
~HAPPY READING ~
Hari ini, hari terakhir sekolah karena besok seluruh sekolah libur yah karena besok kan Weekend.
Pagi ini sama seperti pagi sebelum nya, Rin tidak di antar kan oleh Kakak nya melainkan supir.
Saat dia turun dari mobil ada satu objek yang seketika membuat hati Rin berdesir perasaan yang tidak enak, ia melihat Helena bersama cowok itu lagi, cowok yang lemah menurut seorang Rin.
Tidak menghiraukan mereka Rin melewati begitu saja,,sampai-sampai ia tidak merasa ada yang mengikutinya sedari tadi siapa lagi kalo bukan Rizki.
"RINNN tunggu.. kakak lo mau ngomong katanya.."teriak Rizki sambil membawa ponselnya, tapi yang dipanggil sudah jauh dari jangkauan nya.
.
.
"Lo bisa sendiri kan Hel? gue duluan yah."ucap Rendi sebelum meninggalkan Helena dengan kakinya yang luka.
Tadi Helena kena serempet motor Siswa lain saat ia ingin memasuki sekolah, dan untungnya ada Rendi yang siap membantunya, tapi hanya sampai Pintu utama saja, sebelum Rin lewat dan pandangan Rendi teralihkan bahkan meninggalkan Helena begitu saja.
"Astaga Hel, kaki lo kenapa?"tanya Citra yang kebetulan lewat
"Ke serempet motor."jawab Helena...
"Ayok gue bantu yah..
"Etss lo mau kemana,"tarik Serli ke Citra yang hendak membantu Helena.
"Bawain nih tas gue."ujar Serli sembari melemparkan tas nya ke wajah Citra
"Gue juga."
"2in."Ujar dua antek nya Serli
Helena yang melihat itu sedikit prihatin tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Lo nggak papa Cit?"tanya Helena setelah Serli dan teman-teman nya pergi
"Gue udah biasa kali Hel."
"Kok mereka bisa buly lo"
"Mereka tahu kalo perusahaan Ayah gue bangkrut dan tahu kalo Ayah gue dipenjara setelah itu mereka nganggep kalo gue cuman jadi sampah sekolah elit ini dan nggak pantes disini."
"Jadi gue mohon Hel bantuin gue,"
"Gue nggak bisa Cit."tolak Helena setelah itu meninggalkan Citra dengan keadaan jalan yang sedikit pincang.
"Kenapa Helena kayak gitu, apa dia takut sama Serli."
~o0o~
__ADS_1
Helena masuk kedalam kelas dalam keadaan kaki nya yang pincang, Helena melirik kearah Rin dengan tatapan tajam yang di tatap pun tak kalah tajam.
"Awas lo Rin."ancam Helena sembari berjalan ke meja nya, dari luar terdengar suara ribut-ribut yang menuju ke kelas
"Astaga San seterah lo lah, gue males."
"Kalo misalkan gue sendiri pasti gue nggak di ijinin,"
masuk lah dua orang sahabat yang tidak pernah sadar kalau mereka sahabat.
"Astaga Hel, kaki lo kenapa?"tanya Vita prihatin
"Keserempet motor."
"Siapa yang nyerempet lo, sampe kayak gini."
"Iyah orang lah Vit."sahut Sandra tiba-tiba, yang tidak begitu peduli dengan keadaan teman kelasnya
"Gue tahu dodol, tapi siapa?"
"Gue juga nggak tahu Vit."sahut Helena
"Ya udah Hel sekarang kita ke UKS yuk."ajak Vita yang akan membantu Helena berdiri, tapi Helena menolaknya.
"Gue nggak papa Vit, lagian cuman lecet doang."
"Tapi itu bisa nyebabin.."
"Lo harus ketempat urut"saran Sandra lalu kembali ketempat duduknya.
Helena hanya mengangguk saja, nanti pulang sekolah ia akan ke rumah sakit bersama mamanya.
Vita bingung dengan Sandra yang memberi Helena saran, kan Helena ke serempet, bukan keseleo, mana Helena mengiyakan lagi. Vita tidak ingin memikirkan hal itu lagi ia pun pergi ketempat duduknya.
Dan sekarang murid kelas satu mulai masuk ke kelas satu persatu, karena memang sudah jam masuk.
Tapi sudah lewat jamnya guru yang mengajar tidak kelihatan juga. malahan yang datang Rizki membawa setumpuk Buku paket ditangannya bagaimana orang itu bisa membawa Buku besar sebanyak itu.
"Oke guys hari ini Miss Lela tidak masuk di karena kan dia ada kepentingan yang mendadak, tapi Miss Lela memberikan kita setumpuk tugas."
"Yahhhh..."ucap mereka kecewa
"Males banget gue."ucap Gio sembari menumpukan buku satu persatu di meja nya setelah itu ia mulai merajut mimpi.
"Oke gue bagi kan Yah, jangan ada yang mengeluh." Setelah itu Rizki membagikan satu persatu buku paket keteman kelasnya.
mereka pun fokus mengerjakan soal itu
"Husstt Hel.."bisik Vita dibelakang
"Hel Helena "panggil Vita sekali lagi tapi Helena lagi-lagi tidak peduli
__ADS_1
Vita pun menendang bangku Helena yang berada di depan nya
"Apa Sih Vit?"tanya Helena yang mulai kesal dengan kelakuan Vita
"lihat deh kearah jendela, ngapain si Rendi di sana ngeliatin keadaan kelas kita"tunjuk Vita kearah jendela dan benar saja ada Rendi di sana
"kayak nya dia khawatir deh sama lo."sambung Vita lagi dan ia mulai melanjutkan tugasnya. berbeda dengan Helena yang aneh, bukan Rendi bukan memperhatikannya melainkan.. mata Helena langsung ke belakang dimana seorang Rin yang sibuk dengan layar kaca di depan nya dibanding kan mengerjakan tugas.
Dan saat Rendi melihat ke depan mata mereka berjumpa untuk beberapa detik sebelum Rendi pergi dari sana.
"Apa yang sebenernya terjadi antara mereka, yang gue nggak tahu."gumam Helena
~o0o~
Saat mereka sedang asik berbincang tiba-tiba datang Citra dengan wajahnya yang ketakutan.
"Hel tolongin gue Hel."pinta Citra yang memohon ke Helena dengan menarik tangan Helena, sedangkan Helena memutar matanya jengah.
"Tolong apa sih cit?"tanya Helena dengan wajahnya yang kaget.
"Gue–gue di bully lagi sama kakak kelas, gue mohon bantuin gue."pinta Citra dengan wajah ketakutan
"Lo serius kakak kelas yang mana,"tanya Vita
"Kak serli yang ketua Cheers."
"Oh kalo itu gue nggak ikut-ikutan."ucap Vita mundur, dia tau siapa si Serli primadona apalagi sekarang sudah senior makin besar kepala dan suka menindas, apalagi pacarnya ketua tim basket.
"Lo sering nolak bantuan gue Cit dan sekarang lo minta bantuan, maaf gue nggak bisa."ucap Helena lalu berlalu pergi meninggalkan kantin.
"Lagian lo cari gara-gara sih."ujar Vita sebelum pergi menyusul Helena.
Yang membuat Citra kecewa
"Awas lo Hel."ujar Citra sembari mengepalkan tangannya, pertanda ia kesal.
~o0o~
"Si Rin kemana sih, Kakak nya nelepon nih."Rizki yang kebingungan mencari sosok Rin Leach, kalau ia tak menemukan Rin otomatis ketenangan nya akan diganggu dengan suara ponselnya.
"Apa Rin beneran nggak punya ponsel."
Rizki sudah mencari ke kantin, taman dan juga perpustakaan tetapi Rin tidak ada di sana bahkan ia rela menerobos toilet perempuan tapi lagi-lagi Rin tidak ada.
"Oh satu lagi Rooftoop, Rin pasti ada di sana."Rizki pun berlari kearah Rooftop yang lumayan menguras keringat nya, karena harus menaiki beberapa anak tangga.
Rizki membuka pintu Rooftoop dan benar saja di sana ada Rin dengan seseorang siapa itu, tapi saat Rizki ingin berbalik Cowok itu juga sama lalu berjalan meninggalkan Rin.
Saat berpapasan dengan Rizki terlihat matanya yang tajam
"Rendi."gumam Rizki yang merasa ada yang aneh, ada apa Rendi dan Rin.
__ADS_1
TBC.