The Enemy

The Enemy
Chapter 30 (Revisi)


__ADS_3

~HAPPY READING ~


"Sekarang kamu berangkat dengan Rizki,"Ucap Rivano, yang sudah ada di samping Rin. Pasti Kakak nya sudah tidak percaya dengan Rendi, karena ia tadi malam pulang larut sekali dan sebenarnya itu bukan salah Rendi, Rin yang memintanya.


Rin melihat kearah luar gerbang yang dimana di sana sudah ada Rizki dan juga Rendi.


Rin menghela nafas lalu melangkah keluar, satpam yang bertugas menjaga pintu gerbang yang besar itu membukakan pintunya lalu Rin keluar, ia berjalan kearah Rizki.


"Jalan,"suruh Rin, ia tidak ingin ada lagi omelan dari Kakak nya yang menyebalkan, untuk saat ini Rin akan menuruti perkataan Kakak nya terlebih dahulu.


Rendi hanya mampu terdiam melihat Rin yang pergi dengan Rizki.


"****,"umpat Rendi dan segera mengikuti mereka dari arah belakang.


~o0o~


Helena menghela nafas lega, untung saja hari ini Bara tidak ada didepan rumahnya, kalo ada itu akan merepotkan bagi nya.


Oh iya Helena ingat, Hari ini adalah pertandingan Basket putra, mungkin saja Bara sekarang lagi sibuk.


Helena melangkah masuk untuk menuju ke kelas nya tapi langkah nya terhenti, oleh segerombolan siswi perempuan yang mengerumuni Pak Hadi selaku guru olahraga.


"Pak kita mau ikut jadi suporter."


"Pak, saya kan dari tim cheers emang nggak boleh ikut,"


"Iya pak emang nggak boleh ada suporter nya."


"Nggak seru dong pak."


"Pak pokoknya saya mau ikut.."


"Pak ishh gimana sih.."


Begitulah sekiranya protes para Siswi perempuan itu, yang membuat Pak Hadi pusing dibuat nya.


"Pak...


"Pak...


"Pak...


"STOPPP..."teriak Pak Hadi yang membuat mereka semua seketika terdiam, saat itulah kesempatan Pak Hadi untuk kabur.


"Bapak.."teriak mereka bersamaaan.


Helena yang melihat kejadian itu hanya menggelengkan kepalanya saja, ini kan masih babak pertama mungkin saja sekolah tidak menyiapkan Bis untuk para suporter.


Sandra yang memang fans berat Bara dia juga tidak ketinggalan untuk merayu Pak Hadi agar ia bisa ikut melihat langsung pertandingan itu, saat Sandra ingin berlari mengejar Pak Hadi seperti siswi lainnya, mata nya malah menangkap Helena yang tidak jauh dari arah lain nya. Ini kesempatan, Helena kan ikut ekskul basket putri pasti dia juga ikut.


Sandra mendekat kearah Helena.


"Hel,"panggil Sandra dengan senyum di wajahnya yang imut.


"Nggak,"jawab Helena langsung lalu pergi.


"Ihhh gue kan belum selesai ngomong.."ujar Sandra dengan kesal"Vita.. Helena jahat.."teriak Sandra.


Padahal di samping nya tidak ada Vita.


Sedangkan ditempat lain.


"Hachimm.."bersin seseorang


"Kayak nya gue mau demam ini,"


"Apa Vit lo demam coba sini bang Gio periksa."tanya Gio khawatir, saat tangan Gio ingin menjangkau kening Vita, Vita langsung menepisnya.


"Apaan sih lo Yo,"


"Gue takut lo sakit, yaudah gue beli obat dulu,"Ujar Gio dan langsung pergi keluar kelas


"Nggak jelas."

__ADS_1


~o0o~


Rin baru sampai bersama Rizki, ia terpaksa mau dibonceng oleh Rizki tanpa sepatah kata pun Rin turun dari motor Rizki dan tak lupa ia mengembalikan Helm nya.


Saat Rin akan melangkah Rizki berniat untuk memanggil Rin.


"Ri..


"RIN....."panggilan Rizki di potong oleh seseorang siapa lagi kalo bukan Rendi.


Rin menghentikan langkahnya untuk sesaat setelah Rendi berada di samping nya ia pun mulai melangkah lagi, bersama Rendi.


"Nanti saat gue tanding lo liat yah,"


"Hm."jawab Rin dengan deheman.


Dan Rizki pun hanya bisa melihat mereka berdua menjauh dari pandangannya.


~o0o~


Rizki berniat untuk berganti seragam nya lalu bergabung ke dalam ekskul basket, walaupun ia hanya jadi cadangan saja tapi tidak papa untuk saat ini.


Saat ia ingin membuka loker, deringan ponsel di sakunya mengganggu nya.


📞Kak Rivano.


Rizki menghela nafas dan mengangkat panggilan itu.


"Hallo kak,"


"Tidak bisa Kak, saya ada pertandingan,"


"Apa dia mau?"


"Baik Kak,"


"Iyah."


Rizki mengepalkan tangannya setelah berbicara dengan Rivano di ponselnya, lalu tubuhnya ia sandarkan di loker.


~o0o~


"Jadi Kak saya nggak bisa nonton pertandingan nya."Helena berbicara di telepon


"Terus Hel kalo lo nggak bisa dateng biar gue aja,"Sahut Sandra di samping Helena, Sedari jam istirahat Sandra selalu membuntuti Helena agar Helena mau membantunya.


"Huss San nanti, karena gue juga nanti harus datang ke pertandingan bela diri jadi.."Helena melirik Sandra, Sandra menampakan pupil mata nya seperti memohon.


Helena menghela nafasnya dan berbicara lagi di telepon.


"Kak boleh nggak kalo teman saya yang mengganti kan saya untuk menonton pertandingan nya,"


"Oh oke makasih,"lanjut Helena, setelah itu sambungan telepon di matikan.


"Gimana Hel boleh?"tanya Sandra antusias.


"Hm."jawab Helena


"Yess, Hel makasih banget."ujar Sandra sembari memeluk Helena.


"Ishh lepas San.. gue nggak bisa nafas.."


"Tapi mungkin berangkat nya pas pulang sekolah,"


"Iyah, Hel.."ucap Sandra kecewa, kalo pertandingan nya di mulai jadi percuma dong.


"Tenang San sekolah kita jadwal tandingannya kedua terakhir jadi masih bisa di tonton, lagian kalo menang masih ada babak kedua."ujar Helena


"YESSS,,,"teriak Sandra senang.


~o0o~


📨Rin☀

__ADS_1


Rin nanti pas pulang sekolah lo langsung ke pertandingan basket Nanti gue pesen taksi online buat lo


Ketik Rizki di ponselnya setelah itu ia kirim ke nomer whatsapp Rin.


"Riz, yok udah mau berangkat,"ajak Rian sambil menepuk pundak Rizki. Rian teman dekat Rizki di Ekskul Basket.


Dan setelah itu Rizki beranjak dari duduk nya berkumpul dengan anak-anak Basket lain nya.


Sebelum mereka berangkat ke pertandingan. Bara mengumpulkan mereka terlebih dahulu di depan Bis.


"Oke guys nih gue bagi-bagi kaos baru kita.."Kata Bara dan mulai melemparkan kaos Basket kepada mereka."Sebelum berangkat sebaiknya kita berdoa terlebih dahulu.."ujar Bara dan setelah itu mereka semua masuk kedalam Bis.


Kalo mereka memenangkan pertandingan ini, dipastikan mereka akan mengikuti Babak final dan setelah Babak final menang mereka akan ikut ke turnamen dan akan bertanding ke tingkat nasional.


~o0o~


Bel pulang sekolah sudah berbunyi dan para siswa sudah bisa untuk pulang ke rumah masing-masing tapi tidak dengan para Siswa yang ingin menonton pertandingan Basket.


Dan itu juga berlaku pada Rin, bahkan sekarang ia sudah berada di dalam taksi yang di pesan kan oleh Rizki, sebenarnya Rin malas untuk melihat sebuah pertandingan, Ia benci dengan suara para penonton yang berteriak kecewa saat tim yang di dukung nya kalah atau yang berteriak histeris saat tim yang di dukungannya menang.


Sedangkan di tempat lain, Rizki yang hanya menjadi pemain cadangan ia hanya bisa duduk dan menonton tim nya main.


"Gila Shoot loh keren Ren, pertahankan."kata Bara bangga, sambil menepuk pundak Rendi.


"Makasih Kak."


Perbincangan itu jelas saja terdengar oleh Rizki, Rizki yang mendengar itu sedikit kesal tanpa sadar botol minum yang sedang di pegangnya diremas dengan kuat.


"Riz botol minuman nya bocor tuh.."tanya Rian, yang melihat botol air mineral itu membasahi tangan Rizki.


"Ahh.."Rizki kaget dan tersadar dari lamunan nya."Gue ambil lagi."


"Nggak usah gue bisa ambil sendiri, oh iya nanti lo mau main sekarang atau kapan?"Rian adalah orang yang selalu bertukar posisi dengan Rizki, kalo Rizki main itu tandanya Rian tidak main.


"Kayak nya babak ini nggak deh, lagian lo kan yang paling banyak latihan jadi strategi nya lo yang paling ngerti."Kata Rizki, Rizki juga tau Rian yang paling bersemangat untuk perlombaan pertamanya sampai-sampai ia pernah sakit karena terlalu banyak latihan.


"Tapi Riz.."


"Udah Yan gue mau ke depan dulu.."Ujar Rizki sambil menepuk pundak Rian"Babak kedua lo harus ngalahin Rendi."bisik Rizki di kuping Rian, setelah itu berlalu pergi, kata-kata Rizki membuat Rian mengerutkan keningnya.


"Bukannya kita setim, gimana ngalahin nya."gumam Rian, setelah itu bersiap-siap untuk memenangkan babak kedua.


Rizki berhasil menemukan Rin dan membawa nya masuk kedalam untuk melihat pertandingan selanjutnya.


"Kita menang, jadi sekarang lo cuman nonton yang babak kedua,"


"Tapi gue nggak main,"ujar Rizki lagi, dan membuat Rin menghentikan langkahnya.


"Tapi tenang babak selanjutnya gue pasti akan main, dan gue mau lo bersorak buat gue."pinta Rizki


"Nggak."tolak Rin


"Kenapa?"


"Gue nggak suka bersorak."lanjut Rin


"Ya udah lo duduk di bangku penonton, di sana.."ujar Rizki sembari mencari tempat yang kosong untuk Rin dan setelah itu Rin duduk dengan tenang di bangku penonton.


"Nanti pulangnya bareng gue."ucap Rizki setelah itu kembali ketempat pemain cadangan.


.


.


.


.


.


.


Lagi-lagi Rendi membuat taktik shooting dengan baik dan itu membuat Rizki geram, Rizki melihat kearah Rin yang berada di bangku penonton, walaupun wajah Rin datar tapi mata nya selalu antusias melihat pergerakan Rendi.

__ADS_1


Rizki menundukkan kepalanya lalu ia menghela nafas, ada sedikit rasa sakti di hati nya, tapi kenapa. Rizki sadar ia tidak sama dengan Rendi, bahkan mungkin level nya jauh dengan Rendi. Rendi bisa semuanya bahkan menarik perhatian seorang perempuan tanpa dia melakukan apapun, sedangkan dirinya.


TBC.


__ADS_2