The Last Queen Of Peacelavia

The Last Queen Of Peacelavia
BAB 16


__ADS_3

"Tidak peduli jika dia pandai taktik dan sihir, aku akan membuatnya bertekuk lutut di hadapanku."


"Benar, Putraku. Mereka memang harus bertekuk lutut dihadapanmu, karena mereka telah mengambil batu permata yang seharusnya menjadi milik kita."


"Jiang Li, kau harus ingat bahwa manusia dan siluman adalah makhluk yang sangat jahat. Kita tidak boleh termakan oleh tipu muslihat mereka."


"Baik, Ayahanda. Tapi rencana apa yang akan kita jalankan untuk menghancurkan mereka?"


"Jiang Li, Ayahanda terpikirkan sesuatu."


"Apa itu, Ayahanda?"


Wang Shu membisikkan sesuatu ke telinga Jiang Li. Jiang Li sempat menolak permintaan Ayahandanya, tetapi Wang Shu berusaha meyakinkan Jiang Li agar percaya dengannya.


Jiang Li pun menuruti perintah yang Wang Shu berikan padanya. Wang Shu kemudian meninggalkan Jiang Li dan tersenyum licik.


Sedangkan Jiang Li masih bingung mengapa Ayahandanya menggunakan cara seperti itu untuk menghancurkan negeri Peacelavia. Tetapi ia tahu bahwa Ayahandanya lebih paham dengan situasi itu dibandingkan dirinya.


Seorang wanita berambut panjang dengan rambut yang dikuncir datang menghampiri Jiang Li. Wanita itu bernama Lui Wei, ia adalah iblis jahat yang merupakan orang kepercayaan Wang Shu.


Lui Wei sangat terobsesi dengan Jiang Li dan ia tidak suka jika ada wanita lain yang mendekati Jiang Li. Jika ia tahu bahwa Jiang Li menyukai wanita selain dirinya maka ia akan membunuh wanita tersebut.


"Jiang Li!" Lui Wei memeluk erat tubuh Jiang Li dari arah belakang.


"Lui Wei? Apa yang kau lakukan?" Jiang Li mencoba untuk melepaskan pelukan Lui Wei.


"Jangan mencoba untuk pergi dariku, Jiang Li! Aku sangat mencintaimu." Lui Wei semakin mengeratkan pelukannya.


"Dengar, Lui Wei! Kau memang orang kepercayaan Ayahanda, tetapi kau tidak bisa seenaknya kepada ku." Jiang Li melepaskan tangan Lui Wei.


"Jiang Li, aku sangat mencintaimu, mengapa kau tidak mengerti akan hal itu? Aku rela melakukan apapun untuk membuktikan cintaku," Lui Wei menatap mata Jiang Li.


"Aku sama sekali tidak tertarik dengan kata-katamu. Jadi jangan lagi mengatakan bahwa kau mencintaiku!" Jiang Li pergi meninggalkan Lui Wei.


"Lihat saja, Jiang Li. Tidak lama kau juga akan luluh dengan cintaku." Lui Wei menyeringai.


Salah satu siluman sedang berjalan melewati Lui Wei tanpa memberikan hormat. Lui Wei merasa geram karena ia merasa tidak dihargai keberadaannya.


"Berani sekali kau melewatiku tanpa memberi hormat! Kau tidak tahu siapa aku?" Lui Wei menjambak rambut siluman kupu-kupu yang sedang membawa nampan berisi makanan.

__ADS_1


"Maafkan aku, nona Wei. Aku sedang terburu-buru membawakan makanan ini, raja Wang Shu sedang menungguku." Siluman kupu-kupu memegang rambutnya yang dijambak Lui Wei.


"Itu bukanlah alasan yang benar! Kau melakukan ini karena sebenarnya kau tidak menyukaiku, benar bukan?" Lui Wei menampar wajah siluman kupu-kupu.


"Ampuni aku, Nona! Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Tolong lepaskan aku."


"Aku akan melepaskanmu, tetapi dengan satu syarat. Kau harus mencium kedua kakiku."


"Cepat lakukan!! Setelah itu aku akan membiarkan mu pergi."


Siluman kupu-kupu hanya bisa pasrah dan menuruti perintah Lui Wei. Ia mencium kedua kaki Lui Wei, tetapi setelah itu Lui Wei malah menendang wajah siluman kupu-kupu hingga terjengkang.


Lui Wei tersenyum senang dan meninggalkan siluman kupu-kupu itu.


*****


Jiang Li duduk di tepian kasurnya, ia memikirkan seorang wanita yang pernah ia temui sebelumnya. Saat ia mendengar nama Xin Qian, ia seperti pernah mendengar nama itu sebelumnya.


"Mengapa Ayahanda ingin aku melakukan hal itu? Apa sebenarnya tujuan Ayahanda? Apakah tidak ada cara lain untuk mengambil kembali batu itu?" gumamnya.


Seekor burung gagak masuk melalui jendela kamar Jiang Li, ia merupakan hewan peliharaan Jiang Li yang bernama Bingjie.


Bingjie menyampaikan bahwa raja Arlo telah membuat keadaan di negeri Peacelavia menjadi lebih baik walaupun badai kiriman Rong Peng telah menghancurkan sebagian dari negeri tersebut.


"Ayahanda juga memintaku untuk mendekati putri Xin Qian. Aku sama sekali tidak mengerti apa yang sedang direncanakan Ayahanda." Jiang Li mengelus bulu Bingjie.


"Tuan Li, raja Wang Shu sangat tahu apa yang dia lakukan. Tuan lakukan saja apa yang diperintahkan oleh raja Wang Shu," Bingjie mengepakkan sayapnya.


Lui Wei tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka dari balik pintu yang sedikit terbuka saat dia hendak masuk ke kamar Jiang Li.


"Raja Wang Shu meminta Jiang Li untuk mendekati putri Xin Qian? Jiang Li hanyalah milikku dan akan selalu menjadi milikku. Aku akan membuat wanita itu menyesal karena telah merebut Jiang Li dariku."


"Tuan Li, aku hanya ingin menyampaikan hal itu. Jika kau membutuhkan sesuatu beritahukan saja kepada ku." Bingjie terbang rendah kemudian pergi meninggalkan Jiang Li.


Lui Wei mendorong pintu kamar Jiang Li dan masuk tanpa permisi setelah ia melihat Bingjie meninggalkan tempat itu. Lui Wei memasang wajah marah dan menghampiri Jiang Li.


"Apa karena putri Xin Qian kau selalu menghindar dariku? Katakan padaku Jiang Li! Apa kau menyukai Xin Qian? Cepat katakan!" Lui Wei memegang kedua lengan Jiang Li dan menggoyangkannya.


Jiang Li melepaskan lengannya dari tangan Lui Wei.

__ADS_1


"Aku sudah mengatakannya padamu! Jangan mencampuri urusanku! Urus saja dirimu sendiri dan jauhi aku!" bentak Jiang Li yang kemudian mendorong Lui Wei hingga terjatuh.


"Tidak, Jiang Li. Aku tidak akan pernah membiarkan mu mendekati wanita itu," teriak Lui Wei.


"Apa yang terjadi? Mengapa kalian bertengkar seperti ini?" tanya seorang pria tua menengahi mereka.


"Paman Shin, kau adalah penasehat di kerajaan ini. Kau seharusnya memberi tahu Jiang Li bahwa dia seharusnya tidak mendekati Putri dari musuh kita."


"Pangeran Li, apakah yang dikatakan Lui Wei itu benar?"


"Benar."


"Tapi mengapa kau melakukan hal itu?"


"Paman, Ayahanda yang memintaku untuk melakukannya."


"Apa kau tidak bisa menolak permintaannya?"


"Tidak bisa. Aku sangat menghormati keputusan Ayahanda."


"Tidak, Jiang Li. Aku tidak ingin kau mendekatinya, aku akan meminta raja Wang Shu untuk mengubah keputusannya."


Lui Wei pergi menuju ruang tahta untuk menemui Wang Shu dan diikuti oleh paman Shin dan Jiang Li. Sesampainya disana ia merasa sedikit takut jika harus meminta Wang Shu untuk mengubah keputusannya.


"Yang Mulia Raja!" Lui Wei membungkuk memberi hormat.


"Ada apa, Lui Wei?"


"Yang Mulia, kau harus mengubah keputusanmu yang meminta Pangeran untuk mendekati putri Xin Qian."


"Plaakk!!" Telapak tangan Wang Shu menampar pipi kiri Lui Wei.


"Siapa kau berani sekali memerintahku? Aku adalah Raja di negeri ini, hanya aku yang berhak mengambil keputusan."


"Ampuni aku, Yang Mulia."


"Aku memiliki alasan mengapa aku meminta Putraku Jiang Li untuk mendekati putri Xin Qian."


"Aku ingin Jiang Li berpura-pura menjadi orang baik dan mengambil hati Xin Qian. Setelah itu, Jiang Li akan mencari titik kelemahan negeri Peacelavia. Kemudian kita akan menyerang mereka dan mengambil batu permata. Bukankah penyerangan ini akan sangat mudah jika bagian dari kita menjadi kawan bagi musuh?"

__ADS_1


"Yang Mulia Raja, kau sangat cerdas. Kita pasti akan mendapatkan batu permata dengan mudah."


"Dengar, Lui Wei! Aku tidak ingin kau menggagalkan rencana yang telah aku susun."


__ADS_2