The Enemy

The Enemy
Chapter 21 (Revisi)


__ADS_3

~HAPPY READING ~


"Lo mau gue bunuh sekarang apa nanti."Tanya Helena sambil mengarahkan dua pistol sekaligus kearah Rin. Yah Helena berhasil mengambil pistol Rin, saat Rin mengarahkan pistol itu ke arahnya, karena Rin terlalu kaku jadi Helena langsung merebut nya.


Rin malas bermain-main seperti ini,ia hendak melangkah meninggalkan Helena tapi..


"Awas...


DORRR


Rin tersungkur ke tanah saat ada orang yang mendorongnya Rizki


"Rizki bego banget sih lo, minggir."suruh Helena, yang melihat Rizki yang sudah melindungi Rin.


"Lo itu satu regu sama gue, kenapa malah lindungi musuh lo,"Ucap Helena dengan marah.


"Minggir."Ucap Rin yang berusaha melepaskan diri dari pelukan Rizki yang membuat dia risih.


"Gue akan lindungi lo Rin sampai titik darah penghabisan."Kata Rizki dengan serius


"Lebay, MINGGIR,"Bentak Rin dan refleks membuat Rizki melepaskan pelukannya, karena baru pertama kali mendengar bentakan dari seorang Rin Leach. Dan ini kesempatan untuk Helena membunuh Rin, mungkin kalo ia berhasil membunuh Rin, ini akan jadi pertama ia menang dari musuh nya.


Helena langsung mengarahkan kedua pistol itu tepat kearah wajah Rin, yang tidak peduli dengan sekitarnya.


Dan......


Dorrr


Akhirnya.....


"Siapa lagi yang ganggu gue...Aishhh mati deh gue,"Ucap Helena geram, ada yang menembaknya dari belakang."Siapa yang.."Lanjut Helena dan memutar tubuhnya sembilan puluh derajat.


"Rendi."Ujar Helena


Ternyata yang membunuh Helena adalah Rendi, jadi bisa di katakan Regu Helena sudah kalah telak Semua kelompok regu nya di bantai habis oleh Rendi apalagi Bendera yang mereka pertahankan sudah di rebut.

__ADS_1


Rendi berjalan ke depan, mereka pikir Rendi akan membunuh Rin ternyata tidak ia malah membawa gadis itu entah kemana, dan hal itu sukses membuat Helena geram.


"Ahkkk..."teriak Helena kesal, Helena melangkah maju kearah Rizki dan bersiap untuk memukul Laki-laki itu.


"Begoo ini semua karena lo bego.. Rizki bego."


"Aw, Aw Hel maaf...gue cuman ngejalanin tugas gue doang buat lindungi Rin..."Ucap Rizki yang menghindari pukulan Helena.


~o0o~


Rendi berjalan menjauh dari Helena dan Rizki. tanpa sadar ia masih menggenggam tangan Rin.


Rin yang risih pun menghentikan langkahnya dan otomatis Rendi pun sama.


"Apa maksud lo?"tanya Rin yang membuat Rendi bingung.


"Ngejauhin lo dari mereka."Jawab Rendi.


"Bunuh gue,"pinta Rin, Rin sudah malas dengan Game ini, ia ingin cepat-cepat selesai dan pulang.


"Bunuh gue cepat."


"Gue nggak bisa."Kata Rendi polos, yang membuat Rin mengernyitkan keningnya.


Rin menghela nafas dan setelah itu langsung mengambil pistol yang berada di genggaman Rendi, Rendi terkejut dengan hal itu.


Rin mengarahkan pistol itu kearah Rendi...


***Dorrr**


"Udah Selesai."Ujar Rin dan mengembalikan lagi pistol itu ke Rendi.


"BODOH."ejek Rin sebelum meninggalkan Rendi yang masih tidak menyangka dengan apa yang Rin lakukan.


~o0o~

__ADS_1


Seluruh peserta dan setiap regu sudah berada di lapangan. Begitu juga para Panitia, yang akan mengumumkan pemenang nya.


"Pemenang nya adalah regu yang masih bertahan dan yang bisa mengambil bendera lawan dan itu adalah regu... Hijau."Kata Bayu


"Yess Rin kita menang...kita menang,"ucap Sandra bahagia dan langsung memeluk Rin bukan hanya Sandra Citra pun sama, Walaupun Sandra mati tapi ia tetap senang Regu nya menang


"Kalo ada lo pasti akan menang."Ujar Citra


Beda hal nya di sebrang sana yaitu regu merah. Mata Helena seakan ingin menangis, Kenapa ia selalu kalah, padahal Rin tidak pernah terlihat bersemangat di setiap hidup nya.


"Sekarang kalian beres-beres karena satu jam lagi kita akan pulang, untuk hadiah akan di bagikan saat upacara penutupan."Ucap Bara.


Dan para peserta langsung bubar.


Tapi tidak dengan Helena ia malah melangkah ke arah Rin, yang akan balik ke tenda nya tapi langkahnya terhenti, seseorang membalikan tubuhnya dengan paksa.


Plakkk


Helena menampar Rin dengan begitu kerasnya. Vita yang melihat itu langsung menghampiri Helena yang sekali lagi ingin menampar Rin.


"Hel udah.."Vita menahan tangan Helena.


"Lepas Vit! Gue benci banget sama lo Rin, orang yang nggak pernah mensyukuri hidup bisa hidup tentang kayak gini Munafik, dan setelah ini gue pastiin gue nggak akan kalah lagi sama lo."kata Helena setelah itu pergi, Helena dengan sengaja menabrak pundak Rin.


Rin hanya diam, menatap kosong ke depan sembari memegangi pipinya yang terasa panas. Benar apa yang Helena katakan ia adalah orang yang munafik di dunia ini, ia tidak pernah bersyukur dengan hidup nya, dirinya selalu mengsia-sia kan kasih sayang seorang Ayah.


Rin menggelengkan kepalanya,


"Nggak ini beda, dia nggak tahu apa yang gue alami selama ini, Helena kan bodoh."ucap Rin mencoba mengusir isi pikirannya sendiri.


~TBC~


Pict Rin Leach, next Helena


__ADS_1


__ADS_2