The Enemy

The Enemy
Chapter 11 (Revisi)


__ADS_3

~HAPPY READING ~


Helena, seharusnya hanya memilih dua ekskul saja, ia sedikit menyesal memilih tiga ekskul.


Tapi tidak apa-apa karena yang terakhir ia bisa melihat pujaan hati nya. kayaknya ia harus bisa bersikap sagresif mungkin.


"Oke mungkin hanya itu saja, kita mulai latihannya minggu depan, terimakasih atas waktu kalian."ucap Bara mengakhiri pertemuan itu, Bara adalah ketua tim Basket.


Satu persatu mereka meninggalkan lapangan, tapi Helena belum juga beranjak dari tempatnya. Helena melihat Rendi yang terlihat akrab sekali dengan Bara. Bahkan mereka sesekali tertawa, Bara yang posisinya merangkul Rendi, lalu datang lah perempuan yang langsung merangkul tangan Bara.


"Fixs dia si Serli itu, ishh najis emang kayak modelan cewek cabe."ucap Helena geli


"Lo nggak pulang?"tanya Rendi, yang berhasil membuat Helena terlonjat kaget ia terlalu asik memperhatikan dua sejoli itu sampai mereka hilang.


"Oh iyah Astaga, gue di tinggalin."


"Mau gue anter."ajak Rendi.


Nggak usah ditanya ini yang sedari tadi Helena harapkan.


Helena pun mengangguk.


"Ayok."


Dan mereka berjalan beriringan ketempat parkir.


Setelah sampai Rendy memberikan Helena Helm yang tidak full face, dan yang mengejutkan nya lagi Rendi langsung memakaikan helm itu ke kepalanya walaupun cuma sepele tapi itu sukses membuat tubuhnya menegang.


"Ayo naik."titah Rendy yang sedari tadi menunggu Helena lama.


"Oh oke."


Sepanjang jalan ia ragu untuk berpegangan pada Rendi. jadi hanya megang ujung baju nya saja.


Helena akan membuka obrolan agar suasana nya tidak sedingin ini

__ADS_1


"Lo tau nama gue nggak?"tanya Helena refleks kenapa ia harus bertanya hal semacam itu sih.


"Lo Helena kan."jawab Rendi.


"Iyah lo tau."ucap Helena kegirangan.


"Iyah."


"Kalo lo tahu kenapa chat gue nggak pernah lo bales Rendi..."_teriak Helena,yang tanpa sadar ia sudah mengubah sikapnya menjadi dirinya lagi.


Bahkan suara Helena bisa memecahkan jalanan.


"Emang lo ngchat gue"tanya Rendy yang juga berteriak.


"Iyahhh"


"Mana gue tahu nomor lo"_


"Kann gue udahh tulis disanaaa"


Dan tanpa sadar Helena menjentulkan kepala Rendi dan sontak hal itu membuat Rendi tertawa.


Ternyata dia orang nya nggak kaku, kayak apa yang gue pikirkan Batin Helena.


~o0o~


"Demi apa lo Hel?"suara Vita menggelegar di sebrang sana.


Sesaat Helena menceritakan sifat Rendi yang tidak biasa itu....


"Bahkan nih yah saat kumpul keluarga aja tuh anak nggak pernah ngomong, apalagi ketawa."


"She..tapi dia tadi bener-bener ketawa dan ngobrol panjang lebar sama gue Vit."


"Apa jangan-jangan itu bukan Rendi Hel, lo harus hati-hati."ujar Vita serius

__ADS_1


"Hahahah lo kira dia hantu."yang membuat Helena tertawa terbahak bahak


"Udah dulu yah Vit, gue mau ke salon sama Mama gue dahh."


Helena menutup telepon itu secara sepihak. Vita ada-ada aja aduh bikin Helena sakit perut.


Tidak lama kemudian ponselnya kembali berdering.


"Apa lagi sih Vit."Helena mengangkatnya tanpa liat siapa yang meneleponnya.


"Mm.. ini gue Hel Citra."ucap Seseorang di seberang sana.


Menghentikan kegiatan Helena yang akan memilih baju mana yang harus ia pakai untuk pergi ke Mall nanti.


"Ada apa Cit,"


"Hel sekali lagi gue minta tolong."


"Nggak gue ngga bisa yah,"


"Hel gue bener-bener tertekan banget, masa lo nggak mau nolongin gue, kita waktu SMP kita sama-sama terus dan sekarang?"


"Nggak lagi yah setelah lo jatuh miskin."ucapan Helena yang satu ini bener-bener langsung menusuk di hati Citra. Dulu memang Citra anak orang kaya tapi saat Ayah nya ke tahuan korupsi jadi ia dan ibunya harus hidup sengsara, tapi masih bisa mencukupi dengan bekerja paruh waktu.


"Tapi Hel bukan nya temen itu nggak memandang derajat yah, kok lo tega sih."


"Gue nggak pernah nganggep lo temen lagi Cit dan gue juga tahu sebenernya lo benci banget kan sama gue, dan yang ngebuat hubungan gue sama Dika itu putus karena lo kan Vit bukan karena si Rin."sudah lama sekali Helena ingin meluapkan masalah ini, ia benar-benar bego waktu itu.


"Tapi Hel.."


Tit tit


Helena langsung mematikan sepihak, ia juga melemparkan ponselnya.


Mood nya yang ingin bersenang-senang seketika lenyap.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2