The Enemy

The Enemy
Chapter 83


__ADS_3

~Happy Reading ~


Keadaan Sindy di rumah sakit. Setelah kehilangan banyak darah untungnya ada Papa nya yang sedia mendonorkan darahnya demi anaknya. Sekarang kondisi Sindy masih tidak sadarkan diri.


Rivano menjenguk Sindy secara langsung ke rumah sakit. Kehadiran Rivano tidak di sambut baik oleh orang tua Sindy, Ayah Sindy terus saja meminta tanggung jawab kepada Rivano atas apa yang menimpah anaknya. Rivano sebenarnya sudah bertanggung jawab dengan membayar tagihan RS.


Tapi Ayah Sindy meminta pertanggung jawaban dari adik nya, yang di duga tersangka dalam kasus ini. Rivano berjanji akan menemukan keberadaan Rin dan Rivano pastikan Rin akan bertanggung jawab atas semuanya.


Keberadaan Rin sampai sekarang belum di temukan juga, Rin pintar dalam menghapus jejak nya sendiri.


******


Malam ini Rin akan membalas perbuatan seluruh murid Victoria yang beraninya membuat seragam nya jadi kotor.


Rin memakai jaket dengan warna yang mencolok yakni warna kuning. Tidak banyak benda yang Rin bawa.


Setelah memasukan semua benda yang Rin perlukan kedalam tas, setelah itu Rin berangkat menuju SMA Victoria.


SMA Victoria mempunyai akses masuk yang canggih, saat akan membuka gerbang di perlukan tanda pengenal terlebih dahulu. Untungnya Rin mempunya tanda pengenal Pak Anton yang Rin curi, Guru BK yang menyebalkan menurut Rin.


Saat gerbang sudah dibuka, Rin masuk tapi untuk masuk ke dalam sekolah itu harus membuka pintu selanjutnya yaitu pintu utama. Di pintu utama ini sangat rumit karena harus memasukan sandi, Rin membutuhkan waktu beberapa menit untuk meng hack akses masuk nya.

__ADS_1


Setelah pintunya bisa di buka Rin tersenyum puas, setelah itu Rin menuju ketempat penyimpanan loker, satu persatu Rin membuka loker itu dan menaruh barang yang Rin yakini ini adalah rahasia mereka.


Setelah menuntaskan rasa dendam nya, Rin kembali ke Apartemen nya. Saat akan masuk ke dalam Apartemen, betapa terkejut nya, seorang musuhnya berdiri tidak jauh dari pintu Apartemen Rin.


Rin mendesis kesal, tapi setelah itu Rin tetap melangkah dan menghampiri Helena.


"Mau apa lo di sini?"pertanyaan Rin, mampu membuat Helena kaget dan memutar balik badannya untuk melihat asal suara itu, ternyata benar Rin sudah berdiri tak jauh di belakang Helena.


"Gu-e...


"Gu-e, Gue..."sebelum Helena menyelesaikan ucapannya Rin menyuruh Helena untuk masuk ke dalam, Rin takut ada yang mengenali dirinya di sini.


Rin membawa Helena ke balkon Apartemen.


Tapi Rin malah tersenyum miring.


"Kalo lo mau ngejek gue silahkan."


"Apa maksud lo?, gue kesini mau nolongin lo."


"Gue nggak mau di tolong sama musuh gue.."ucap Rin tegas

__ADS_1


"Untuk masalah musuhan lebih baik itu di kesampingkan dulu, karena ini masalah yang serius, selama ini mereka mencurigai orang yang salah, dan menurut gue ini merugikan lo.. gue mau ban..


"Stop jadi orang baik."Rin memotong ucapan Helena. Helena yang mendengar itu menggelengkan kepalanya.


"Apa maksud lo?"


"Stop jadi orang baik, HELENA."Rin meninggikan ucapannya di akhir kalimat, Helena tersenyum miring.


"Oke, gue akan kasih tahu Kak Rivano kalo lo ada di sini,"ujar Helena lalu membalikan badannya akan pergi dari sana.


"Dan juga polisi."lanjut Helena lalu melangkah keluar.


Setelah kepergian Helena. Rin sedari tadi tidak bergerak dari tempatnya, Rin bahkan tidak berniat untuk kabur lagi.


Kenapa Rin menolak bantuan Helena? Karena Rin membenci orang yang mengasihani dirinya. Rin tidak suka di kasihani itu seperti penghinaan bagi Rin.


TBC....


Readers untuk ucapan Rin yang menyuruh Helena berhenti jadi orang baik, jangan di tiru yah karena kita tidak boleh berhenti jadi orang baik. Rin berkata kayak gitu cuman nggak mau dikhasihani aja.


Karena tantangan kita di dunia ini menjadi orang baik.

__ADS_1


Makasih untuk yang udah mampir buat baca cerita ini, See you:) Tetep jadi orang baik yah😉


__ADS_2