukan lo. Banyak banget yang kehilangan sosok lo Rey, terutama Papa sama Rin."walaupun bukan kesalahan Rendi, tapi Rendi merasa bersalah karena Rey mengorbankan dirinya untuk Rendi.
Saat Rendi sudah keluar rumah sakit, Rey mengajak Rendi untuk bermain di taman. Tapi saat akan menyebrang jalan, Rendi yang lengah akan tertabrak oleh mobil, Rey yang melihat itu langsung mendorong Rendi. Saat itu Rey mengalami sekarat dan di bawa ke rumah sakit.
Rendi yang melihat Rey tertabrak mobil, jantung nya tiba-tiba mengalami sakit lagi. Rendi pun sama, di bawa ke rumah sakit. Ber minggu-minggu Rendi di rumah sakit dengan keadaan yang tidak sadarkan diri. Setelah Rendi membuka mata, Rendi mendapat kabar buruk, Rey meninggal dunia. Dan itu hari di mana Rendi tidak ingin terbangun.
Saat Rendi beranjak remaja dan masuk ke SMP, sifat Papa nya berubah drastis, dan Rendi mendapatkan fakta terbaru. Ternyata Rey yang mendonorkan jantungnya untuk nya.
"Kalo Rin memang, gue akan kasih tahu semuanya."ucap Rendi.
__ADS_1
~o0o~
Dan hari ini, kita akan mendengarkan visi misi dari calon ketua OSIS yang baru. Seluruh Siswa di SMA VICTORIA di kumpulkan di dalam Aula, Aula adalah ruangan paling besar, di Aula juga sudah terdapat podium.
Saat, semua Siswa sudah terkumpul, Acara pun di mulai.
"Oke, yang akan menyampaikan Visi misi yang pertana... Adalah Dito dari kelas IPS 1...."
"Untuk Dito silahkan naik ke podium."
"Dito..."sosok Dito tak kunjung datang. Terus ada seseorang yang membisikan sesuatu pada MC. "Dito memundurkan diri, jadi kira langsung saja untuk calon berikutnya. Helena.."
Saat Helena akan naik ke panggung, Helena tidak sengaja melirik Rin, Rin juga sama melihat Helena, saat itu pula Rin mengeluarkan satu kata yang membuat Helena marah.
Rin melihat Helena yang melihat ke arah nya.
"Loser.."Ujar Rin sembari tersenyum miring.
"Terimakasih atas kesempatan nya,"ujar Helena."Selamat siang,"sapa Helena pada Siswa yang hadir.
"Siang..."
"Oke Visi misi saya untuk sekolah ini, saya akan membuat semua Siswa aktif dan membuat sekolah ini maju, Misi saya....."
"Basi.."komentar Rin, tetapi hanya dia saja yang dapat mendengar nya
"Terimakasih untuk Helena atas Visi misi nya, dan yang terkahir adalah..Rin Leach."
Saat nama Rin di panggil, saat itu pula layar yang di belakang podium menyela menampilkan sekolah Victoria dan juga organisasi-organisasi yang ada di dalamnya., membuat seluruh siswa terkejut.
Rin melangkah ke podium sembari membawa MacBook di tangan nya. Rin menunjukan beberapa tulisan di sana.
__ADS_1
"Visi saya menginginkan sekolah ini lebih modern dan canggih. Misi saya menginginkan seluruh Eskul di sekolah ini seharusnya mempunyai satu komunitas resmi, agar kita dapat mengenal satu sama lain, bukan hanya mengenal satu Eskul saja. Karena terlihat sedikit kurang kerja sama antar Eskul dan terkesan bermusuhan. Oh yah satu lagi saat nanti saya menjadi ketua OSIS, saya menginginkan seluruh Siswa mengikuti Eskul Olah bakat, karena menurut saya Eskul itu sangat penting, untuk mengetahui bakat seseorang. Sudah itu saja terimakasih."ucap Rin lalu setelah itu pergi begitu saja. Dan selanjutnya mendapatkan tepuk tangan dari seluruh murid.
"Terimakasih kepada Rin yang telah menyampaikan Visi dan misi nya."
"Itu bukan Rin."komentar Gio, karena baru pertama kalinya Gio mendengar kalimat yang begitu panjang dari seorang Rin Leach.
~o0o~
Hari berikutnya, tim Helena nampak sibuk, membagikan selembar kertas yang terdapat foto Helena dengan nomer urut satu.
"Pilih Helena..."
"Helena..."ucap Rizki dengan semangat, sedangkan Helena hanya bertugas tersenyum saja.
Dan mereka berpapasan dengan Rin dan Rendi, yang kebetulan lewat. Tapi bedanya Rin atau pun Rendi tidak memegang selembar pun kertas.
"Mereka nggak bikin kayak ginian yah Hel,"tanya Rizki. Helena hanya mengedikan bahunya saja tidak tahu.
Helena menduga mungkin saja Rin cuman main-main saja mencalonkan dirinya sebagai ketua OSIS.
"Aduh Hel, gue laper?"ucap Vita sembari memegang perutnya, Helena yang tahu Vita menginginkan imbalan karena sudah membantunya membagikan kertas itu.
"Yaudah kita ke kantin, semuanya ayo..."ajak Helena.
"Yess makan gratis, emang deh ayang Vita paling bisa ngodenya."sahut Gio dan selanjutnya mendapatkan tamparan keras dari Vita.
"Aw.."
"Sekali lagi lo bilang Ayang, gue pecahin kacamata lo."ancam Vita setelah itu pergi menyusul Helena di ikuti Rizki dan Sandra yang menertawakan nasib percintaan Gio. Gio sudah mengalami penolakan lebih dari lima kali tapi dia tetap tegar dan tidak pernah menyerah.
TBC.
__ADS_1