The Enemy

The Enemy
Chapter 86


__ADS_3

~HAPPY READING ~


Rendi membawa Rin kerumahnya, tapi saat sampai di sana, mereka malah melihat pemandangan yang tak mengenakan, orang tua Rendi sedang bertengkar.


"Rendi sama aku, dia tetap di sini."


"Nggak dia harus pergi ikut aku ke LA, dia harus belajar bisnis di sana."


"Nggak Mas, Rendi tetap di sini."


"Dia haru...


"Aku yang melahirkan nya dia anak ku.."teriak Mama nya Rendi..


"Aku Papa nya dan aku berhak..


Brakk.....


Pintu rumah di tutup dengan keras oleh Rendi, Rin yang sedari tadi hanya menonton orang tua Rendi yang bertengkar baru mengetahui kalo Rendi pergi, Rin langsung berlari keluar mengejar Rendi. Rin sedikit kewalahan saat akan menyamakan langkah nya dengan Rendi.


Rendi berhenti di sebuah taman lalu duduk di bangku taman, Rin pun sama ia duduk di sebelah Rendi tanpa suara.


Rin memainkan tangannya pertanda ia gelisah, Rin tidak tahu harus bicara apa pada Rendi, jadi Rin memutuskan untuk pergi dulu.


"Gue pergi dulu bentar."pamit Rin, dan Rendi masih tetap sama menatap kosong ke arah depan.


Beberapa menit kemudian, akhirnya Rin kembali tapi ternyata yang datang bukan Rin melainkan Citra.


"Hey! Ren, you oke."tanya Citra, Rendi yang merasa itu suara Citra langsung beranjak dari duduknya lalu memeluk Citra erat.


"Gue bingung."ucap Rendi yang masih memeluk Citra.


Dan ternyata Rin masih di sana, melihat Citra dan Rendi sedang berpelukan. Rendi terlihat sudah mulai membaik jadi Rin memutuskan untuk pergi, dan membiarkan Citra dengan Rendi berduaan. Rin berpikir Rendi perlu teman curhat jadi Rin berinisiatif untuk menghubungi Citra.

__ADS_1


Rin memutuskan untuk pulang ke rumahnya walaupun rasa kesal nya pada Kakak nya masih ada.


Saat sesampai nya di kediaman Leach, Rin tidak menemukan Kakak nya dan Herlano, hanya ada pekerja rumah ini saja jadi Rin memutuskan untuk langsung ke kamarnya tak lupa Rin mengunci kamarnya.


**********


Hari ini, hari pertama Rin kembali masuk sekolah setelah seminggu lebih Rin memilih cuti. Saat malam hari Rivano kakak nya Rin telah meminta maaf pada Rin. Dan pagi hari ini Rin di antar kan oleh Rivano ke sekolah.


"Rin kalo kamu masih mau jadi Ketua OSIS, Kakak bisa meminta pembina untuk memintanya."tanya Rivano, Rin hanya menggelengkan kepalanya saja, Rin sudah tidak mau jadi ketua OSIS, semangat nya untuk memajukan sekolah sudah tidak ads lagi. Apalagi saat para Siswa di sana dengan seenaknya menghakimi tanpa bukti.


Setelah Rivano mengantarkan Rin sekolah, setelah itu Rivano langsung pergi lagi ke kantor polisi.


Sedangkan Rin langsung ke kelas nya, saat berjalan di koridor dan melintasi mading sekolah, tanpa sengaja Rin melihat nama Rizki di sana yang ternyata Rizki yang menggantikannya menjadi ketua OSIS, Rin kira yang menggantikannya Helena.


Rin masuk ke dalam kelas, suasananya sekarang sangat berbeda dan aneh apalagi dengan teman-teman Helena dan kenapa meja Helena sekarang di tempati oleh Cindy, kemana Helena?


"Rin,"Panggil Rizki, Rin hanya melirik sekilas ke arah Rizki.


"Hn."


"Lo mau kan maafin gue."


"Hn."


"Rin maaf?"


"Hm."


"Gue waktu itu terbawa emosi karena..."ucapan Rizki terpotong oleh suara seseorang yang terjatuh.


Brakkkk.....


"Sorry...gue sengaja."ujar Vita pada Helena.

__ADS_1


Rin yang melihat itu sampai beranjak dari duduknya karena tidak percaya dengan moment yang baru saja terjadi, Vita dengan sengaja membegal kaki Helena.


"Rin, Helena sama Vita.. Itu mereka..."


"Selamat pagi anak-anak..."Guru yabg mengajar masuk ke dalam kelas dengan waktu yang tidak tepat, baru saja Rin tahu jawabannya dengan situasi yang aneh ini. Nanti saja Rin tanyakan ke Rizki pas waktu istirahat.


Satu jam lebih waktu pelajaran, dan akhirnya berakhir. Dan waktu itu juga penderitaan Helena akan di mulai.


"Woi Hel beliin gue siomay,"suruh Vita ke Helena yang baru saja memasukan buku-buku nya ke dalam tas.


"San, Cin lo mau nitip apa, biar si kacung Helena yang beliin."


"Gue nggak deh Vit."tolak Sandra yang sedang fokus dengan ponseldi tangannya.


"Gue bakso sama es jus."kata Cindy yang menghampiri Vita, lalu mereka melakukan tos.


"Cepet Hel sekarang..."Vita bahkan dengan paksa menarik Helena untuk berdiri, Helena dengan terpaksa menuruti keinginan Vita dan pergi ke kantin.


Rin yang melihat itu semakin penasaran, Rin beranjak dari duduknya dan menghampiri Rizki yang sedang menata buku nya ke dalam tas, tapi saat Rin akan bertanya ada anggota OSIS yang menyuruh Rizki buru-buru ke ruangan OSIS.


Saat Rin akan keluar kelas, Rin tidak sengaja menabrak Sandra yang beranjak dari duduknya, yang mengakibatkan ponsel Sandra jatuh ke lantai.


"Sorry gue nggak sengaja."kata Rin lalu akan melangkah keluar kelas.


"Iya nggak papa."ujar Sandra dan mengambil ponselnya, hal itu di ketahui oleh Vita. Vita langsung menahan Rin yang akan keluar kelas.


"Oleh yah Rin tetep aja songong, bukannya minta maaf apa gitu malah mau pergi gitu aja."ujar Vita, Rin yang tidak ingin memperpanjang urusan, Rin maju ke depan Vita.


"Maaf."kata Rin di hadapan Vita, Vita yang kaget karena mata Rin yang terlihat menyeramkan langsung memundurkan langkahnya, Dan Rin langsung melangkah keluar kelas.


.....**TBC........


semoga masih ada yang baca, karena udah seminggu lebih nggak up😀**

__ADS_1


__ADS_2