
~HAPPY READING ~
Rin di larikan ke rumah sakit, sekarang hati Helena menjadi resah, apa yang nanti akan di lakukan Rin? apa ia akan di tuntun lalu di penjara.
"Gimana ini?"Helena menghela nafas sejenak, sejak tadi ia tidak pernah diam terus saja mondar mandir di dalam kamar nya. Helena tidak memberitahukan kejadian itu pada Mama nya.
Sandra dan Vita yang melihat Helena seperti itu mulai jengah.
"Hel, lo harus minta maaf sebelum lo dilaporin."Ucap Vita yang memberikan saran pada Helena, seketika Helena berhenti dan bergumam."Minta maaf."
"Iya lo harus minta maaf."sekarang Sandra yang berucap Sandra takut kalo ia juga terbawa-bawa.
"Nggak! Gila kali kalo gue minta maaf sama si batu, makin besar kepala aja tuh orang."sahut Helena yang tidak setuju dengan usulan mereka.
"Hel, kalo lo nggak minta maaf masalah nya makin panjang lo juga kan tahu siapa si Rin,"
"Masalah nya gue malu Vit."Saat perdebatan panjang mereka, Hana masuk membawa Air juice untuk teman-teman Helena.
"Ada apa sih Hel, emang masalah apa?"tanya Hana sembari meletakan minuman itu ke meja.
"Itu Tan Helena mm.."saat Sandra akan menjawab tapi Vita langsung membungkam mulut Sandra."itu Ma masalah anak muda biasalah.."jawab Helena
"Oh yaudah Mama ke bawah enjoy yah.."pamit Hana pada mereka
"Iya, makasih Tan.."Vita melepaskan bungkamanya."Dodol banget sih lo."
Helena merebahkan dirinya dikasur sembari menghela nafas panjang
"Haa untung aja."Ujar Helena, matanya melirik Sandra dengan tajam.
"Soryy Hel."ucap Sandra, Helena hanya mengangguk saja.
"Terus gimana sama foto itu."tanya Helena sambil beranjak dari tidur nya.
"Itu kayak nya udah nggak jadi masalah lagi deh Hel soalnya kan lo juga udah ngehapus semua di sosmed."
"Tapi Vit pasti ada aja orang yang nyimpen di galeri nya."
"Gue yakin mereka semua akan lupa sama aib lo itu, karena akan ada lagi hal yang baru dan anak-anak sekolah biasanya akan melupakan kejadian itu dalam waktu 3 hari."Helena yang mendengar kata-kata Vita hanya bisa menghela nafas lega untuk sesaat .
~o0o~
Esok nya dengan rasa terpaksa Helena pergi ke rumah sakit tempat Rin di rawat.
Dalam hati Helena males banget, tapi kalo ia tidak ke sana dan meminta maaf urusan ini mungkin tidak akan selesai dengan waktu jangka pendek.
Helena mencari kamar VIP yang di tempati Rin, saat ia sudah menumakan ruangan nya Helena menguping dari luar apa di dalam ada orang atau tidak kalo ada mungkin Helena akan putar balik karena harga dirinya akan turun di mata orang tersebut, sesudah menguping dan mengintip Helena sudah memastikan didalam ruangan tersebut tidak ada orang.
__ADS_1
Helena masuk dan yang pertama kali ia lihat yaitu Rin yang kepala nya diperban dengan MacBook di pangkuan nya.
"Cih sakit katanya,"gumam Helena.
Helena melangkah kehadapan Rin tapi sepertinya Rin belum menyadari kehadiran Helena.
"Kkhm...."Helena berdeham agar Rin mengalihkan pandangannya.
"Rin."Panggil Helena, yang di tanggapi oleh Rin dengan deheman saja.
"Gue kesini mau minta maaf sama lo,"
"Lo juga tahu kan kalo gue nggak sengaja jadi masalah ini selesai."ucap Helena to the point, setelah itu Helena membalikkan badannya untuk pergi dari sana tapi suara Rin menghentikan langkahnya.
"Gue nggak terima permintaan maaf kaya gitu, lo kira tinggal di rumah sakit kayak gini enak hanya karena ke tidak sengajaan seseorang."
Helena mengepalkan tangannya ia seharusnya menebak ini juga tidak akan selesai dengan begitu saja, orang yang ia hadapi itu musuhnya.
Helena membalikan badannya dan bertanya dengan nada jengkel.
"Terus lo mau apa?"
Rin tersenyum dengan semiriknya
"Mungkin untuk beberapa hari gue butuh pembokat."ucap Rin dengan santai, tapi tidak dengan ekspresi Helena.
"Nggak gue nggak mau."tolak Helena
"Lo tahu kan siapa Ayah gue."
"Tapi Rin lo gila kali yah."
"Memang."jawab Rin dengan senyum miringnya.
~o0o~
Hari ini Rin memulai sekolah pertamanya sejak ia dirawat di rumah sakit.
Rin di antar kan supir ke sekolah, saat sudah sampai ternyata Rendi sudah menunggu nya, Rendi membuka kan pintu untuk Rin setelah itu Rin keluar.
"Biar gue bawa tas lo sama MacBook nya."ucap Rendi dan hendak meraih tas Rin di pegangannya dan saat itu tepat Helena melintasi mereka.
Rin tersenyum miring dan bersuara."Nggak usah gue udah ada asisten,"
Helena refleks menghentikan langkah nya mungkin ini akhir dari harga dirinya.
Rendi yang tak mengerti mengerenyitkan keningnya dan melihat ke kanan kiri mencari orang yang dimaksud oleh Rin.
__ADS_1
Rin berjalan melangkah dan mendekati Helena."Tangan lo."suruh Rin, lalu Rin meletakkan tas nya dan MacBook nya di tangan Helena.
Rin melirik Rendi."Ayo Ren masuk."ajak Rin pada Rendi lalu Rendi mengangguk dan mengikuti Rin dari samping.
Sedangkan Helena hanya bisa melihat mereka dari belakang Helena meremas tas yang dipegang nya, ia seperti kacung bagi Rin. Helena benar-benar ingin berteriak tapi tidak bisa.
"Hah.... awas lo Rin gue bales."ucap Helena sembari menghela nafas kesal dan berlalu pergi.
Dengan perasaan dongkol Helena masuk kedalam kelas, menghampiri Rin ia meletakkan tas dan MacBook nya dengan kasar ke meja Rin. Rin hanya menatap Helena dengan tajam tapi Helena tidak peduli setelah itu ia langsung kembali ke meja nya.
Vita dan Sandra yang melihat hal itu terkejut ia langsung menghampiri Helena dan mulai menginterogasi nya tapi sayang Helena dipanggil oleh seseorang untuk latihan Basket.
~o0o~
Waktu istirahat penderitaan Helena baru saja di mulai, baru saja Helena sampai ke kantin tepat itu juga Rin menyuruhnya untuk memesan makanan.
Makanan yang Rin pesan bukan hanya satu jenis makanan tapi segala makanan yang ada di kantin ini, Rin pesan dan menyuruh Helena untuk mengambilnya.
"Gue mau minum."pinta Rin, Helena yang di samping nya langsung menyodorkan jus.
Tapi Rin tidak menerimanya dan menyuruh Helena memesan minuman lain."Gue mau minum es botol yang ada di luar."
"Gue nggak mau."tolak Helena
Jelas saja permintaan Rin langsung Helena tolak karena es botol di kantin ini juga ada.
"Oke kalau lo nggak mau, gue kayak gini juga karena lo."ujar Rin, Helena yang mendengar nya memutar bola matanya malas.
Rin beranjak dari duduk nya lalu berkata lantang."Gue hampir gager otak karena salah satu Sis..."
"RIN...."panggil Helena dan menyuruh Rin untuk duduk kembali tanpa Rin bersuara keras seperti itu, mereka berdua sudah jadi bahan perhatian sejak Helena menuruti perintah Rin.
"Oke gue beliin..."dan setelah itu Helena langsung berlari keluar kantin untuk membeli minuman.
Sambil menunggu Helena pergi Rin membuka MacBook nya, tangannya yang lentik menari-nari di atas keyboard. Rin bahkan tidak memakan satu pun makanan yang ia pesan sendiri, tapi malah memakan roti yang ia bawa dari rumah mungkin Rin sengaja menyuruh Helena untuk mengambil makanan yang ia pesan agar membuat Helena malu.
Tak lama kemudian Helena datang kembali membawa minuman es botol di tangannya sambil mengatur nafasnya.
"Hosh... gu buka–in yah.."kata Helena ngos-ngosan sembari membuka tutup botol minuman itu.
Tapi Rin malah beranjak dari duduknya sambil membawa MacBook nya dan melangkah keluar, sebelum keluar Rin membisikan sesuatu ke telinga Helena.
"Gue udah maafin lo dan setelah ini jauh-jauh dari gue."Helena yang mendengar hal itu kesal dan refleks ia mencengkram botol yang dipegangnya otomatis air yang di botol itu tersembur dan mengenai wajahnya.
"RINN LEACHH..."teriak Helena kesal
Tanpa siapa pun sadari Rin telah membalas perbuatan Helena yang pernah mempermalukan nya dengan menyemburkan air ke wajah nya.
__ADS_1
TBC.