
~HAPPY READING ~
Rendi telah sampai ke rumahnya sekarang yang ada di pikirannya hanya ada Mamanya.
"Mama...Mama...."teriak Rendi setelah masuk kedalam rumahnya.
"Mama...."tapi keadaan rumah sangatlah kacau, dan tidak ada Mamanya di dalam. Rendi terduduk lemah di pinggir sofa, ia terlambat.
Rendi menarik rambutnya frustasi, setelah itu menangis tersedu di sana.
"Mama...."ujar Rendi di sela tangisnya. Sekarang yang Rendi punya hanya Mamanya. Setelah Papanya dan Mamanya cerai, Rendi ikut Mamanya karena Mamanya lah yang mau menerimanya. Walaupun Rendi sering mendengar Mamanya menangis di dalam kamar sendiri.
Ketika itu ada yang mengusap punggung nya Rendi terperanjat kaget.
"Mama.."ujar Rendi sembari langsung memeluk orang itu tanpa melihat siapa dia.
"Ini gue Citra,"ujarnya,
"Hikss....Cit Mama gue pergi,"Rendi menangis di dalam pelukan Citra.
__ADS_1
Setelah beberapa menit dengan posisi Rendi yang masih memeluk Citra, pintu rumah Rendi ada yang mengetuk.
Tok tok tok
Rendi pun melepaskan pelukannya saat hendak beranjak dari sana.
"Biar gue aja Ren,"Citra pun yang memeriksa siapa yang datang.
Tak beberapa lama Citra kembali lagi dan memberitahu apa yang terjadi.
Dan ternyata Mamanya Rendi sekarang berada di rumah sakit jiwa, hati Rendi langsung sesak mendengar hal itu, Mamanya gila dia depresi tapi selama ini Rendi tidak pernah menghibur Mamanya.
Setelah itu mereka pun langsung berangkat ke rumah sakit jiwa. Saat Sampai ke sana, dunia Rendi terasa hancur, melihat Mamanya yang sedang di tangani oleh Suster karena terus-terusan mengamuk. Rendi tidak bisa melihat hal itu Rendi berlari dengan air mata yang terus-terusan mengalir di pelupuk matanya.
"Cit lo pulang aja,"suruh Rendi, Citra tidak bisa meninggalkan Rendi sendirian dengan keadaan seperti ini.
"Nggak gue nggak mau, gue tetep di...
"Gue mohon gue butuh waktu buat sendiri."ujar Rendi lalu melangkah menjauh dari Citra dan meninggalkan Citra sendiri.
__ADS_1
********
Sedangkan Rin, saat dia tiba-tiba turun dan memilih untuk meninggalkan Rendi, sekarang dia ada di sini.
Di luar halaman Panti, saat Rin mengetuk-ngetuk pintu tidak ada yang keluar, Rin meriksa taman belakang tidak ada orang di sana. Jadi yang di katakan Kak Jefri benar, soal semua anak Panti dan Ibunya akan pindah.
Tapi kenapa baru sekarang Rin di beritahu, padahal Rin ingin bertemu dengan Bunda Hera. Rin duduk di tepi lantai, melihat halaman Panti yang biasanya ramai oleh anak-anak tang bermain tapi sekarang sepi.
Ting ponsel Rin berbunyi lagi.
Kak Jef.
Jangan kasih tahu sama Kakak lo yah Rin,
Apa maksud dari pesan Kak Jefri, Rin hanya menanyakan mereka pindah kemana tapi balasannya...
Rin menggenggam erat ponselnya lalu beranjak dari sana, Rin sudah tahu siapa yang membuat Panti ini sepi, dan membuat Bunda Hera meninggalkannya.
Rin pulang dengan emosi yang tertahan, Rin harus berbicara dengan Rivano, kenapa dia membuat Bunda Hera pindah, atau jangan-jangan Rivano di suruh oleh Herlano agar Rin tidak berhubungan lagi dengan Panti itu. Kalo seperti itu Herlano benar-benar keterlaluan.
__ADS_1
**TO BE CONTINUE
TERIMA KASIH YANG UDAH MAU MAMPIR KE NOVEL KU, SEE YOU NEXT CHAPTER🤗**