
~HAPPY READING ~
Rizki sebagai ketua kelas dia sedari pagi setia menunggu teman-teman nya masuk ke kelas. Rizki punya firasat teman-teman nya tidak masuk sekolah karena mereka pikir ulangan sudah selesai padahal kan sekolah masih mengadakan acara.
Rizki sudah memberitahu teman-teman nya lewat Chat tapi yang datang hanya beberapa saja, menyebalkan pikir Rizki.
"Mau apa sih Ki cepat ih lama..."ujar Sandra dengan suara kesal nya.
"Nanti dong belum ada yang dateng semuanya.."
Beberapa menit berlalu sudah berkumpul semuanya kecuali Rin.
"Cepat Riz lo mau ngomong apa gue ada kencan sama Vita.."Ucap Gio sembari melirik Vita tidak lupa ia mengedipkan satu mata nya.
Vita yang melihat itu memutar bola mata nya tidak suka.
"Oke lah Rin nggak akan dateng kayak nya."
"Gue cuman mau nyampain kalo nanti ada Class meeting dan untuk hari ini kita akan ngebahas siapa aja yang mau ikut dalam lomba."
Lalu Rizki membagikan kertas yang isi nya perlombaan.
"Gue mau ikut Futsal.."Gio berdiri dan menghampiri Rizki. Rizki lalu menulis nama nya, setelah itu anak-anak kelas lain yang sudah memilih mereka langsung menyuruh Rizki untuk menulis kan nama.
"Hel lo nggak mau ikut apa-apa?"tanya Rizki, pasalnya tidak ada nama Helena di sana.
"Gue..
Brakk.
Pintu kelas di buka kasar menunjukan seorang gadis yang mempunyai rambut keriting panjang.
"Gue ikut.."ujar dan menghampiri Rizki.
"Lo yakin Rin.."
"Lo ngeremehin gue.."ucap Rin kesal.
"Oke lo mau ikut apa?"
Rin mengambil kertas yang isinya nama-nama perlombaan itu.
Helena yang sedari tadi diam akhirnya ia beranjak dan menghampiri Rizki dan Rin. Masa iya ia kalah oleh Rin, sudah cukup ia kalah dalam bidang akademik tapi ia harus buktikan kalo ia bisa dalam bidang olahraga.
Helena mengambil kertas itu.
"Basket.."ucap mereka bersamaan.
Helena melirik Rin sinis begitu juga Rin.
"Oke, gu–e tulis nama kalian.."ucap Rizki gugup, karena ia merasa mereka berdua sedang perang dingin.
"Lari estafet kayak nya kurang, gue ikut juga.."ucap Helena, pasti Rin tidak akan ikut kalo lari karena fisiknya lemah pikir Helena.
"Gue ikut lari estafet juga.."ucap Rin santai.
Helena tanpa sadar meremas kertas yang berada di tangannya, setelah itu ia keluar dari kelas dengan perasaan kesal.
Rin benar-benar ingin membuat imagenya rusak.
Helena berjalan di koridor tapi tiba-tiba ada yang menarik tangannya.
"Kak Bara.."ucap Helena terkejut, Helena melihat posisi mereka yang tidak aman langsung melepaskan diri.
"Ada ap–a yah Kak.."
"Nanti lo pulang sama siapa?"tanya Bara.
__ADS_1
Helena berpikir sejenak, kalo ia bilang sendiri fiks pasti Bara mau nganterin, batin Helena.
"Di jemput kak."jawab Helena bohong
"Sama?"
"Supir! Udah yah Kak saya mau ke toilet dulu.."Helena pun akhirnya bisa melepaskan diri dari Bara.
~o0o~
"Rin lo yakin mau ikut lomba lari estafet?"tanya Rendi.
Rin menganggukkan kepalanya santai lalu ia menyeruput jus nya.
"Nggak lo nggak boleh, nanti kalo lo pingsan lagi gimana.."
Rendi memegang tangan Rin."nanti gue juga yang repot."perkataan Rendi membuat Rin merasa kalo dirinya hanya beban untuk Rendi.
Rin melepaskan tangan Rendi."Terserah gue."ucap Rin kesal dan pergi dari sana.
"Sial.."Rendi menjambak rambutnya sendiri.."kenapa gue ngomong kayak gitu..
~o0o~
Dan hari ini adalah hari dimana perlombaan itu di mulai. Para Siswa di wajibkan memakai baju olahraga nya.
Rizki sebagai ketua kelas ia harus bisa mengatur teman-teman nya dengan baik, bahkan ia sudah berada di kelas sejak pagi-pagi buta hanya untuk menyiapkan keperluan untuk kelas nya. Seperti pita dan pemukul agar mereka yang jadi suporter semangat.
"Yah gue lupa beli bendera."ucap Rizki setelah ia memeriksa barang-barang tersebut.
"Emang nya mau Agustus'an.."sahut Gio yang baru saja masuk.
"Ngapain pake kayak gini segala ribet lo Ki.."Gio memegang Pita itu lalu melempar nya lagi ketempat nya.
"Tumben lo udah dateng?"tanya Rizki yang masih sibuk dengan barang-barang itu.
Rizki yang sedang menata pita pun terhenti, tapi setelah itu ia menghampiri Gio dan menjepret telinganya dengan pita di tangannya.
"Lo pake ini.."suruh Rizki
Gio yang masih mengantuk dengan malas menerima pita berwarna biru itu.
"Ribet lo ki, kayak cewek pake beginian segala."kata Gio sambil memakai pita tersebut.
Setelah beberapa menit berlalu akhirnya satu persatu Siswa kelas 1 Mipa berkumpul, Rizki dengan telaten memberikan teman sekelasnya pita tersebut.
Yang warna biru untuk anak laki-laki sedangkan yang berwarna pink untuk anak perempuan.
Yang terakhir masuk siapa lagi kalo sang juara umum Rin. Rin adalah salah satu Siswi perempuan yang tidak disiplin dan bisa-bisa nya ia bisa menjadi juara umum.
Saat Rizki ingin memberikan pita warna pink untuk Rin tetapi pita itu sudah habis.
"Guys tadi siapa yang minta dua pita warna pink..."
Langsung seisi kelas riweuh, sebenarnya mereka tinggal mengaku saja.
Rin yang terganggu dengan itu semua ia langsung mengambil pita warna biru yang Rizki pegang.
"E—h Rin.."
"Nggak pa-pa, gue pake ini aja.."lalu Rin memakai pita itu dan hanya ia satu-satunya cewek yang memakai pita warna biru.
"UNTUK SELURUH SISWA SILAHKAN BERKUMPUL DI LAPANGAN....."
Rizki seketika menyuruh mereka untuk berkumpul dan pergi kelapangan bersama.
"Ishh si Rizki ribet banget sih.."komentar Sindy karena sedari tadi dirinya masuk kelas, Rizki menyuruhnya nya untuk melepaskan jaket, bando jepit rambut padahal kan ini kesempatan nya untuk menarik perhatian.
__ADS_1
Pembukaan untuk Class Meeting telah di buka dan perlombaan pertama yang di mulai yaitu lomba lari individu dan juga bola Voli putri.
Dan untungnya kelas mereka mendapatkan bagian pertandingan yang tidak bentrok jadi yang habis bermain bisa main lagi.
"Seraaa Ayooo cepet lari...."teriak mereka, karena Sera berlari seperti tidak bersemangat.
"Ser ayo...."
"Go Sera...
"Go Sera
"Go..."
Sindi yang merasa kesal lalu berteriak lantang dengan wajah yang sinis
"SERA LO LAMBAT BANGET SIH PANTES YAH OTAK LO LELET LO FRUSTRASI KAN, KARENA PERINGKAT LO DI BAWAH GUE WEYLL..."
Cindy yang nama nya kembar dengan Sindy pun menyenggol bahu Sindy, Sindy hanya mengangkat alis nya saja.
Dan dalam secepat kilat Sera yang tadi nya paling akhir sekarang ia memimpin dan sampai ke finish.
"Yeyyy Ser lo hebat...."Ucap Vita dan juga teman lain nya kecuali Sindy.
Dan setelah itu Sera memilih untuk pergi.
"Oke pertandingan selanjutnya lari estafet..."ucap Rizki
"UNTUK PESERTA LARI ESTAFET SILAHKAN MENGAMBIL TEMPAT NYA MASING-MASING...."suara panitia di spiker.
Mereka yang bertugas lari estafet pun segera ke lapangan.
Posisi awal Vita, yang ke dua Helena, dan yang ke tiga Rin dan yang terakhir di isi oleh Dewi, yang katanya jago lari.
(sebelum posisi ini terjadi ada perseteruan kecil antara Helena dan Rin)
Saat plutt di bunyikan yang mendapatkan posisi pertama langsung berlari.
"GOO VITA GO HELENA...."teriak Sandra paling heboh di bangku support
"GO GIRL MIPA 1..."Teriak satu kelas yang membuat Sandra cemberut.
Vita lari sekuat tenaga dan dia memimpin langsung lalu memberikan gulungan pada Helena.
Helena memang jago lari jadi ia tidak butuh waktu lama untuk lari tapi saat Helena sampai ke tempat Rin, ia malah tidak menyerahkan gulungan itu dan terus berlari.
"Lo lambat Batu.."itu kata-kata Helena saat melewati Rin begitu saja
"Anj–"Kesal Rin lalu ia berlari mengejar Helena
"Ishh... Apa-apaan mereka.."
"Helena kasih ke Rin.. Hel..."
"Ini gimana sih..."
Dewi mengulurkan tangannya untuk mengambil gulungan itu tapi sial nya gulungan itu malah di rebut oleh Rin, Dewi pun cengoh dan hanya bisa melihat dua teman kelas nya lomba lari untuk merebut kan gulungan dan sampai ke garis finis.
"UNTUK KELAS 10 MIPA 1 DI DISKUALIFIKASI UNTUK KALIAN..."
"YAHHHH...."teriak mereka kecewa
"Padahalkan hadiah nya ale-ale rasa strawbery satu dus lagi.."ucap Sandra kecewa karena tidak mendapatkan ale-ale.
Sementara Rizki sudah teriak frustasi seharusnya sedari awal ia tidak usah percaya dengan mereka berdua.
"Sial....."Rizki menargetkan kelasnya mendapatkan juara umum, yang di mana kelas itu memimpin dengan perolehan memenangkan juara paling banyak, seperti nya hal itu tidak akan terjadi jika Helena dan Rin masih mengikuti perlombaan.
__ADS_1
TBC.