The Enemy

The Enemy
Chapter 96


__ADS_3

Sebelum baca Author mau ngucapin, Minal Aidzin Walfaidzin, Mohon maaf lahir dan batin๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š.... Maaf akhir-akhir ini jarang Update karena susah nyari inspirasi buat nulisnya๐Ÿ˜ƒ


~HAPPY READING~


Kita beralih ke Rin, yang di mana dia menunjukan semuanya dari arah belakang, dimana Rin sekarang. Sebelum di tarik oleh Rendi, Rin berada di ruangan komputer tapi sekarang Rin di bawa ke atas rooftop.


Rin menghempaskan tangan Rendi kasar yang dengan lancangnya menggenggam tangannya.


"Kenapa sih Rin?"tanya Rendi


"Kenapa? Kenapa apa nya,"tanya Rin tidak mengerti


"Kenapa lo selalu buat masalah."ujar Rendi dengan sorot mata jengah. Rin maju satu langkah ke arah Rendi lalu berbicara tepat di wajah Rendi.


"Mereka yang buat masalah sama gue."ujar Rin,


Rendi menarik rambutnya frustasi.


"Lo tahu nggak Rin, keluarga gue sekarang hancur dan saat itu rasanya dunia gue hancur tapi Citra, dia selalu ada buat gue."cerita Rendi dengan nafas naik turun, seperti ada luka di sana.


Rin yang mendengar hal itu tampak seperti biasa, tidak berekspresi.


"Dan akhirnya gue mutusin buat nembak Citra jadi pacar gue, tapi anehnya hati gue tetep kosong seperti biasa, gue salah karena gue jadiin Citra pacar bukan atas dasar Cinta, gue cuman kasihan sama dia."


"Dan kenapa gue nggak pernah ada rasa suka sama dia,


"KENAPA GUE SUKANYA SAMA LO..HAHH...."teriak Rendi frustasi


"Lo aneh, lo nggak pernah perhatian, dan lo cewek tercuek yang pernah gue temuin."


"Tapi karena lo juga gue tahu rasanya di cuekin, karena sebenarnya gue juga selalu nyuekin orang lain."omongan Rendi terakhir membuat Rin tertawa

__ADS_1


"KENAPA RIN, KENAPA GUE SUKA SAMA LO."


"Ha..ha..ha..."Rin akhirnya tidak bisa menahan tawanya. Rendi yang tadinya menghadap ke depan membalikan badannya ketika mendengar suara Rin yang tertawa. Dan hal itu membuat hati Rendi bergetar ada rasa senang di sana.


Bahkan Rin tertawa sampai mengeluarkan air matanya.


"Kenapa lo ketawa?"tanya Rendi polos.


"Gue cuman seneng aja, ternyata masih ada orang yang suka sama gue."jawab Rin sembari menghapus air matanya, Rendi yang melihat itu pun dengan refleks mengusap air mata Rin yang berada di pipinya, yang sontak membuat Rin kaget.


Ada getaran yang berbeda di dalam tubuhnya, Rin merasakan hal itu apalagi saat mata mereka berdua beradu pandang. Tak lama deringan ponsel Rendi berdering mengacaukan semuanya.


"Halo, apa Cit?"


"Ren, gimana ini?, tolongin gue.."suara Citra di sana.


"Oke gue ke sana."setelah itu Rendi pamit pada Rin lalu melangkah ke luar rooftop.


Saat Helena hendak memukul Citra ada seseorang yang menahan tangannya.


"Apa-apaan sih lo Ki, ikut campur aja."sahut Helena pada Rizki yang tiba-tiba datang.


"Hel jangan main fisik, bisa-bisa lo di sangsi."ujar Rizki memberitahu Helena, Helena memutar bola matanya malas.


"Emang si Citra pantes untuk di pukul."ujar Helena yang terus-terusan mencoba untuk memukul Citra tapi juga di tahan oleh Rizki.


"Hel tenang, Hel sabar."


"Awas Rizki lo nggak tahu masalahnya."


"Yaudah mangkannnya sabar."

__ADS_1


"Sabar pala lo."Helena yang kesal akhirnya melampiaskan pada Rizki yang berada di depannya, Helena menjentulkan kepala Rizki.


Tak lama Pak Johan datang selaku guru Bk.


"Ini kenapa pagi-pagi sudah ada keributan,"


"Ini Pak karena Citra, tuh liat dia nyebarin poto-poto itu sembarangan."tuduh Helena, Citra yang mendengar hal itu langsung melotot tidak terima


"Bukan Pak, bukan saya."


"Mana mungkin ngaku Pak."sahut Helena sembari menaruh tangannya di dada.


"Citra ikut bapak keruangan BK."suruh Pak Johan, lalu pergi begitu saja di ikuti Citra dari arah belakang.


"Jahat lo Hel."ucap Vita.


"Bodo amat, oh lo mau juga Pa...


"Nggak Hel, nggak, gue nggak mau di hukum."


"Yaudah bawain tas gue nih."lalu melempar tas itu kepada Vita setelah itu Helena pergi menuju kelas.


Rizki yang melihat tingkah Helena hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Helena kenapa lagi."tanya Rizki sembari melihat ke arah Vita, tapi ternyata Vita sudah berganti menjadi Gio.


"Kenapa?"tanya Gio dengan polos.


"Sekolah gila.."teriak Rizki lalu pergi, di ikuti Gio dengan begitu banyak pertanyaan kepada Rizki.


**To Be Continue...

__ADS_1


Selamat lebaran, selamat liburan juga๐Ÿ˜**


__ADS_2