The Enemy

The Enemy
Chapter 23 (Revisi)


__ADS_3

~HAPPY READING~


Hari ini. Hari, yang ditunggu oleh sebagian siswa yang sudah siap untuk melaksanakan ulangan beda hal nya dengan Siswa yang belum siap. Karena tidak belajar mereka hanya bisa menunggu ke ajaiban yang datang, seperti ada yang memberi contekan, tapi itu tidak mungkin karena ini ulangan Online sulit untuk menyontek, harapan mereka hanya satu semoga saja sistemnya eror dan otomatis mereka mendapatkan nilai yang bagus, tapi lagi-lagi itu tidak mungkin sama sekali.


"Gue bener-bener belum siap nih,"


"Gue juga."


"Lebih baik ulangan pake kertas bisa nyontek, ini gimana nyontek nya,"


"Mungkin bisa kirim ke WA..."


"Tolol,"ujar Siswa laki-laki sambil menjitak kepala teman nya.


"Yuk lah ke kelas..."


Pagi ini Rin banyak sekali melihat Siswa yang terlihat frustasi untuk menghadapi ulangan pertama yang sistemnya online, padahal kan mereka belum mencoba nya.


Rin berjalan masuk kedalam kelas nya, ia melihat beberapa komputer yang sudah ada di meja murid.


Rin langsung duduk di tempat duduk nya yaitu di belakang, Cukup hening karena yang datang masih ada beberapa siswa saja.


Tapi keheningan itu tidak bertahan lama saat Helena datang bersama dua temannya.


"Sumpah gue belum siap.."teriak Sandra sembari memegangi kepalanya.


"Lebay banget sih lo San,"sahut Vita.


"Lo kan tau gue bodoh Vit.."


"Tenang aja..kan lo udah belajar,"ujar Helena yang menenangkan Sandra.


"Gue berdoa semoga aja adakeajaiban buat gue, dan nilai gue nggak merah amin.."Ucap Sandra, yang mengkhawatirkan nilainya akan merah, bahkan ia tidak bisa tidur semalaman karena memikirkan hal itu.


"Sumpah sih ini sistem sekolah yang kayak gini bisa bikin murid depresi,"ujar Sindi yang baru datang di ikuti Cindi dari belakang.


"Bener banget Sin, emang sih keren tapi ini akan akhhh... apalagi kalo dapet nilai merah, nilai kita akan di tonton oleh seluruh Siswa di sekolah ini,"


"Iya kemarin si Sera gue telepon nggak di angkat-angkat, padahal kan gue mau belajar bareng dia."


"Si Sera makin kesini makin songong..males gue."


Perbincangan itu berlanjut sampai guru datang, mereka menghentikan pembicaraan itu.


"Selamat pagi anak-anak."sapa Bu Ria, guru mata pelajaran Bahasa.


"Pagi Bu..."


"Ibu mau ngasih tahu, mungkin juga kalian sudah tahu kalo ulangan kali ini akan berbeda dari tahun sebelumnya, mungkin juga ini pertama kali bagi kalian."ujar Bu Ria lalu meletakan laptopnya di meja guru, setelah itu melanjutkan pembicaraannya.


"Oke, sekarang kalian tinggal pilih mau memakai komputer di sekolah atau membawa laptop sendiri dari rumah, tapi ibu saran kan untuk memakai komputer sekolah saja karena nanti akan langsung tersambung ke mata pelajaran yang akan kalian kerjakan, sekarang kalian boleh buka komputer yang ada di meja kalian masing-masing, satu menit lagi akan di mulai, sebelum mengerjakan soal sebaiknya kalian berdoa dulu.."


"Iyah Bu.."


Satu menit pun telah berlalu.


"Oke sekarang kalian boleh mengerjakan.. Semangat yah anak-anak."


"Iyah Bu.."


"Satu lagi, karena ini online kalian tidak bisa menyontek yah."ucap Bu Ria.


"Kayak ujian aja,"


"Uji nyali sebelum ujian."ceplos Siswa laki-laki.


"Selamat mengerjakan.."setelah mengucapkan itu Bu Ria keluar kelas.


Rin meletakkan laptop nya dibawah meja, ia memaki komputer sekolah, beberapa menit berlalu Rin belum mengerjakan satu soal pun, ia hanya baru mengisi nama nya.


Mata Rin melirik ke kanan kiri, banyak siswa yang benar-benar frustasi tapi seperti nya tidak dengan Helena, jari-jari nya sedari tadi tidak pernah diam.


Lima menit terakhir Rin mulai mengerjakannya, tapi ia malah membuka situs lain dan MacBook Rin di bawah pun tidak benar-benar mati, Rin tersenyum miring dengan apa yang telah ia kerjakan.


~o0o~


Sekarang Helena dan dua teman nya sedang istirahat di kantin, sembari mengistirahatkan otak nya yang lelah.


"Akhirnya ulangan pertama selesai juga.."


"Iya bener.."


"Soal tadi lumayan susah.."


"Iya Hel lo bener apalagi yang nomer 25, kayaknya gue nggak jawab deh.."


"Untung nya gue ngejawab semuanya.. Kalo lo gimana San.."tanya Helena yang melihat Sandra hanya diam sedari tadi


"Hah.. oh iya susah."jawab Sandra dengan senyum dipaksakan setelah itu lanjut memakan siomay nya, tapi tidak benar-benar memakan Sandra hanya mengaduk aduk saja.


"Udah si San lo nggak usah mikirin nilai."kata Vita agar teman nya tidak frustasi terus


"Iyah San yang penting kan lo udah berusaha."ucap Helena.tapi setelah itu Sandra beranjak dari duduk nya.


"Gue ke–toilet dulu.."katanya pamit.


"Kasihan si Sandra.."Ucap Vita prihatin"nanti gue coba bicara sama Tante Ros."

__ADS_1


"Jangan Vit"ujar Helena


"Kenapa?"tanya Vita bingung


"Nanti takut Sandra malah frustasi saat Mama nya tahu kalo misal nilai dia turun."


Vita hanya mengangguk saja...


~o0o~


Empat hari kemudian, para siswa masih ulangan, tapi berbeda dengan hari pertama mereka memulai ulangan karena sudah tidak ada lagi siswa yang mengeluh tentang ulangan.


Hari ini ulangan berakhir dan itu artinya hari senin nilai mereka akan keluar dan terpajang di monitor sekolah untuk seminggu ke depan.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*


📨Salam sukses, jangan beritahu siapa pun. Itu isi pesan misterius dari orang yang baik hati karena telah menyebarkan kunci jawaban.


DAY MONDAY...


Itulah yang berada di kalender Helena, hari ini hari Senin ia tidak sabar untuk mengetahui nilainya, Kalo hasilnya diluar ekspetasi Helena pasti akan sangat sedih sekali.


"Hel udah siap?"tanya Hana diluar kamar anak nya


"Iya Ma, bentar lagi.."


"Mama tunggu di ruang makan."


"Iyah.."teriak Helena sambil mengambil tas nya, setelah itu ia bergegas untuk turun ke bawah dan sarapan.


Helena melihat meja makan yang sudah ada nasi goreng berserta minuman teh dan susu, tapi ada yang kurang. Papa nya yang tidak ada di sini, ia sedang pergi ke Singapura.


"Ayo sarapan dulu nanti mama yang anter Helena ke sekolah,"


"Bener Ma?"


"Iyah."ujar Hana sambil mengambil nasi goreng dan meletakan nya ke piring Helena.


Beberapa menit mereka makan dan sekarang sudah selesai.


"Maaf Nyonya mobil sudah siap."


"Iya pak, nanti biar saya saja yang mengantar Helena."


"Biar saya yang mengantar Non dan Nyonya ke sekolah."


"Tidak usah biar saya saja yang mengantar Helena, Pak Didin istirahat saja."


"Baik nyonya."setelah itu Sopir itu pergi.


"Sudah ayok Hel, takut telat."


Mobil Pun melaju butuh belasan menit untuk sampai ke sekolah, akhirnya sampai. Lagi-lagi Helena berpapasan dengan mobil Rin.


Helena turun dari mobil, Mama nya juga ikutan turun.


"Nanti mungkin mama jemput kamu lagi Hel."


"Bener Ma."


"Iyah nanti kita ke salon bareng, kalo kamu dapet nilai bagus."


"Pasti Ma, bener yah ke Mal."


"Iya.."


"Uhh sayang Mama."ujar Helena sembari memeluk Hana erat,


Tanpa mereka sadari adegan sekecil itu bisa menyakiti hati seseorang, Rin mencoba tidak peduli dan masuk kedalam.


"Dahh Maa.." sampai mobil mama nya sudah tidak terlihat lagi.


Helena melangkah masuk kedalam koridor, langkah kaki nya menuju Monitor yang biasanya disini tempat mading tapi beberapa hari sudah di sulap menjadi monitor, yang ukurannya tidak besar tapi tidak juga kecil.


Sudah banyak orang yang terlihat di depan monitor itu.


"Lama banget sih, kenapa belum muncul juga,"


"Gue deg deg serr tahu.."


"Gue kira langsung bisa liat, tapi nggak."


Begitulah sekiranya pembicaraan para Siswa.


"Hel, lo baru dateng."


"Iya Vit, udah ada belum."


"Belum, tapi katanya hari ini bebas sih."


"Iya kan habis ulangan."


Ting Ting Ting......


Peringkat pararel Semester Ganjil


Murid kelas satu.

__ADS_1


(Warna hijau)


1.Helena Joeta Putri Reynaldi


2.Rendi Dewanata


3.Sindiriyani


4.Tari yanti


5.Selina


6....


7....


8.Sera Zevanya L


9..


10..Cindy


Sampai 53...


(Warna Biru)


55.Rizki Dwianto


56.Citra Saraswati


57...


58.Vita Rahmawati


59.Anggio juliano(Gio)


60.Sandra Levanya Lin


61...


62..


63..


64...


65.-159...


(Warna Merah)


160.Rin Leach...


Begitulah lah hasil yang di tampilkan oleh monitor.


"Misi, misi."ucap Helena yang ingin melihat hasil dari monitor, setelah di depan monitor ia menutup mulut nya tidak menyangka bahwa ia bisa menjadi peringkat pertama.


"Hel lo pertama.."Ujar Vita disamping Helena


"Nggak mungkin.."gumam Helena sambil menutup mulutnya, sekarang mata nya mencari nama Rin, kenapa Rin tidak masuk ke dalam warna hijau ini jelas tidak mungkin.


Setelah akhirnya penglihatan Helena jatuh pada Warna merah, di sana lah nama musuh nya berada, tapi kenapa hanya dia seorang.


Helena yang tadi nya senang, tidak jadi hati nya ada yang mengganjal dan ini tidak masuk akal pikir Helena.


Helena pergi dari kerumunan itu sebelum seluruh Siswa menyerbu monitor hanya untuk melihat nilai mereka.


"Hel tunggu astaga."teriak Vita yang tersenggol ke sana kemari.


Helena berlarian menyusuri koridor bahkan ia sampai harus lari bertolak belakang dengan kerumunan siswa yang mau melihat monitor itu, sehingga Helena harus bertabrakan dengan beberapa siswa.


"Dimana Si Rin."


Helena berhenti sejenak ia terpikir, saat Sandra yang beberapa hari ini berperilaku aneh dan tidak seperti biasanya, apa ini ada hubungan nya dengan ulangan waktu itu.


Helena masuk kedalam kelas, ia hanya melihat Sandra di sana.


"San.."panggil Helena


"Iyah Hel, lo– nggak liat nilai lo di monitor, oh iya selamat yah Hel lo dapet peringkat satu.."


"San gue.."


"Gue juga untungnya dapet warna biru jadi gue aman Hel,"sela Sandra


"San gue mau nanya sama lo."ucap Helena yang setengah berteriak..


"Aa–da apa Hel.."ujar Sandra sembari menundukkan kepalanya.


"Lo pas ulangan nyontek atau nggak, apa ada yang beri lo kunci jawaban,"


"Lo kok nanya gitu Hel, lo nggak percaya sama gue."sahut Sandra, matanya mulai menatap Helena dengan marah.


"Bukan gitu San, gue.."


Tapi sebelum Helena melanjutkan omongannya, Sandra pergi begitu saja..


"Pasti ini rencana si Rin, nilai nya nggak mungkin seperti itu, dia kayak mau ngerendahin gue."Ucap Helena sembari menarik rambutnya sendiri, seharusnya hari ini Helena senang tapi kejanggalan dari nilai itu membuat dirinya pusing. Helena tahu Rin itu pintar tidak mungkin nilainya bisa merah.

__ADS_1


"Rooftop."gumam Helena lalu pergi dari kelas, kaki nya melangkah ke roftoop.


TBC.


__ADS_2