
~HAPPY READING ~
Helena masih tidak mengerti dengan strategi Rin. Sangat-sangat membingungkan, karena sampai hari pemilihan. Rin tidak melakukan apa-apa, untuk menyuruh siswa Victoria memilih nya.
Seperti hanya Helena saja yang meminta pada mereka untuk memilih Helena. Sedangkan Rin, tidak melakukan apa-apa untuk meyakinkan dan menyuruh Siswa Victoria memilihnya.
"Hel semangat, anak-anak kayaknya nggak ada yang memihak ke Rin,"ujar Vita yang menyambut Helena yang baru datang
"Gue nggak ngerti,"ucap Helena bingung sembari melangkah ke meja nya.
"Nggak ngerti kenapa?"tanya Vita yang sudah duduk di samping Helena.
"Nggak ngerti sama Rin, lo liat Vit. Rin diem aja kayak dia nggak punya beban dan niat untuk mencalonkan dirinya jadi OSIS, bahkan Rin nggak buat brosur."
"Iya Sih Hel lo bener, tpi menurut gue si Rin kayaknya cuman mau buat lo kesel doang."ucapan Vita malah membuat Helena semakin bingung.
"Buat kesel kayak gimana?"
"Iyah, kayak waktu semester satu, dia nggak niat belajar dan akhirnya dapet peringkat terakhir. Kali aja Rin mencalonkan dirinya cuman main-main aja kan, cuman mau bersaing sama lo,"perkataan Vita, membuat Helena menjadi semangat lagi.
"Jadi lo harus tetep semangat dan berpikir positif."
"Oke sekarang kita ke aula, liat persiapan untuk nanti siang."
"Yah Hel, gue..."
"Ayok..."Helena menarik Vita
"Mornin..g..."Sandra yang baru saja datang pun langsung di tarik oleh Helena.
~o0o~
"Rin, ini beneran nggak usah di sebarin."
"Hn."jawab Rin, yang tetap fokus dengan MacBook nya.
"Anak-anak kayak nya lebih condong ke Helena, karena lo nggak buat apa-apa dan meminta buat mereka milih lo."ujar Rendi, tapi Rin tetap fokus ke layar kaca di depan nya, Rendi yang melihat itu sedikit penasaran. Saat Rendi hendak melihat nya, Rin malah beranjak dan pergi.
"Rin, mau kemana?"tanya Rendi, tapi Rin tidak menjawabnya. Rendi benar-benar bingung dengan Rin.
"Huffft....."Rendi menghela nafasnya lelah.
"Pokoknya sehabis Rin mencalonkan jadi OSIS, gue harus bilang tentang Rey. Mau dia menang atau nggak."Setelah itu Rendi beranjak dari duduknya, dan melangkah keluar, tapi saat akan turun ke luar. Rendi malah bertemu dengan Citra, akhirnya Rendi tidak jadi untuk turun dari rooftop.
~o0o~
Tangan Helena seketika dingin karena sebentar lagi waktu pemilihan di buka.
"Hufft...."Helena menghela nafasnya sejenak.
Ting.....
Ting...
__ADS_1
Ting..
Seketika bunyi notifikasi ponsel muncul secara bersamaan. Helena cukup mendengar nya karena, Helena sedang berada di Aula dan yang ada di Aula cukup banyak Siswa dan mungkin sebagian Siswa tidak mensilent ponselnya.
Helena yang penasaran pun mengeceknya.
📨
Pilih No 2, kamu akan mendapatkan laptop yang kamu inginkan secara gratis, jangan beritahu siapa".
Begitulah sekiranya isi pesan yang masuk dan membuat Helena memegang ponselnya dengan kesal, untung saja kali ini ponselnya tidak di banting.
"Rin....."Teriak Helena kesal, Helena tidak peduli menjadi pusat perhatian. Kecurangan yang di lakukan Rin membuat Helena benar-benar kesal. Helena pikir, Rin benar-benar tidak akan melakukan apa pun. Helena lupa kalo dirinya berhadapan dengan seorang Rin Leach.
"Hel, tenang oke gue tetep akan pilih lo,"ujar Sandra lalu menyenggol Vita."iya kan Vit."
"Hah..i–ya."jawab Vita gugup.
Jawaban yang gugup, membuat Helena yakin Vita akan memilih Rin dan dia akan dapat laptop. Helena sekarang bingung harus berbuat apa, karena waktunya benar-benar mepet.
"UNTUK SELURUH SISWA DI MOHON SEGERA MEMASUKI AULA KARENA ACARA SEBENTAR LAGI DI MULAI."
.
.
.
.
Lagi-lagi, sekolah ini membuat sistem pemilihan dengan berbeda, yaitu memilih dengan cara vote, mereka hanya memencet tombol layar yang telah di sediakan di sana, dan otomatis hasilnya akan langsung di hitung lewat monitor. Monitor yang ada di depan masih di tutup oleh kain hitam, jadi tidak terlihat oleh siapa pun.
Jelas ini akan sangat menguntungkan bagi seorang Rin Leach.
"Gimana ini,"gumam Helena resah
"Apa gue laporin aja."Helena makin di buat resah, saat melihat para Siswa Victoria yang terus berdatangan, ekspresi mereka bahkan tampang antusias, biasanya kan saat pemilihan seperti ini hanya ada beberapa siswa saja dan biasanya mereka tidak bersemangat tapi beda hal nya dengan kali ini.
Hanya membutuhkan waktu satu jam lebih untuk semua Siswa Victoria memilih. Dan sekarang waktunya pengumuman siapa yang akan menjadi ketua OSIS selanjutnya.
"Oke Semuanya sudah berkumpul, mari kita buku kain hitam ini, dan yang akan membukanya adalah mantan ketua OSIS dan wakil ketua OSIS yang dulu."ucap mc yang bertugas.
"Kita hitung sama-sama yah.."
"1..
"2..
"3...
"4...
Helena memegang tangannya erat, matanya terpejam Helena tidak ingin melihat hasilnya untuk sekarang.
__ADS_1
"5....
"Buka....."
HASIL VOTE 672.....
Rin 342
Helena 330
"DAN YANG AKAN JADI KETUA OSIS SELANJUTNYA RIN....."
Refleks Helena menegakan tubuhnya, tuh kan benar apa yang dipikirkan nya Rin menang.
"Untuk Rin silahkan naik ke panggung, sampaikan sepatah dua kata,"suruh Siswa yang bertugas sebagai MC.
Rin pun berjalan naik ke podium, saat Rin hendak meraih mic nya. Tapi malah mic itu di rebut oleh seseorang, dan seseorang itu tak lain adalah musuhnya siapa lagi kalo bukan Helena.
"Kak, dia curang."ungkap Helena
"Curang bagaimana?"tanya salah satu panitia di sana, kejadian itu di tonton langsung oleh ratusan Siswa.
"Rin, nyogok seluruh siswa Victoria."jawab Helena dengan nada tinggi. Rin yang sekarang seperti menjadi tersangka tapi dia tetap berdiam diri tidak mengelak atau pun membantah yang Helena ucapkan.
"Apa itu benar Rin?"tanya MC
"Boh...
"Saya punya buktinya,"potong Helena, sembari mengeluarkan ponselnya dan mulai mencari Chat tadi yang masuk ke dalam WA nya. Tapi saat di cari nomer itu tidak ada berserta tulisannya.
"Mana Hel?"
"Tunggu sebentar Kak,"Helena tetap mencari Chat itu tapi hasilnya tetap tidak ada.
"Ini aneh."gumam Helena, Helena lalu melirik Rin dan mendekat kearah Rin. Helena memegang pundak Rin.
"Lo harus ngaku Rin, lo curang kan...."Helena berbicara dengan nada tinggi, sembari memegang pundak Rin dengan keras. Bukannya takut Rin malah menyeringai di hadapan Helena membuat Helena tambah marah, bahkan mata Helena terlihat sedikit memerah.
Rin susah payah melepaskan cengkraman Helena di pundaknya.
"Gue nggak curang, kalo gue curang mana buktinya."ujar Rin, tetapi Helena hanya diam saja, sebulir air mata lolos dari matanya sebelum orang lain melihat nya Helena langsung menghapusnya.
"Mohon maaf untuk Helena silahkan turun dari podium."ucap MC itu.
Helena pun terpaksa turun, dan langsung mendapatkan sorakan dari penonton. Bukan sorakan kemenangan tetapi seperti sorakan karena kekesalan.
"Huuuuuhhhh....
"Huuuuhhhhhh....
"Huuuhhhhh......
Saat turun dari podium Helena langsung berlari keluar Aula bersama dengan air mata kekalahan. Mungkin untuk selanjutnya Helena tidak akan lagi menantang seorang Rin Leach dan Helena sudah tidak ingin lagi melakukan hal-hal yang memang tidak mampu untuk dirinya. Dan saat ada perlombaan atau pertandingan Helena tidak ingin melawan Rin lagi. Helena benar-benar sudah mengakui kekalahan nya, dirinya benar-benar lelah.
__ADS_1
TBC.