The Enemy

The Enemy
Chapter 34 (Revisi)


__ADS_3

~HAPPY READING ~


Keesokkan hari nya, SMA Victoria di gegerkan dengan menyebarnya foto seseorang yang cukup terkenal,Foto itu disebarkan tepat jam istirahat.


Helena yang sudah menyuci wajahnya di toilet, setelah keluar banyak pasang mata memandang nya aneh. Apa ada masalah dengan wajahnya, tidak memperdulikan hal itu Helena cepat-cepat masuk kedalam kelas nya, kedatangannya langsung disambut oleh Vita dan Sandra dengan heboh.


"Hel lo harus liat ini,"ujar Sandra sembari menunjukan ponselnya."Ini lo Hel?"tanya Sandra.


Helena langsung membulatkan matanya kaget, ini foto dia pas waktu SMP kelas 1, yang masih cupu dan wajahnya terdapat beberapa jerawat karena pertama kali mengalami puber.


"San, lo dapet dari mana?"tanya Helena sembari memegangi wajahnya.


"Dari akun Xtzen."jawab Sandra


Helena langsung melihat dari ponselnya sendiri dan foto itu sudah tersebar, bukan hanya di Instagram tapi juga group angkatan, yang paling membuat Helena kesal foto itu dikomentari dengan kata-kata jahat, tangan Helena menggenggam ponsel itu dengan perasan kesal.


"Ini pasti ulah si Batu.."ucap Helena dan tak lama, terdapat notif chat yang tambah membuat Helena marah.


"Ahh... Rin..."teriak Helena sembari melemparkan ponsel nya ke lantai. Sandra dan Vita yang melihat itu sampai kaget.


Setelah itu Helena keluar dari kelas,ia harus mencari Rin. Bahkan Helena tidak memperdulikan ponselnya yang retak di lantai.


"Hel tunggu.."teriak Vita yang mengejar Helena dari belakang tidak lupa juga Sandra yang langsung memungut ponsel Helena dan mengejar Helena.


"Pasti akan seru nih"ucap seorang laki-laki dari arah belakang mengikuti mereka bertiga.


~o0o~


Untuk hari ini Rin tidak ke rooftop, karena cuaca nya yang sangat terik. Jadi Rin memutuskan untuk pergi ke kantin, memesan jus jeruk tidak lupa juga ia memakan roti yang ia bawa di rumah.


Sedari tadi ponselnya tidak pernah berhenti bersuara jadi Rin silent saja. Saat ia akan membuka MacBook nya Rin langsung mengscrool akun media sosial nya.


"Hahah..."tanpa sadar Rin tertawa ia melihat foto musuh nya yang sekarang tranding topik di akun sekolahnya.


Rin sedang asik-asik nya memainkan MacBook, malah ada yang menyiramnya dengan air jus jeruk ke wajahnya. Refleks Rin menutup mata nya, saat Rin membuka mata nya yang pertama kali ia lihat wajah musuhnya yang tidak baik-baik saja. Rin sudah menebak dia kenapa. Dan kejadian ini sedang di tonton oleh Siswa yang ada di kantin.


banyak dari mereka yang antusias menonton, karena sudah lama tidak melihat Helena dan Rin berseteru.


Rin menutup MacBook nya yang terkena cipratan air jus itu, lalu ia berdiri, Rin membukukan tubuh nya, tangannya ia letakan di meja sembari menatap Helena di seberang meja dengan tatapan tajam.


Helena juga sama ia menatap Rin dengan tajam lalu berucap."Apa Maksud lo Rin?"


"Lo mau bikin gue malu hah!! dan lo juga tahu kan gue sekarang lagi pusing karena gue kalah lomba."


"Tapi lo malah nambah-nambahin pake nyebarin poto aib GUE."bentak Helena


Mereka yang menyaksikan ada yang langsung berbisik bisik tapi ada juga yang terang-terangan kalo Helena hebat karena berani menegur seorang Rin, yang notabene nya adik dari pemilik sekolah, bahkan ada yang bersorak untuk Helena.


Rin memejamkan matanya untuk sesaat, sebelum akhirnya bersuara.


"Bukan gue." akhirnya Rin menjawab, Helena yang tahu Rin pasti tidak mengakui nya Helena hanya bisa tertawa sinis.


"Terus kalo bukan lo siapa?"sahut Helena sembari tangan nya ia letakan di depan dada.

__ADS_1


Rin menegakan tubuh nya dan menghela nafas."Sebelum lo nuduh orang lain lebih baik lo curigai orang yang di dekat lo."ujar Rin melangkah keluar tapi sebelum keluar ia membisikan sesuatu di telinga Helena.


"Ingat teman lebih jauh berbahaya dari pada musuh."


Dan saat itu suasana berbanding terbalik pada Helena, ada juga yang menertawakan Helena. Karena sudah tidak bisa berkutik lagi.


"Huhuhu jelek yah jelek aja"


"Jangan-jangan lo oplas.."


"Pake negur Rin segala lagi.."


Tapi ada juga yang membela Helena.


"Tapi lo keren Hel, bisa nyiram Rin pake jus jeruk hahah.."


"Gue salut sama lo.."


Helena hanya bisa menutup telinganya dan langsung keluar dari kantin.


********


Helena lagi-lagi dihadapi dengan masalah, ia hanya bisa menghela nafas lelah.


Gara-gara foto itu Helena harus menyewa seorang hackers dan menyuruh mereka untuk menghapus foto aib nya yang bertebaran di sosial media.


"Awas aja besok gue harus kasih perhitungan sama si batu cihh, bisa-bisa nya dia kayak gitu,"Oceh Helena sambil memakan keripik kentang nya dengan emosi, tangan kanan nya bertugas untuk mengscrool akun ig nya, sedangkan tangan kirinya bertugas untuk memasukan keripik kentang kedalam mulutnya.


"Sebentar lagi turnamen basket dan si batu bikin gue nggak konsen untuk latihan atau jangan-jangan dia sengaja nyebarin aib gue biar gue nggak menang, tanpa nggak langsung dia udah beritahu semua Siswa kalo gue nggak punya bakat apa-apa."omel nya. Dan lagi-lagi Helena berbicara sendiri ia mulai berpikir kalo Rin memang tidak memberinya kesempatan untuk menjadi populer di sekolah famous itu, atau Rin tidak ingin ia mempunyai kenangan terindah disekolah ini.


"Hel kamu kenapa kurang sehat?"tanya Hana yang tiba-tiba sudah ada didalam kamar Helena.


"Apa sih Ma."ujar Helena sembari menyingkirkan tangan Hana yang berada di kening nya.


"Kamu bicara sendiri kirain Mama lagi teleponan "


Helena tidak menyahuti perkataan Mama nya karena memang moodnya sedang tidak baik.


"Kayak nya kamu kurang makan deh, cepet turun ke bawah makan, kita makan malam sama-sama."suruh Hana.


Dengan perasaan terpaksa Helena turun kebawah.


Ingatkan Helena kalau besok ia harus membuat perhitungan dengan musuhnya.


~o0o~


Pagi ini Helena berangkat paling awal, bahkan terlalu pagi karena gerbang sekolah pun belum di buka dan baru di buka saat beberapa menit kemudian, Dan itu membuat Helena menunggu.


Helena datang pagi karena ia tidak mau ada siswa yang menatapnya rendahan atau ada siswa yang berani mengejeknya karena itu akan membuat beban pikiran nya bertambah.


Saat berjalan menyusuri koridor bulu kuduk nya berdiri, Helena merapatkan jaketnya ke tubuh nya bahkan ada beberapa lampu yang padam, ternyata sekolah kalo tidak ada siapa siapa dan suasana yang dingin, gelap akan terlihat lebih menyeramkan.


Saat sudah ada didepan kelas Helena sedikit menghela nafasnya, ia mendorong pintu itu sedikit demi sedikit.

__ADS_1


"Ah akhirnya..."Helena menghela nafas lega lalu melangkah ke arah kursinya saat sudah sampai ia langsung duduk.


"Berapa menit lagi.."Helena melihat jam di pergelangan tangannya."Ini mah bukan menit tapi jam gue harus nunggu satu jam lebih. akhh Mama...."teriak Helena di akhir kalimat nya.


"Tidur aja lah daripada takut."akhirnya Helena memilih untuk tidur.


.


.


.


"Hel, Hel bangun...."


"Hel, Helena bangun.."Sandra dan Vita yang mencoba membangunkan Helena.


"Apa, sekarang jam berapa?"tanya Helena khas bangun tidur."Gue ketiduran yah..."


"Lo sih pagi banget datang nya nggak takut Hel.."tanya Vita


"Lagian sekarang udah jam istirahat kali.."ucap Sandra, yang membuat Helena langsung menegakkan tubuh nya.


Apa iya ia selama itu tertidur.


"Kok gue nggak di bangunin sih, terus Bu Sinta masuk?"


"Kita sengaja kali nggak bangunin lo lagian Bu Sinta juga nggak masuk."


Seketika kakinya lemas lagi dan matanya ingin kembali tidur tetapi otaknya tidak menginginkan itu.


"Astaga gue lupa.."Dan saat itu juga Helena berlari keluar kelas.


Sandra dan Vita yang penasaran apa yang membuat Helena lupa langsung mengejar Helena.


Mereka berdua mengikuti Helena sampai ke atas tangga pertama, tapi Sandra dan Vita hanya melihat dari bawah. Di atas tangga terdapat Helena dan Rin sedang bertengkar. Karena penasaran akhirnya mereka mendekat.


"Selalu Gue gue gue, kenapa sih?"tanya Rin yang kesal karena selalu dituduh oleh Helena


"Yah cuman lo Rin yang benci sama gue, dan gue udah tahu siapa lo dan lo juga tahu gue, bahkan yang tahu wajah gue dulu hanya lo karena disini yang satu SMP sama gue lo dan Gio doang."


"Lo lupa satu orang lagi Hel, CITRA HAH gue emang benci sama lo tapi cara gue nggak kayak gitu, lagian cuman foto nggak usah di besar-besarin seminggu lagi gue pastiin anak-anak akan lupa sama foto lo."Ujar Rin, Helena tidak bisa menjawab lagi.


Rin melangkah turun dari tangga."Kalo jelek-jelek aja,"ledek Rin.


Dan itu kembali membuat Helena kesal, Helena reflek mendorong Rin sampai Rin jatuh dari tangga itu.


Sandra dan Vita yang melihat kejadian itu hanya bisa menutup mulutnya.


Sedangkan keadaan koridor disini sepi. Helena dengan perasaan was-was memberanikan diri untuk turun dan mengecek keadaan Rin dia mati atau masih hidup.


Helena menyingkirkan helaian rambut Rin setelah itu tangannya memegang kepala Rin.


"Darah."

__ADS_1


TBC.


__ADS_2