
Keesokkan paginya, Xin Qian terbangun dari tidurnya. Di sampingnya telah berdiri Lui Wei yang membawa segelas air, Lui Wei langsung menyiramkan air tersebut kepada wajah Xin Qian.
"Apa yang lakukan?" tanya Xin Qian dengan wajahnya yang basah kuyup.
Lui Wei meletakkan gelas yang ia bawa ke atas meja. Kemudian ia menampar keras wajah Xin Qian.
"Kau sekarang tidak bisa menggunakan kekuatanmu, jadi jangan macam-macam denganku!" ucap Lui Wei.
"Lalu apa yang akan kau lakukan kepadaku? Aku tidak akan takut dengan iblis sepertimu, Lui Wei!" balas Xin Qian dengan nada lembut seolah mengejek Lui Wei.
"Kau??" Lui Wei mengangkat tangan kanannya dan ingin menampar wajah Xin Qian untuk kedua kalinya. Tetapi tangganya tiba-tiba dihentikan oleh seseorang.
"Jiang Li?" Lui Wei lalu melepaskan tangannya dari Jiang Li.
"Untuk apa kau melindungi wanita ini? Apa kau jatuh cinta dengannya?"
"Aku tidak melindunginya, dan aku tekankan sekali lagi kepadamu bahwa aku tidak akan pernah jatuh cinta dengannya!"
"Mengapa hatiku terasa sangat sakit saat Jiang Li mengatakan hal itu?" batin Xin Qian.
Tanpa berkata-kata, Jiang Li langsung menarik tangan Xin Qian dan membawanya ke kamar mandi. Jiang Li membanting tangan Xin Qian hingga ia terjatuh di depan bak mandi.
Jiang Li kemudian mengambil shower dan mengguyur tubuh Xin Qian, lalu ia meletakkan shower tersebut ke dalam bak mandi.
"Jiang Li, apa salahku sampai kau tega melakukan hal ini kepadaku?" Xin Qian masih duduk di lantai dan menundukkan pandangannya.
Jiang Li sedikit membungkuk lalu mengangkat dagu Xin Qian agar menatapnya.
"Kau ingin tahu apa salahmu? Kau memang tidak memiliki salah apapun, Xin Qian. Tetapi Ayahandamu telah menghancurkan hidup Ayahandalu. Dia telah mengambil batu permata milik Ayahandaku dan dia juga yang telah membuat Ayahandaku diusir dari negeri ini." Jiang Li melepaskan dagu Xin Qian dengan kasar.
"Kau salah, Jiang Li. Ayahanda ku tidak pernah mencuri batu permata dari Ayahandamu! Batu permata adalah milik Peacelavia dan akan selamanya milik Peacelavia! Dan tentang Ayahandamu diusir dari negeri ini, itu bukanlah salah Ayahandaku, tetapi salah Ayahandamu sendiri. Dia berusaha mencuri batu permata agar dia dapat menguasai dunia," balas Xin Qian dengan nada bicara yang tinggi.
"Plakk ...." Jiang Li menampar wajah Xin Qian hingga memerah.
Lui Wei yang melihatnya dari luar kamar mandi, ia tersenyum dan senang karena Jiang Li menampar wajah Xin Qian.
"Kau tidak tahu tentang masa lalu Ayahandaku, jadi jaga ucapan mu!" Jiang Li berdiri dan membalikkan tubuhnya.
"Kau juga tidak tahu pasti tentang masa lalu Ayahandamu, Jiang Li. Aku bahkan berpikir jika kau bukanlah anak kandung dari Wang Shu. Status kalian jelas berbeda. Wang Shu adalah iblis, sedangkan kau adalah manusia setengah siluman," ucap Xin Qian.
Jiang Li lagi-lagi menampar wajah Xin Qian, ia benar-benar tersinggung dengan apa yang telah diucapkan oleh Xin Qian.
__ADS_1
"Mengapa kau tidak membunuhku saja, Jiang Li? Mengapa? Bunuh saja aku sekarang! Bunuh aku!" Xin Qian menarik tangan Jiang Li dan meminta Jiang Li agar mencekik lehernya.
"Aku tidak akan membiarkanmu mati begitu saja! Aku ingin kau merasakan pedihnya siksaan yang aku berikan." Jiang Li memojokkan Xin Qian ke tembok.
"Mandilah dan temui semua orang di ruang tahta!" Jiang Li meninggalkan Xin Qian.
Setelah Jiang Li keluar dari kamar Xin Qian, Lui Wei pun ikut keluar dan meninggalkan Xin Qian seorang diri.
"Mengapa setelah aku menjadi seorang Ratu, nasib buruk malah menimpaku?" batin Xin Qian.
*******
Semua orang berkumpul di ruang tahta, Xin Qian kemudian datang dan berdiri di samping Ayahandanya juga master Lin.
"Xin Qian, apa yang telah Jiang Li lakukan kepadamu?" Raja Arlo menyentuh pipi halus Putri tercintanya.
"Tidak ada, Ayahanda." Xin Qian berusaha menutupi kesedihannya.
"Jangan berbohong, Putriku! Pipimu merah. Jiang Li pasti telah melakukan hal yang buruk kepadamu, bukan?" tanya raja Arlo menatap wajah putrinya.
Xin Qian langsung memeluk tubuh Ayahandanya dan menangis. Xin Qian tidak dapat mengungkapkan apa yang ia rasakan, sejak saat itulah Xin Qian mulai membenci Jiang Li. Ia bahkan sangat membenci Jiang Li seperti Jiang Li membencinya.
"Ayahanda, aku sangat membenci Jiang Li, Ayahanda! Aku sangat membencinya!" ucap Xin Qian yang masih menangis.
"Tenanglah, Xin Qian! Kau adalah seorang Ratu di istana ini, kau harus kuat." Raja Arlo mengusap air mata Putrinya.
"Apa yang telah dia lakukan kepada sang Ratu, sampai-sampai sang Ratu menjadi sangat membenci Jiang Li seperti itu?" batin Zhang Pei.
"Aku tidak akan membiarkanmu hidup dengan tenang, Jiang Li!" batin Ji Nian.
"Yang Mulia Ratu, mengapa kau menangis seperti anak kecil? Menjadi dewasa memang bukanlah hal yang mudah, Yang Mulia," ucap raja Wang Shu.
"Kemarilah!" Wang Shu menarik tangan Xin Qian.
"Kemana kau akan membawanya?" Raja Arlo mencegah Wang Shu membawa Xin Qian.
Wang Shu mendorong raja Arlo lalu membawa Xin Qian menghampiri Jiang Li.
"Besok kau harus menikah dengan Putraku, Jiang Li!"
"Apa maksudmu? Aku tidak mau menikah dengan pria kejam sepertinya."
__ADS_1
"Dengar! Jika kau mengatakan bahwa aku pria yang kejam, Ayahandamu adalah pria yang lebih kejam."
"Jaga ucapanmu, Jiang Li! Mulut kotormu itu tidak pantas menyebut Ayahandaku!"
Jiang Li berdiri dan hendak menampar Xin Qian lagi, tetapi Wang Shu menghentikannya lalu menenangkan Jiang Li
"Sabarlah, Putraku!"
"Xin Qian, siap atau tidak dan mau atau tidak mau, besok kau akan menikah dengan Jiang Li! Karena dengan begitu, Jiang Li dapat menjadi seorang Raja dari negeri ini."
"Kau juga harus ingat, Wang Shu! Selama aku masih hidup dan berada di istana ini, aku masih berhak atas negeri ini. Dan selama itu juga, aku tidak akan membiarkan kalian menghancurkan kehidupan orang-orang yang aku sayangi!"
Xin Qian kemudian pergi dari hadapan Jiang Li dan Wang Shu. Ia berjalan cepat lalu berhenti di depan Zhang Pei. Ia menatap Zhang Pei kemudian menangis.
"Zhang Pei, kau sama seperti Jiang Li. Tetapi kalian sangat berbeda," batin Xin Qian. Ia kemudian melanjutkan langkah kakinya.
Zhang Pei hanya terdiam sambil menatap Xin Qian yang berlalu di depannya. Ia tidak menyangka jika wanita yang ia cintai akan menikah dengan pria lain.
Xin Qian pergi menemui para siluman yang telah Jiang Li kurung di dalam kandang besar di sebuah ruangan. Ia menangis melihat teman-temannya tidak dapat hidup bebas seperti dulu.
"Maafkan aku ...." lirih Xin Qian.
"Jangan meminta maaf kepada kami, Xin Qian!"
"Tapi ini semua terjadi karenaku."
"Ini bukan salahmu, Xin Qian. Jiang Li dan Wang Shu yang telah merencanakan semua ini."
Xin Qian mebuka gembok kandang tersebut dengan memukulnya menggunakan sebuah batu, tetapi ia tidak bisa membuka gembok tersebut.
"Kau tidak akan bisa membukanya. Jiang Li telah menggunakan sihir untuk mengurung kami dikandang ini, Xin Qian."
"Wang Shu telah menotokku, itu sebabnya aku tidak bisa menggunakan kekuatanku."
"Apa tidak ada seorangpun yang dapat membuka totokan itu?"
"Tidak ada. Hanya Wang Shu dan Jiang Li yang dapat melakukannya."
"Xin Qian, kau pasti dapat melalui ini semua. Kami akan selalu mendukungmu, Xin Qian."
"Terima kasih, teman-teman."
__ADS_1