
~Happy Reading ~
Hari ini hari ketiga, apakah Rin hari ini sekolah atau tidak. Tetapi ternyata Rin tidak sekolah, dan hal itu membuat kecurigaan Rizki semakin menguat kalo yang mencoba untuk membunuh Sindy adalah Rin.
"Seharusnya Kak Rivano tahu soal ini,"ucap Rizki yang duduk di meja sedangkan Helena duduk di bangku.
"Nggak perlu."ujar Helena. yang berada di dalam kelas tinggal Helena dan Rizki.
"Itu perlu Hel,"tegas Rizki lalu turun dari meja.
"Kak Rivano pasti udah tahu, mungkin aja sekarang dia udah mulai nyari keberadaan Rin."
"Hel kita..
"Kita seharusnya nyelidik Sera."potong Helena dan beranjak dari duduknya.
"Sera, Sera nggak harus di curigai sikapnya seperti biasa jadi apa yang harus di selidiki."
"Karena dia deket dengan Sindy, selain Cindy."
__ADS_1
"Kenapa lo sekarang ngebela Rin terus, bukannya itu bagus yah Hel nama Rin nantinya jadi jelek, dan bisa jadi nanti lo yang gantiin Rin jadi ketua OSIS."
"Gue nggak selicik itu, gue bukan bela tapi gue tahu Rin nggak mungkin ngelakuin hal kayak gitu."
"Tapi Rin itu..
"Gue udah kenal Rin dari kecil."pungkas Helena lalu pergi dari sana meninggalkan Rizki. Helena sekarang jadi mulai membenci sikap Rizki yang seperti itu, Helena tahu Rizki masih marah terhadap Rin tapi bukan berarti Rizki menuduh Rin begitu saja.
*******
Esok nya. Sekolah sudah masuk seperti biasanya, Helena dan teman-teman nya juga sudah kembali kedalam kelasnya.
Pelajaran pertama sudah di mulai mereka mulai memperhatikan guru di depan. Tapi saat beberapa menit kemudian ada seorang murid yang masuk dan membuat perhatian mereka teralihkan pada murid tersebut.
Yang menjadi perhatian mereka, ialah tangan kiri Rin yang di perban, seperti Rin sudah mengalami luka di tangan kiri nya.
Setelah sudah duduk di kursi nya, ada seseorang murid, murid itu menyuruh Rin untuk keruangan BK.
Rin dengan tenang pung berjalan menuju ruangan kepala sekolah. Sesudah sampai di sana Rin di hadapkan dengan guru BK tak lain ialah Pak Anton.
__ADS_1
"Silahkan duduk Rin Leach."Pak Anton menyambut Rin dengan hangat, Rin pun duduk.
"Bapak tidak ingin basa basi dan hal itu juga tidak di sukai oleh kamu bukan, sudah tiga hari kamu tidak masuk Rin."Rin tidak menjawab atau pun mengangguk.
"Kemana saja kamu tiga hari itu?"
"Bukan urusan Bapak."jawab Rin dengan wajah datarnya.
"Kamu tahu tentang kejadian soal Sindy?"
"Sindy hampir saja terbunuh, Bapak bukan mau menuduh kamu tapi tidak hadir mu di sekolah membuat Siswa di sekolah ini mencurigai mu."
"Bukan saya."
"Oke kalo bukan kamu, kemana kamu tiga hari itu?"Pak Anton mengajukan pertanyaan yabg tidak mampu Rin jawab, ada jeda dan saat itu bel istirahat berbunyi dan ini kesempatan Rin untuk pergi.
"Sudah Bel, jadi saya permisi."
"Nanti Rin jawab dulu pertanyaan Bapak."Rin tidak menghiraukan Pak Anton, Rin tetap pergi keluar ruangan dan mengabaikan permintaan Pak Anton.
__ADS_1
Pak Anton menghela nafas lelah, sulit sekali untuk meminta penjelasan dari Rin. Mungkin saja yang dapat mengatur Rin hanya Kakaknya saja, jadi Pak Anton memilih untuk meminta bantuan Rivano.
TBC....